Wednesday, April 8, 2020
Tuesday, May 1, 2018
Near death experience
Thursday, November 10, 2016
Perjalanan
Dari dulu saya memang ingin selalu berjalan dengan cepat. "Biar lebih cepat sampai", pikir saya. Tidak perlu banyak pertimbangan, diskusi atau pun mengkhawatirkan diri sendiri maupun orang lain. Terjang. Hantam. Bebas mengikuti imaji diri.
Tapi terkadang kaki saya lelah. Sering juga saya terjatuh, bahkan sampai hilang arah.
Sekarang saya ingin menempuh perjalanan yang lebih jauh, sangat jauh, dan rasanya saya tidak bisa sendiri. Meski suatu tujuan itu sangat penting, tapi saya mulai mengerti dengan mereka yang mengatakan. "Life's a journey, not a destination".
Dengan izin-Nya, saya butuh kamu untuk berjalan bersama.
Saturday, August 6, 2016
Karena semua ada batasnya
Janganlah kau uji dirinya dengan selalu meminta yang lebih..
Yah kita sebagai manusia memang cenderung selalu meminta yang lebih, lebih lagi, lebih terus...
Ada yang bilang, "Sabar ada tidak ada batasnya".
Padahal menurut saya kesabaran itu seperti lautan. Terlihat tidak terbatas, tapi ternyata berbatas.
Jikalau pun sabar memang tidak terbatas, setidaknya pemakluman ada batasnya.
Cinta? Cinta pun saya yakin ada batasnya. Karena hanyalah Diri-Nya lah yang tak berbatas.
Don't take it for granted.
Hargai sesuatu, terlebih orang-orang yang ada didekatmu, seolah mereka bisa pergi kapan saja.
Jatuh cinta sendirian
Seorang pria yang menaruh hati pada gadis yang hanya bisa dilihatnya dari kaca etalase toko.
Cinta yang tiada berbalas...
Apapun itu, cinta juga kan namanya?
Sunday, September 13, 2015
Finally... Beard Flower
Pertarungan yang tidak pernah dimenangkan
Thursday, August 27, 2015
Kadang rasanya seperti ingin menyerah saja ya
Saya tipe orang yang mungkin gampang ter-distrac oleh lingkungan sekitar. Di umur saya yang sudah seperempat abad ini, pencapain orang lain dalam hal karir, finansial dan asmara seringkali membuat saya ketar-ketir.
Rasanya jika melihat orang yang seumuran bahkan lebih muda dan pencapaiannya sudah amat sangat jauh diatas saya, rasanya ingi ngamuk-ngamuk dan teriak "udah ah bubar aja, bubar". Sifat jelek saya ini tidak pernah hilang. Jika mengerjakan atau menjalani sesuatu dan ditengah jalan hasilnya terlihat tidak sesuai maka saya akan langsung berhenti atau mereset kembali semua yang sudah saya kerjakan. Itulah mengapa saya tidak pernah suka bermain game. Selalu saya reset.
Meski saya sering menghibur diri dengan ucapan,
"Jalan orang kan beda-beda. Bahagia tiap orang kan beda caranya"
Tapi nyatanya, saya masih sering memimpikan apa yang orang lain punya. Masih berharap saya bisa setara atau bahkan melebihi mereka.
Ini sifat yang buruk ya?
Monday, August 24, 2015
Pernikahan, apa semuanya tentang uang?
"Kerja dulu yang bener, baru nanti cari jodoh..."
Kira-kira seperti itulah yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya. Dan menurut saya, kalimat itu harus ditambahkan dengan,
"Kaya dulu sana, baru mikirin nikah..."
Ya, kurang lebih begitulah yang saya rasakan.
Saya tidak menampik, kekayaan materi sangat penting dalam memulai sebuah rumah tangga.
Mulai dari biaya lamaran, resepsi dengan segala tetek bengeknya, bulan madu, tempat tinggal beserta isinya. Setidaknya hal-hal ini perlu disiapkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi apa semuanya perlu "lebih"?
Lamaran dengan hantaran yang cukup buat makan sekampung..
Mas kawin yang beratnya berkilo-kilo..
Bulan madu keliling dunia..
Resepsi megah yang rasanya ingin menyaingi pangeran inggris..
Rumah yang seperti istana dengan isi perabotan yang serba lengkap..
Mungkin bagi sebagian orang, hal ini bisa dengan mudah dipenuhi. Tapi bagi kami, hal ini membuat kami rasanya tak ingin menikah..
Ah ini cuma keluhan saya saja, pria yang belum cukup mencukupi kebutuhannya tapi ingin segera menyempurnakan agamanya..
Thursday, January 8, 2015
Karena cinta saja memang tidak cukup
Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.
Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.
Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian..
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...
Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.
Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.
Cinta?
Hah? Benda apa ya itu?
Sunday, August 3, 2014
Jangan bunuh diri, Jangan menyerah kawan.
Tuesday, July 29, 2014
Travelling ke Dumai
Dumai ini katanya kota terbesar kedua di Indonesia loh. Emang sih luas banget plus penduduknya yang gak terlalu padat, jadi kerasa lowong banget kota ini. Untuk pusat kotanya sendiri sebenernya gak terlalu besar, disini malah belum ada yang namanya Mall dan Bioskop. Terbilang sepi untuk sebuah pusat kota.
Kota ini yang juga emang deket banget sama laut, kebanyakan diisi dengan pabrik-pabrik minyak, baik itu minyak bumi atau minyak sawit. Jadi jangan heran kalau kamu jalan sedikit aja, pasti ketemu dengan pabrik plus tangki-tangki penampungan minyaknya yang besar-besar banget. Bahkan saking identiknya kota ini dengan industri minyaknya, bekerja dipabrik-pabrik itu seolah menjadi pekerjaan yang bonafit dan terpandang bagi penduduk dikota ini.
Friday, July 18, 2014
My 24th Birthday Gift
Saturday, June 21, 2014
Berhenti dan jatuh cintalah...
Tiada lagi macet yang harus dicumbui tiap pagi..
Tiada lagi wajah sinis rekan kantor yang memandang saya karena datang terlambat..
Tiada lagi susu kambing hangat yang disiapkan ibu untuk saya tiap pagi..
Tiada lagi suara dari ayah, ibu dan kedua adik saya yang biasa saya dengar sepulang bekerja..
Tiada lagi suasana pengap beserta kasur kapuk super empuk yang menemani tiap tidur..
Tiada lagi acara berkumpul dengan kawan-kawan terbaik tiap akhir pekan...
Semua terasa berubah... Saya terasing disebuah tempat yang sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi saya. Sebuah kota besar tapi terasa begitu sepi di bagian barat Indonesia.
Sebenarnya saya benci berada disini untuk kesekian kalinya. Suasananya yang terasa sangat sepi selalu berhasil membuat saya menjadi uring-uringan. Oke, saya memang suka menyendiri. Saya suka suasana sepi. Tapi saya suka melakukan itu semua ditempat yang ramai. Bukan tempat yang benar-benar sepi seperti ini.
Dan keadaan yang seperti ini selalu berhasil meluluh-lantakan pertahanan hati yang sekuat tenaga saya bangun selama ini. Disaat tidak ada seorang pun disampingmu, kamu pun akan terpaksa jujur kepada dirimu sendiri terhadap semua pembohongan diri. Kamu pun akan tahu tentang siapa yang benar-benar kalian rindu. Siapa yang paling ingin kamu dengar suaranya. Siapa yang pertama kali terlintas dikepalamu saat melihat hujan turun.
Ayah. Ibu. Kedua Adik-adiku. Kawan-kawan terbaikku.. Lalu yang tidak terduga.. Kamu
Dinding-dinding kuat yang kubangun dengan susah payah seolah hilang, seperti debu yang disapu sang bayu. Pencitraan. Jaga Image. Gengsi. Semua hal itu menjadi kata-kata tanpa arti. Akupun tidak memiliki cukup obat bius untuk membohongi hatiku, bahwa aku rindu kamu.
Aku pun kembali naif. Reaksi-reaksi kimia akibat perasaan itu hampir saja membuat tubuhku meledak karena tidak kuat menampungnya. Jantungku berdetak lebih kencang dibandingan tes lari atletik mengelilingi 6 kali putaran lapangan olahraga.
Aku jadi suka tersenyum-senyum sendiri memandangi setiap baris pesan darimu. Lalu tanganku pun tak mau kalah dengan jantungku, bergetar dan berdetak hebat saat menelponmu hingga sering kali aku kehilangan kata untuk diucapkan. Kamu membuat aku kembali menjadi diriku yang dahulu. Ah tidak... sepertinya memang selama ini pun aku tetap selalu begini, tetap mencintaimu.
Aku berhenti sejenak.. Mencerna setiap bisik dari hati yang selama ini aku abaikan atau bahkan aku bungkam suaranya. Dan aku kembali jatuh cinta...
Akhirnya aku juga harus berterima kasih kepada kota ini. Karena disini, sering kali hal-hal yang tidak terduga mulai tertulis kisahnya.
-Dumai, 17 Juni 2014-
Tuesday, June 17, 2014
Why you should or should not choose me as your Boyfriend
-Why you should:
- Saya tidak suka nonton bola atau bermain game. Saya akan punya banyak waktu untuk kamu. :)
- I love to eat. Dijamin perbaikan gizi deh kalau jalan sama saya. ;)
- Setia. Sama kejombloan saja saya setia, gimana sama kamu. :3
- I’m chubby. Enak buat dicubit-cubit dan dipeyuk-peyuk. XD
- I’m not good looking. Probabilitas saya selingkuh atau tebar-tebar pesona kecil. :p
- Good listener. Saya siap dengerin semua cerita kamu.
- Saya sangat suka menelpon dan benci pesan singkat. Jadi bisa nelponin kamu tiap hari.
- Alhamdulilah udah kerja.
- Ingin menikah diusia yang muda. Ingin menjadi sosok suami dan ayah yang baik.
- Why you should not
- I’m drama king. -__-
- Sometimes really insecure, posesif, cemburuan, ngambekan, over sensitive. Moody. Easy distracted. Mode default: Senggol Bacok.
- Mr. Not Drive at all. Belum bisa bawa kendaraan jenis apapun. Jadi susah kalau harus jemput-jemput kamu. :(
- Introvert. Jarang bicara, apalagi tentang kehidupan pribadi. Lonerwolf wanna be. Kamu bakal berasa pacaran sama orang yang sok misterius dengan kerpribadian yang tidak bisa kamu kenali.
- Internet addict. Waktu saya bakal banyak habis didunia maya.
- Gak ganteng. Gak tinggi. Kulit hitam. Wajah brewokan. Perut gendut. Badan tambun. You can’t find something good phsycly in me.
- Pemalas. Hobi makan dan bergadang. Bangun siang. Bisa menghabiskan waktu berhari-hari dengan Cuma uring-uringan dikamar.
- Social Phobia. Bakal kikuk kalau harus ikut kamu ngumpul sama teman-teman kamu. Atau bakal awkward banget kalau ketemu sama keluargamu.
- Suka “autis” sendiri. Bisa seketika gak peduli dengan keadaan disekitar dan sibuk dengan isi kepala saya sendiri.
- Alergi jalan-jalan ke mall atau tempat keramaian lainnya.
- Otaku, Geek, Nerd Minded. Suka hal-hal yang kekanak-kanakan sampai hal-hal yang agak freak dan anti-mainstream.
- Ibu saya sendiri mengatakan kalau saya kekanak-kanakan. Meski umur sudah hampir seperempat abad tapi kedewasaaan saya gak jauh sama anak yang baru puber.
- Not good with children or elderly people.
- Pendidikan formal masih dibawah rata-rata. Jalur karir masih biasa-biasa aja. Gajipun antara ada dan tiada. orz
- Dalam keseharian masih suka jauh dari ajaran Islam. Belum bisa jadi imam yang baik bagi kamu atau keluarga kita kelak.
- ((( And more.. and more... and moreeeeeee....... )))
Saya hanya bisa berjanji untuk selalu mengusahakan yang terbaik untukmu. Karena saya yakin, kamulah yang terbaik untuk saya.
Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kamu yang untuk saya, ya siapa lagi? <3 b=""> 3>
Sunday, May 25, 2014
Di semesta yang lain...
Aku akan membangunkanmu dengan kecupan hangat dipagi hari saat kau masih terlihat acak-acakan..
Tidak bagiku, bangun tidurpun, kau sudah cantik.
Lalu kau akan memandangiku dengan heran, tapi kau tahu bahwa tabiat ku memang suka aneh begitu.
Lalu kita akan sarapan bersama. Menikmati omurice yang coba aku buat. Kau akan meledeknya karena bentuknya aneh, tapi kau tetap memakannya.
Dicangkirmu ada teh. Dicangkirku berisi kopi. Lalu aku akan meminum juga cangkir milikmu. Karena aku memang suka keduanya.
Lalu kita akan pergi keluar. Menikmati udara pagi di negara ini. Negara yang selalu ingin kau kunjungi.
Kau memakai jaket sedangkan aku cukup dengan kemejaku saja. "Lemak ku sudah tebal" itu yang kujawab saat kau tanya.
Dengan malu, aku berusaha menggandeng tanganmu yang selalu terasa imut bagiku. Jari-jarimu yang rasanya kecil sekali ditanganku. Lalu kau menggenggam balik tanganku. Kau tahu? Aku sangat bahagia.
Di semesta yang lain itu..
Mungkin aku bisa memilikimu.
Sedangkan aku? Aku sedari awal memang sudah milikmu.
Di semesta yang lain itu..
Mungkin kau mencintaiku.
Aku? Aku mencintaimu dari pertama kita bertemu.
Di semesta yang lain itu..
Kita bersama. Kita bahagia
Lalu kawanku datang. Menepuk bahuku. Membuyarkan semua lamunanku tentang kita.
Dia kemudian berbicara sambil menatap dengan matanya yang tajam.
"Kalau bisa di semesta ini? Kenapa harus di semesta yang lain?"
Sayonara Grandma
Saya yang memang malamnya bergadang, berpikir bahwa mungkin hanya sakit biasa, tidak terjadi apa-apa sehingga saya memutuskun untuk tidur. Tapi beberapa menit kemudian, ada telpon dari Ibu saya yang mengabarkan bahwa nenek saya sudah meninggal.
Saya pun bergegas kesana. Ya.. Nenek sudah meninggal. Para sanak saudara dan tetangga berdatangan mengucapkan belasungkawa. Entah, saya jadi seperti orang ling-lung. Tidak tau harus bagaimana dan berbuat apa. Akhirnya saya hanya meembantu sesuai dengan yang orang-orang suruh.
Yang saya sesali adalah... Hubungan saya dengan nenek selama ini memang tidak dekat. Semenjak saya SMP, saya tidak lagi sering bermain kesana. Bahkan sejak nenek sakit, saya jarang sekali menengoknya.
Rasanya hampa... Ada rasa kehilangan.. Tetapi sedikit saja...
Memang benar, besarnya rasa kehilangan kita terhadap seseorang itu bergantung dengan seberapa kita dekat dengan mereka disaat mereka masih ada.
Lalu kenapa didiri saya rasa itu hanya samar-samar terasa?
Saya memang tipe orang yang jauh dari sanak saudara. Tapi saya tidak ingin hal ini terjadi lagi... Saya ingin menghabiskan moment hidup saya sebanyak mungkin dengan mereka.
Semoga Nenek saya diberi tempat yang terbaik dan pengampunan disisi-Nya.
Amien.
Saturday, May 17, 2014
Bukannya aku...
Aku takut kamu jadi sedih dan malu karena tidak ada teman ataupun saudaraku yang akan datang.
Aku takut tidak bisa memberikan kehidupan yang bahagia kepada mereka, padahal aku yang membawa mereka dari surga sana ke dalam dunia ini.
Hanya saja... bukankah kamu akan lebih bahagia dengan seseorang lain disana?
Bukannya aku mau selalu hidup sendiri..
Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain dengan masalah-masalahku. Apalagi merepotkanmu.
Bukannya aku tidak mau menikahimu..
Tapi apa tega aku membuat kamu menangis saat kita bertengkar masalah-masalah rumah tangga nanti?
Bukannya aku tidak akan menyesal...
Sedari sekarang, aku yakin ini akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.
Bukannya... Bukannya aku tidak menyayangimu...
Tapi apa itu cukup bagimu.. Aku.. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia saja.
Untuk seseorang disana...
Janji?
"Gue gak mau ketemu dia lagi sampai kapanpun.."
"Gua gak bakal jadian sama dia.."
"Gua gak bakal mau balikan sama dia.."
Akhir-akhir ini, janji (kalau memang hal tersebut bisa dikategorikan janji) itu sering saya dengar dari orang-orang disekitar saya.
Entah.. saat mereka mengucapkan hal tersebut dihadapan saya, saya merasakan ada amarah. dendam, kebencian, penyesalan. Terkadang ada juga mimpi dan harapan. Kata-kata ini seolah diucapkan oleh seorang hamba sombong kepada tuannya. Seolah menantang takdir dan ketentuan-Nya.
Sebenarnya saya sendiri juga beberapa kali mengucapkan hal-hal seperti itu. Ucapan yang terlontar sebagai bentuk perisai diri dari rapuhnya hati. Pelarian dari pergolakan harapan dengan kenyataan.










