Showing posts with label My Journey. Show all posts
Showing posts with label My Journey. Show all posts

Wednesday, April 8, 2020

So far

Time really flies....


Tuesday, May 1, 2018

Near death experience

Setiap kita, setidaknya  pasti pernah bersinggungan dengan yang namanya kematian. Well, entah itu saat sakit, hampir kecelakaan atau penyebab lainnya.


Dan terakhir kali saya merasa sangat dekat dengan kematian itu sekitar 2 bulan yang lalu saat sedang berwisata di puncak becici, Yogyakarta.

Niatan biar seperti "kids jaman now" dengan foto keren di tempat yang instagramable, saya dan teman saya menyempatkan berkunjung kesini saat di Jogja. Awalnya semua tempat untuk berfoto terasa oke dan aman, hanya yang terakhir ini agak beda.

Kebetulan saat itu sudah agak sore juga, dan saya ingin berfoto di deck yang terpasang di sebuah pohon. Untuk lokasinya, memang agak berjalan kebawah dari kawasan utama dan tidak ada petugas penjaga sama sekali.

Teman saya berfoto duluan, dan saat dia naik ke tempat tersebut dia sudah bilang, 
"Eh bar.. Goyang banget ini. Gak jadi ah."

Tapi saya memaksa dan bilang, 
"Udah tanggung, cepetan foto disitu." 

Dan akhirnya saya sempat mengambil foto dirinya.

Tiba lah sekarang giliran saya yang naik, saat menginjak tangga kayunya, saya sudah ngeri karena melihat ujung tangga tersebut sudah lepas dan sisi satunya tidak terpaku dengan baik.

Dan benar saja, saat sudah naik ke deck tersebut, pohon tersebut terasa bergoyang-goyang, apalagi angin bertiup cukup kencang. Ditambah lagi bobot saya yang, eng... memang berat banget, rasanya pohon ini seperti mau rubuh. Walhasil saya tidak berani sampai berdiri.

Teman saya berteriak, 
"Ayo buruan diri, gw foto nih" 

Dan saya hanya menjawab dengan keringat dingin 
"Udah ah gini aja, buruan ini.. kayak pengen jatuh."

Alhamdulilah saya masih bisa turun dengan selamat. Tidak kebayang kalau cuma gara-gara mau foto keren, malah jadi celaka disini.

Semoga pengelola lebih memperhatikan keamanan di lokasi berfoto ini, karena sama sekali tidak ada penjaga di setiap spot foto disana.

Thursday, November 10, 2016

Perjalanan



Dari dulu saya memang ingin selalu berjalan dengan cepat. "Biar lebih cepat sampai", pikir saya. Tidak perlu banyak pertimbangan, diskusi atau pun mengkhawatirkan diri sendiri maupun orang lain. Terjang. Hantam. Bebas mengikuti imaji diri.

Tapi terkadang kaki saya lelah. Sering juga saya terjatuh, bahkan sampai hilang arah.

Sekarang saya ingin menempuh perjalanan yang lebih jauh, sangat jauh, dan rasanya saya tidak bisa sendiri. Meski suatu tujuan itu sangat penting, tapi saya mulai mengerti dengan mereka yang mengatakan. "Life's a journey, not a destination".

Dengan izin-Nya, saya butuh kamu untuk berjalan bersama.


Saturday, August 6, 2016

Karena semua ada batasnya

Jika ada sesorang yang mencoba mengerti kamu sepenuhnya, memaklumi perilakumu yang kau sendiri sadari sangat kekanak-kanakan, melakukan sesuatu untukmu meski dirinya sendiri sangat lelah....
Janganlah kau uji dirinya dengan selalu meminta yang lebih..

Yah kita sebagai manusia memang cenderung selalu meminta yang lebih, lebih lagi, lebih terus...

Ada yang bilang, "Sabar ada tidak ada batasnya".
Padahal menurut saya kesabaran itu seperti lautan. Terlihat tidak terbatas, tapi ternyata berbatas.
Jikalau pun sabar memang tidak terbatas, setidaknya pemakluman ada batasnya.

Cinta? Cinta pun saya yakin ada batasnya. Karena hanyalah Diri-Nya lah yang tak berbatas.

Don't take it for granted.
Hargai sesuatu, terlebih orang-orang yang ada didekatmu, seolah mereka bisa pergi kapan saja.





Jatuh cinta sendirian

Jatuh cinta sendirian...
Seorang pria yang menaruh hati pada gadis yang hanya bisa dilihatnya dari kaca etalase toko.

Jatuh cinta pada dia yang sedang jatuh cinta..

Cinta yang tidak pernah diketahui..

Cinta kecil yang satu arah...

Cinta yang tidak pernah disadari...

Cinta yang tak bernama...

Cinta yang tak bertuan...

Cinta yang tiada berbalas...

Apapun itu, cinta juga kan namanya?

Sunday, September 13, 2015

Finally... Beard Flower

Dari awal mulai menumbuhkan brewok, sebenarnya saya sudah punya target untuk mengikuti foto ala-ala hipster barat yang menghias brewok mereka yang tebal menggunakan bunga-bunga atau tanaman. Istilahnya kerennya "Beard Flower"

Kok aneh-aneh aja ya mereka? Sebenernya sih gak aneh juga. Kaum hipster ini kan emang anti-mainstream, jadi gak ada yang aneh deh bagi mereka, hahaha.

Kalau gak salah trend ini muncul karena mereka beranggapan bahwa tumbuhnya brewok itu adalah hal yang natural buat cowok, sama seperti tumbuhnya tanaman di bumi ini. Let it grow men!

Dan akhirnya setelah bertahan 2 bulan tanpa kegiatan shaving karena emang lagi dinas di Kota Medan... Finallu.. My own Beard Flower, wkwkwk :p





Pertarungan yang tidak pernah dimenangkan

Ada beberapa (kalau boleh disebut sebagai) pertarungan yang selalu saya hadapi dan saya selalu kalah...

Ada pertarungan yang sudah saya jalani selama hampir 4 tahun dan rasanya saya selalu kalah...

Ada pertarungan yang sudah saya hadapi selama 19 tahun dan belum ada tanda sedikit pun bahwa saya akan memenangkannya....

Ada beberapa pertarungan yang terus saya lakukan selama 25 tahun lebih.. seumur hidup saya.. dan semua selalu sama.. kalah lagi. jatuh.. terkulai dan terlukai....


Pertarungan yang sama.. musuh yang sama... hal yang sama dan hasil yang selalu sama... Kalah.. Kekalahan...

Kalau seperti ini, bukankah wajar saja jika rasanya ingin menyerah karena apapun yang dilakukan, hasilnya pasti akan selalu sama...

Tapi kok ya kalau menyerah begitu saja, rasanya kurang "Laki" ya...

Yah meski tak pernah tau kapan saya bisa menang, setidaknya saya melawan.. Bukan pasrah menerima serangan tanpa pembelaan...


Thursday, August 27, 2015

Kadang rasanya seperti ingin menyerah saja ya

Saya tipe orang yang mungkin gampang ter-distrac oleh lingkungan sekitar. Di umur saya yang sudah seperempat abad ini, pencapain orang lain dalam hal karir, finansial dan asmara seringkali membuat saya ketar-ketir.

Rasanya jika melihat orang yang seumuran bahkan lebih muda dan pencapaiannya sudah amat sangat jauh diatas saya, rasanya ingi ngamuk-ngamuk dan teriak "udah ah bubar aja, bubar". Sifat jelek saya ini tidak pernah hilang. Jika mengerjakan atau menjalani sesuatu dan ditengah jalan hasilnya terlihat tidak sesuai maka saya akan langsung berhenti atau mereset kembali semua yang sudah saya kerjakan. Itulah mengapa saya tidak pernah suka bermain game. Selalu saya reset.

Meski saya sering menghibur diri dengan ucapan,
"Jalan orang kan beda-beda. Bahagia tiap orang kan beda caranya"

Tapi nyatanya, saya masih sering memimpikan apa yang orang lain punya. Masih berharap saya bisa setara atau bahkan melebihi mereka.

Ini sifat yang buruk ya?

Monday, August 24, 2015

Pernikahan, apa semuanya tentang uang?

"Kerja dulu yang bener, baru nanti cari jodoh..."

Kira-kira seperti itulah yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya. Dan menurut saya, kalimat itu harus ditambahkan dengan,

"Kaya dulu sana, baru mikirin nikah..."

Ya, kurang lebih begitulah yang saya rasakan.

Saya tidak menampik, kekayaan materi sangat penting dalam memulai sebuah rumah tangga.

Mulai dari biaya lamaran, resepsi dengan segala tetek bengeknya, bulan madu, tempat tinggal beserta isinya. Setidaknya hal-hal ini perlu disiapkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi apa semuanya perlu "lebih"?

Lamaran dengan hantaran yang cukup buat makan sekampung..
Mas kawin yang beratnya berkilo-kilo..
Bulan madu keliling dunia..
Resepsi megah yang rasanya ingin menyaingi pangeran inggris..
Rumah yang seperti istana dengan isi perabotan yang serba lengkap..

Mungkin bagi sebagian orang, hal ini bisa dengan mudah dipenuhi. Tapi bagi kami, hal ini membuat kami rasanya tak ingin menikah..

Ah ini cuma keluhan saya saja, pria yang belum cukup mencukupi kebutuhannya tapi ingin segera menyempurnakan agamanya..

Thursday, January 8, 2015

Karena cinta saja memang tidak cukup

"Selain ayahnya, saya yakin diri saya ini lah laki-laki yang paling mencintainya di dunia ini."

Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.

Jika saja kadar cinta bisa diukur dengan bilangan angka, mungkin saya sendiri akan takjub melihat besaran cinta saya pada dirimu.
Hanya saja, memang itu tidak cukup.



Sebesar apapun yang saya punya, tidak akan mampu menyaingi dirinya.
Kalian, dia dan dirimu lebih lama berproses bersama. Mengarungi kurva naik turunnnya kehidupan ini.
Saling berbagi mimpi dan tragedi.

Sedangkan saya? Tak banyak lagi yang  saya tahu dari dirimu selain dari apa yang kamu ucapkan sesekali melalui telepon.

Merasa kalah karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu menyakitkan ya?

Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.

Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian.. 
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...

Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.

Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.

Cinta? 
Hah? Benda apa ya itu?

Sunday, August 3, 2014

Jangan bunuh diri, Jangan menyerah kawan.

Terinspirasi dari video ini:
(Suicide Signs - Don't Give Up): https://www.youtube.com/watch?v=ceqo_... (Ternyata videonya udah gak bisa diakses)

Bunuh diri, seringkali dianggap sebagai jalan paling singkat untuk lepas dari segala macam belenggu yang sedang kita hadapi. To be honest, I was thinking about committing suicide too in past.
Gue akhirnya menerjemahkan video tersebut ke bahasa Indonesia, dengan perubahan seperlunya. Semoga bisa jadi pengingat dan penyadaran bagi kita semua. :)


Tuesday, July 29, 2014

Travelling ke Dumai

Sebenernya bukan travelling juga sih. Kalau bukan masalah kerjaan kayaknya saya juga gak bakal ke Dumai, hihihi.

Semenjak kerja ditempat yang sekarang, saya udah beberapa kali mengunjungi kota ini. Bahkan pernah stay disana sampai hampir 2 bulan. Ya meski udah lumayan sering kesana, tapi karena emang buat urusan kerjaan jadi gak terlalu bisa mengeksplor kota ini terlalu dalam. Ya disamping sebenernya saya juga bukan tipe orang yang suka jalan-jalan juga sih, plus gampang banget homesick, jadi kalau lagi diluar kota gitu biasanya fokus biar bisa cepet-cepet pulang.

Dumai ini katanya kota terbesar kedua di Indonesia loh. Emang sih luas banget plus penduduknya yang gak terlalu padat, jadi kerasa lowong banget kota ini. Untuk pusat kotanya sendiri sebenernya gak terlalu besar, disini malah belum ada yang namanya Mall dan Bioskop. Terbilang sepi untuk sebuah pusat kota.

Kondisi salah satu jalan utama di Kota Dumai pada siang hari

Kota ini yang juga emang deket banget sama laut, kebanyakan diisi dengan pabrik-pabrik minyak, baik itu minyak bumi atau minyak sawit. Jadi jangan heran kalau kamu jalan sedikit aja, pasti ketemu dengan pabrik plus tangki-tangki penampungan minyaknya yang besar-besar banget. Bahkan saking identiknya kota ini dengan industri minyaknya, bekerja dipabrik-pabrik itu seolah menjadi pekerjaan yang bonafit dan terpandang bagi penduduk dikota ini.

Tangki-tangki penampungan minyak seperti ini sangat banyak ditemui

Untuk mencapai kota ini, saya biasanya dari Jakarta naik pesawat ke Pekanbaru lalu melanjutkan perjalanan darat dari Pekanbaru ke Dumai dengan naik mobil travel selama kurang lebih 6 jam. Sebenarnya ada juga penerbangan lokal dari Pekanbaru ke Dumai, hanya saja katanya jumlah seatnya terbatas dan didominasi oleh sebuah perusahaan negara yang bergerak di bidang minyak bumi. Isunya akan segera dibangun jalan tol dari Pekanbaru ke Dumai, semoga saja cepat terlaksana karena memang lewat jalur yang sekarang itu sangat jauh dan banyak area-area jalan yang rusak sehingga membuat perjalanan terasa lama dan melelahkan.

Ada dua Travel yang saya biasa gunakan untuk mencapai Dumai dari Pekanbaru:
1.Travel Permata Bunda
Contact: 081276918989 / 081275189868
Harga terakhir: Rp.120.000 (Juni 2014)

2.Travel Karya Maju
Contact: 076535239
Harga terakhir: Rp.200.000 (Juni 2014)

Di kota Dumai saya biasanya memilih tinggal di pusat kotanya, baik itu di Hotel maupun penginapan kecil jika dana sedang tidak mencukupi. Pilihan hotel saya biasanya jatuh ke Hotel City di jalan Sudirman. Karena pertama kali di Dumai saya menginap disini, akhirnya jadi familiar. 

Hotel City (bangunan yang berwarna pink)

Rate harganya pun masih lumayan terjangkau. Terakhir saya pilih Room Standar dengan rate Rp. 275.000/malam. Pilihannya ada yang single bed maupun Double. Fasilitas yang kita dapatkan disini juga lumayan. Kamar mandi dengan shower air panas. Bathub (untuk room diatas standart), wifi, dan sarapan untuk 2 orang tiap harinya.Hanya saja untuk sarapan, seperti managemen hotel perlu sedikit berbenah diri. Menu yang ditawarkan terlalu monoton, biasanya nasi goreng terus sehingga cepat membuat bosan.

Room Standart Hotel City

Jika ingin memilih hotel atau penginapan lain, disepanjang jalan sudirman ini memang pusatnya. Tinggal cari-cari saja yang sesuai dengan keinginan dan budget kamu. Mulai dari yang mewah macam Grand Zuri atau Hotel Comfort sampe penginapan-penginapaan sederhana dengan tarif 50 ribuan permalam.

Hotel Comfort. Lokasinya dekat dengan Hotel City

Lanjut ke soal Transportasi. Berhubung saya emang gak bisa mengendarai jenis kendaraan apapun, masalah ini jadi isu itu saat ke Dumai. Di kota ini, transportasi umumnya terbatas banget. Ada sih angkot, cuma angkotnya masih gak bernomor dan jalur trayeknya masih gak jelas. Jadi cuma angkot-angkot pribadi yang gak ada aturan jelasnya. Pernah saya naik angkot dan dianterin ke suatu tempat yang gak begitu jauh, eh sang supir minta Rp.10,000. Alasannya itu bukan jalur trayek dia. Ya mana saya tahu kan. 

Sudut jalan di kota Dumai. Sepi angkutan umum

Jadi kalau mau naik angkot di Dumai ini harus tau pasti jalur angkot yang emang dilewatin si empunya angkot tersebut. Pilihan lain, banyak Bentor (becak motor), becak dan ojek yang siap nganterin kamu kemana-mana. Well, harus pinter-pinter nawar ya, soalnya suka ngasih harga yang mahal kalau tahu kita bukan orang asli situ. Better, kalau di Dumai ini sih bawa kendaraan sendiri aja. Pernah temen sewa motor cuma Rp.50.000 sehari. Kalau sewa mobil sekitar Rp.250rb sampai Rp.300rb. Coba aja tanya sama resepsionis tempat kamu menginap, biasanya mereka sediain atau minimal tahu info dimana kamu bisa sewa kendaraan.

Gak lengkap ya kalau ke suatu kota tanpa nyobain makanan khas daerah sana. Well, sayangnya selama disini saya gak pernah nemuin makanan yang khas banget dari Dumai. Dan setelah nanya orang sana emang katanya gak ada yang makanan besar yang khas dari sini. Disini tempat makan didominasi sama Rumah-rumah makan padang. Ya karena emang mayoritas disini banyak pendatang dari daerah sana. Tapi kalau lagi bosen makan yg bersantan dan mau keliling-keliling bisa juga nemu makanan yang lain. Rekomendasi kalau mau berburu kuliner sih dateng aja ke Alun-alun didepan Ramayan atau ke Jalan Ombak.

Ramayana di Kota Dumai. Salah satu pusat hiburan dan shopping di kota ini.

Oleh-oleh khas daerah sini itu adalah keripik cabe. Keripik singkong yang diiris kecil-kecil dengan tekstur yang agak keras terus dikasih bumbu cabai. Tapi kalau misalnya pemgen beli oleh-oleh yang lain, belinya di Pekanbaru aja nanti pas perjalanan pulang.
Kripik Cabai. Oleh-oleh khas Dumai

Di Dumai ini biasanya saya bekerja di daerah KID (Kawasan Industri Dumai) di Pelintung, perjalanan kesana dari Dumai kota kira-kira 1 jam dengan motor. Sering juga kerja di daerah Lubuk Gaung, perjalanan 30 menit dari Dumai Kota. Disana memang pusatnya-pusatnya pabrik minyak, baik itu minyak sawit atau minyak bumi serta pelabuhan tempat kapal-kapal perdagangan berlabuh.

Tanki-tanki minyak di Kawasan Industri Dumai.

Untuk tempat berwisatanya sendiri, seperti di Dumai gak banyak pilihan, namanya juga kota yang mayoritas Industri. Selain Ramayan dengan alun-alunnya yang ramai kalau malam, terutama malam minggu, ada juga beberapa pantai yang katanya bagus. Sayang sekali saya belum pernah mengunjungi pantai-pantainya. Oh iya, dari Dumai ini kamu bisa naik kapal fery kalau mau ke Batam dan Singapura. 

Oke deh, segitu dulu sekelumit catatan perjalanan saya di kota Dumai. Bagi saya, kota Dumai ini spesial banget, karena ketika saya jauh dari Jakarta dan orang-orang kesayangan disana, biasanya di Kota ini saya bisa kembali dekat dengan sosok seseorang disana meski hanya lewat berbalas pesan dan suara. *cie curcol xD

"Di Dumai juga ada cinta"

Ciaaao!! Keep Travelling, Go get lost!

Friday, July 18, 2014

My 24th Birthday Gift

Finally, I'm 24 years old now. Arghhh... Feeling so old. :|
Well, untuk bahasan filosofis diumur saya yang makin menua ini dibahas lain kali aja kali ya, soalnya di pertambahan umur kali ini, saya agak "denial" gitu dan gak mau terlalu pusing memikirkan hal yang berat-berat dulu.

Kali ini ada yang beda. Kalau biasanya pas saya berulang tahun ibu dan adik-adik saya akan memberikan kado yang gak jauh-jauh dari kemeja, kaos ataupun tas baru, kali ini berhubung saya lagi memprogramkan diri untuk menurunkan berar badan, mereka malah memberikan barang-barang ini. Sebuah hul


Sebuah hulahoop berdiamater 80cm yang dihiasi kertas krep warna-warni. Lucu ya.. :3

Sepasang alat latihan genggaman tangan dan sepasang dumbel ukuran 2 kg.

Terima kasih Ayah, Ibu dan kedua adikku. <3 b="">
Terima kasih telah bersama dan bersabar kepada Akbar selama ini. :')

============================================

Sejauh ini saya belum berhasil memainkan hulahoop-nya dan masih jadi pajangan dikamar aja. XD

Saturday, June 21, 2014

Berhenti dan jatuh cintalah...

Sebulan terakhir ini, kehidupan normal saya terasa terhenti..

Tiada lagi macet yang harus dicumbui tiap pagi..
Tiada lagi wajah sinis rekan kantor yang memandang saya karena datang terlambat..
Tiada lagi susu kambing hangat yang disiapkan ibu untuk saya tiap pagi..
Tiada lagi suara dari ayah, ibu dan kedua adik saya yang biasa saya dengar sepulang bekerja..
Tiada lagi suasana pengap beserta kasur kapuk super empuk yang menemani tiap tidur..
Tiada lagi acara berkumpul dengan kawan-kawan terbaik tiap akhir pekan...

Semua terasa berubah... Saya terasing disebuah tempat yang sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi saya. Sebuah kota besar tapi terasa begitu sepi di bagian barat Indonesia.

Sebenarnya saya benci berada disini untuk kesekian kalinya. Suasananya yang terasa sangat sepi selalu berhasil membuat saya menjadi uring-uringan. Oke, saya memang suka menyendiri. Saya suka suasana sepi. Tapi saya suka melakukan itu semua ditempat yang ramai. Bukan tempat yang benar-benar sepi seperti ini.

Dan keadaan yang seperti ini selalu berhasil meluluh-lantakan pertahanan hati yang sekuat tenaga saya bangun selama ini. Disaat tidak ada seorang pun disampingmu, kamu pun akan terpaksa jujur kepada dirimu sendiri terhadap semua pembohongan diri. Kamu pun akan tahu tentang siapa yang benar-benar kalian rindu. Siapa yang paling ingin kamu dengar suaranya. Siapa yang pertama kali terlintas dikepalamu saat melihat hujan turun.

Ayah. Ibu. Kedua Adik-adiku. Kawan-kawan terbaikku.. Lalu yang tidak terduga.. Kamu

Dinding-dinding kuat yang kubangun dengan susah payah seolah hilang, seperti debu yang disapu sang bayu. Pencitraan. Jaga Image. Gengsi. Semua hal itu menjadi kata-kata tanpa arti. Akupun tidak memiliki cukup obat bius untuk membohongi hatiku, bahwa aku rindu kamu.

Aku pun kembali naif. Reaksi-reaksi kimia akibat perasaan itu hampir saja membuat tubuhku meledak karena tidak kuat menampungnya. Jantungku berdetak lebih kencang dibandingan tes lari atletik mengelilingi 6 kali putaran lapangan olahraga. 

Terkadang, memang mencintai seseorang bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.

Aku jadi suka tersenyum-senyum sendiri memandangi setiap baris pesan darimu. Lalu tanganku pun tak mau kalah dengan jantungku, bergetar dan berdetak hebat saat menelponmu hingga sering kali aku kehilangan kata untuk diucapkan. Kamu membuat aku kembali menjadi diriku yang dahulu. Ah tidak... sepertinya memang selama ini pun aku tetap selalu begini, tetap mencintaimu.

Aku berhenti sejenak.. Mencerna setiap bisik dari hati yang selama ini aku abaikan atau bahkan aku bungkam suaranya. Dan aku kembali jatuh cinta...

Akhirnya aku juga harus berterima kasih kepada kota ini. Karena disini, sering kali hal-hal yang tidak terduga mulai tertulis kisahnya.

-Dumai, 17 Juni 2014-

Tuesday, June 17, 2014

Why you should or should not choose me as your Boyfriend

-Why you should:

  1. Saya tidak suka nonton bola atau bermain game. Saya akan punya banyak waktu untuk kamu. :)
  2. I love to eat. Dijamin perbaikan gizi deh kalau jalan sama saya. ;) 
  3. Setia. Sama kejombloan saja saya setia, gimana sama kamu. :3 
  4. I’m chubby. Enak buat dicubit-cubit dan dipeyuk-peyuk. XD 
  5. I’m not good looking. Probabilitas saya selingkuh atau tebar-tebar pesona kecil. :p 
  6. Good listener. Saya siap dengerin semua cerita kamu.
  7. Saya sangat suka menelpon dan benci pesan singkat. Jadi bisa nelponin kamu tiap hari.
  8. Alhamdulilah udah kerja. 
  9. Ingin menikah diusia yang muda. Ingin menjadi sosok suami dan ayah yang baik.

- Why you should not

  1. I’m drama king. -__-
  2. Sometimes really insecure, posesif, cemburuan, ngambekan, over sensitive. Moody. Easy distracted. Mode default: Senggol Bacok. 
  3. Mr. Not Drive at all. Belum bisa bawa kendaraan jenis apapun. Jadi susah kalau harus jemput-jemput kamu. :(
  4. Introvert. Jarang bicara, apalagi tentang kehidupan pribadi. Lonerwolf wanna be. Kamu bakal berasa pacaran sama orang yang sok misterius dengan kerpribadian yang tidak bisa kamu kenali. 
  5. Internet addict. Waktu saya bakal banyak habis didunia maya. 
  6. Gak ganteng. Gak tinggi. Kulit hitam. Wajah brewokan. Perut gendut. Badan tambun. You can’t find something good phsycly in me. 
  7. Pemalas. Hobi makan dan bergadang. Bangun siang. Bisa menghabiskan waktu berhari-hari dengan Cuma uring-uringan dikamar. 
  8. Social Phobia. Bakal kikuk kalau harus ikut kamu ngumpul sama teman-teman kamu. Atau bakal awkward banget kalau ketemu sama keluargamu. 
  9. Suka “autis” sendiri. Bisa seketika gak peduli dengan keadaan disekitar dan sibuk dengan isi kepala saya sendiri. 
  10. Alergi jalan-jalan ke mall atau tempat keramaian lainnya. 
  11. Otaku, Geek, Nerd Minded. Suka hal-hal yang kekanak-kanakan sampai hal-hal yang agak freak dan anti-mainstream. 
  12. Ibu saya sendiri mengatakan kalau saya kekanak-kanakan. Meski umur sudah hampir seperempat abad tapi kedewasaaan saya gak jauh sama anak yang baru puber. 
  13. Not good with children or elderly people. 
  14. Pendidikan formal masih dibawah rata-rata. Jalur karir masih biasa-biasa aja. Gajipun antara ada dan tiada. orz
  15. Dalam keseharian masih suka jauh dari ajaran Islam. Belum bisa jadi imam yang baik bagi kamu atau keluarga kita kelak. 
  16.  ((( And more.. and more... and moreeeeeee....... ))) 
Well, bahkan saya sendiri lebih banyak menemukan alasan untuk tidak menjadikan diri saya sebagai seorang pacar yang ideal. Saya tidak bisa berjanji untuk bisa merubah itu semua, meski sebenernya perubahan itu adalah hal yang sangat pasti, baik kearah yang lebih positif atau malah negati.

Saya hanya bisa berjanji untuk selalu mengusahakan yang terbaik untukmu. Karena saya yakin, kamulah yang terbaik untuk saya.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kamu yang untuk saya, ya siapa lagi? <3 b="">

Sunday, May 25, 2014

Di semesta yang lain...

Di semesta yang lain itu.. 
Mungkin kita sudah bahagia bersama...

Aku akan membangunkanmu dengan kecupan hangat dipagi hari saat kau masih terlihat acak-acakan..
Tidak bagiku, bangun tidurpun, kau sudah cantik.

Lalu kau akan memandangiku dengan heran, tapi kau tahu bahwa tabiat ku memang suka aneh begitu.

Lalu kita akan sarapan bersama. Menikmati omurice yang coba aku buat. Kau akan meledeknya karena bentuknya aneh, tapi kau tetap memakannya.

Dicangkirmu ada teh. Dicangkirku berisi kopi. Lalu aku akan meminum juga cangkir milikmu. Karena aku memang suka keduanya.

Lalu kita akan pergi keluar. Menikmati udara pagi di negara ini. Negara yang selalu ingin kau kunjungi.
Kau memakai jaket sedangkan aku cukup dengan kemejaku saja. "Lemak ku sudah tebal" itu yang kujawab saat kau tanya.

Dengan malu, aku berusaha menggandeng tanganmu yang selalu terasa imut bagiku. Jari-jarimu yang rasanya kecil sekali ditanganku. Lalu kau menggenggam balik tanganku. Kau tahu? Aku sangat bahagia.

Di semesta yang lain itu..
Mungkin aku bisa memilikimu.
Sedangkan aku? Aku sedari awal memang sudah milikmu.

Di semesta yang lain itu..
Mungkin kau mencintaiku.
Aku? Aku mencintaimu dari pertama kita bertemu.

Di semesta yang lain itu..
Kita bersama. Kita bahagia

Lalu kawanku datang. Menepuk bahuku. Membuyarkan semua lamunanku tentang kita.
Dia kemudian berbicara sambil menatap dengan matanya yang tajam.

"Kalau bisa di semesta ini? Kenapa harus di semesta yang lain?" 

Sayonara Grandma

Kamis, 1 Mei 2014.

Saat saya sekeluarga sedang bersantai karena hari itu adalah hari buruh dan tanggal merah, tiba-tiba saja ada sms mengejutkan yang dikirimkan oleh tante saya. Kondisi nenek saya memburuk. Kami harus segera kesana. Akhirnya ayah dan ibuku yang berangkat duluan kesana. Memang sudah sejak 8 tahun ini, nenek saya menderita pengapuran tulang sehingga beliau tidak bisa bangun dari tempat tidur. Anggota badannya jadi sulit digerakkan.

Saya yang memang malamnya bergadang, berpikir bahwa mungkin hanya sakit biasa, tidak terjadi apa-apa sehingga saya memutuskun untuk tidur. Tapi beberapa menit kemudian, ada telpon dari Ibu saya yang mengabarkan bahwa nenek saya sudah meninggal.

Saya pun bergegas kesana. Ya.. Nenek sudah meninggal. Para sanak saudara dan tetangga berdatangan mengucapkan belasungkawa. Entah, saya jadi seperti orang ling-lung. Tidak tau harus bagaimana dan berbuat apa. Akhirnya saya hanya meembantu sesuai dengan yang orang-orang suruh.

Yang saya sesali adalah... Hubungan saya dengan nenek selama ini memang tidak dekat. Semenjak saya SMP, saya tidak lagi sering bermain kesana. Bahkan sejak nenek sakit, saya jarang sekali menengoknya.
Rasanya hampa... Ada rasa kehilangan.. Tetapi sedikit saja...

Memang benar, besarnya rasa kehilangan kita terhadap seseorang itu bergantung dengan seberapa kita dekat dengan mereka disaat mereka masih ada.

Lalu kenapa didiri saya rasa itu hanya samar-samar terasa?

Saya memang tipe orang yang jauh dari sanak saudara. Tapi saya tidak ingin hal ini terjadi lagi... Saya ingin menghabiskan moment hidup saya sebanyak mungkin dengan mereka.

Semoga Nenek saya diberi tempat yang terbaik dan pengampunan disisi-Nya.
Amien.


Saturday, May 17, 2014

Bukannya aku...

Bukannya aku tidak mau menikah..
Aku hanya tidak mau membawa dirimu ke hidupku yang rumit

Bukannya aku tidak mau mengadakan acara resepsi pernikahan..
Aku takut kamu jadi sedih dan malu karena tidak ada teman ataupun saudaraku yang akan datang.

Bukannya aku tidak mau mempunyai anak..
Aku takut tidak bisa memberikan kehidupan yang bahagia kepada mereka, padahal aku yang membawa mereka dari surga sana ke dalam dunia ini.

Bukannya aku tidak mau memperjuangkanmu..
Hanya saja... bukankah kamu akan lebih bahagia dengan seseorang lain disana?

Bukannya aku mau selalu hidup sendiri..
Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain dengan masalah-masalahku. Apalagi merepotkanmu.

Bukannya aku tidak mau menikahimu..
Tapi apa tega aku membuat kamu menangis saat kita bertengkar masalah-masalah rumah tangga nanti?

Bukannya aku tidak akan menyesal...
Sedari sekarang, aku yakin ini akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.

Bukannya... Bukannya aku tidak menyayangimu...
Tapi apa itu cukup bagimu.. Aku.. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia saja.


Untuk seseorang disana...

Janji?

"Gue gak mau nikah nanti.."

"Gue gak mau jadi PNS.."

"Gue gak mau lagi pacaran.."

"Gue mau tinggal di Jepang dan gak mau balik ke Indonesia.."

"Gue golput, gw gak bakal mau ikut milih sampai kapanpun.."

"Gue gak mau sama cewek Indonesia, yang chinese lebih smart.."

"Gue gak mau kerja di perusahaan orang, gue mau usaha sendiri.."

"Gue gak mau ketemu dia lagi sampai kapanpun.."

"Gua gak bakal jadian sama dia.."

"Gua gak bakal mau balikan sama dia.."

Akhir-akhir ini, janji (kalau memang hal tersebut bisa dikategorikan janji) itu sering saya dengar dari orang-orang disekitar saya.

Entah.. saat mereka mengucapkan hal tersebut dihadapan saya, saya merasakan ada amarah. dendam, kebencian, penyesalan. Terkadang ada juga mimpi dan harapan. Kata-kata ini seolah diucapkan oleh seorang hamba sombong kepada tuannya. Seolah menantang takdir dan ketentuan-Nya.

Sebenarnya saya sendiri juga beberapa kali mengucapkan hal-hal seperti itu. Ucapan yang terlontar sebagai bentuk perisai diri dari rapuhnya hati. Pelarian dari pergolakan harapan dengan kenyataan.

Wednesday, April 9, 2014

Pemilu 2014. Say no to Golput

Yeaaay... Akhirnya pesta demokrasi dimulai! *Senengnya bukan karena libur sih, tapi karena libur :p
Dan pada pemilu kali ini ada yang berbeda. Akhirnya adek gw yang paling kecil, si Upi Nur'aini tahun ini gak cuma jaga rumah lagi ketika orang rumah yang lain pada nyoblos. Soalnya tahun ini dia udah genap 17 tahun, tapi belum punya KTP, hahaha.

'

Semoga wakil-wakil rakyat yang udah gw pilih bisa merubah Indonesia ke arah yang lebih baik!
Golput emang terlihat keren dan anti-mainstream, tapi itu nunjukin kalo kita gak peduli sama nasib bangsa ini.
Singkat kata, "Kalo Golput, Nanti gak boleh protes sama keadaan Indonesia!"

So, say no to Golput!