"Kalau nyapu rumah tuh yang bersih, kalau gak bersih nanti suami kamu brewokan lho"
(Seorang ibu-ibu tetangga)
Duh kalau gitu, kasihan dong saya bakal punya istri yang nyapunya gak bersih, hahaha.
And Yes! Saya sekarang brewokan. Setelah mati-matian dari kecil mengelak gak mau brewokan (padahal gen untuk tumbuh bewok sudah keliatan banget dari ayah dan kakek saya), akhirnya saya menyerah, membiarkan bulu-bulu diwajah saya ini tumbuh dengan sangat brutalnya, membuat saya terlihat seperti kera yang gagal berevolusi menjadi manusia. orz
Alasannya: Capek harus shaving tiap hari, belum lagi kalau buru-buru shavingnya, bisa berdarah dan iritasi kulit. Jadi sekarang saya lebih memilih membiarkannya tumbuh walau sesekali dirapihkan. Meski orang-orang disekitar saya banyak yang protes karena saya brewokan begini, katanya jadi terlihat tua lah, terlihat tidak terurus, kucel, kumal, kotor, tapi tak apalah, hehehe. Maap ya bunda dan adik-adikku.
Showing posts with label Foto. Show all posts
Showing posts with label Foto. Show all posts
Saturday, August 6, 2016
Sunday, September 13, 2015
Finally... Beard Flower
Dari awal mulai menumbuhkan brewok, sebenarnya saya sudah punya target untuk mengikuti foto ala-ala hipster barat yang menghias brewok mereka yang tebal menggunakan bunga-bunga atau tanaman. Istilahnya kerennya "Beard Flower"
Kok aneh-aneh aja ya mereka? Sebenernya sih gak aneh juga. Kaum hipster ini kan emang anti-mainstream, jadi gak ada yang aneh deh bagi mereka, hahaha.
Kalau gak salah trend ini muncul karena mereka beranggapan bahwa tumbuhnya brewok itu adalah hal yang natural buat cowok, sama seperti tumbuhnya tanaman di bumi ini. Let it grow men!
Dan akhirnya setelah bertahan 2 bulan tanpa kegiatan shaving karena emang lagi dinas di Kota Medan... Finallu.. My own Beard Flower, wkwkwk :p
Labels:
Foto,
My Journey
Sunday, February 8, 2015
Selfie 2014
Tahun 2014 ini foto-foto selfie gak jelasnya gak sebanyak tahun 2013 kemarin (udah mulai sadar diri, hihihi)
Yang bagi saya pribadi terasa unik, tahun ini kelihatan banget saya transformasi wajahnya menjadi tua gegara brewokan, hahaha. Dari awal tahun 2014 sampai bulan Mei, muka saya masih bersih kayak begini:
Dan mulai bulan juni, mulai males harus shaving tiap hari jadi membiarkan wajah ditumbuhi bulu-bulu gak jelas. Kadang kalau lagi bercermin, suka merasa mirip gorila, ahahaha XD
Dan mulai saat itu, belum pernah cukur sampai bersih banget. Entah kenapa, gak tega menumpas habis brewok saya ini. Tahun 2015 ini pun kayaknya masih nyaman begini, keliatan tua sih, tapi tak apalah XD
Thursday, November 13, 2014
To beard or not to beard?
Beards, or just any sort of facial hair, can change everything. Its work at least for me. XD
"Once you grow beard, you never go back."
Bener juga sih kata-kata itu. Dimulai dari gak sengaja males buat cukuran pas lagi dinas ke Dumai, akhirnya jadi terlalu nyaman dengan bulu-bulu yang tumbuh makin liar di muka ini. Meski orang-orang terdekat sudah sampai bosan menyuruh saya untuk bercukur karena katanya kalau brewokan gini saya terlihat tua, dekil, kumel tapi saya tetep aja bandel. Ya paling cuma di-trimming aja gak sampai dicukur habis. Soalnya kalau dicukur habis suka merasa kayak gambar dibawah ini.
Hahaha bener banget sih gambar ini. Meski emang saya terlihat jauh lebih muda kalau gak brewokan, tapi entah kenapa serasa ada yang kurang. Bukannya merasa lebih ganteng atau lebih macho sih dengan brewokan, cuma ya lebih pas aja gitu dimuka saya, hihihi.
So.. sampai ini saya masih bertekad untuk menjaga bulu-bulu muka ini tetap tumbuh, meski cuma tipis-tipis aja, sampai saatnya nanti emang harus dicukur bersih. Kalau kamu yang minta, apa sih yang nggak.. XD
Tuesday, July 29, 2014
Travelling ke Dumai
Sebenernya bukan travelling juga sih. Kalau bukan masalah kerjaan kayaknya saya juga gak bakal ke Dumai, hihihi.
Semenjak kerja ditempat yang sekarang, saya udah beberapa kali mengunjungi kota ini. Bahkan pernah stay disana sampai hampir 2 bulan. Ya meski udah lumayan sering kesana, tapi karena emang buat urusan kerjaan jadi gak terlalu bisa mengeksplor kota ini terlalu dalam. Ya disamping sebenernya saya juga bukan tipe orang yang suka jalan-jalan juga sih, plus gampang banget homesick, jadi kalau lagi diluar kota gitu biasanya fokus biar bisa cepet-cepet pulang.
Dumai ini katanya kota terbesar kedua di Indonesia loh. Emang sih luas banget plus penduduknya yang gak terlalu padat, jadi kerasa lowong banget kota ini. Untuk pusat kotanya sendiri sebenernya gak terlalu besar, disini malah belum ada yang namanya Mall dan Bioskop. Terbilang sepi untuk sebuah pusat kota.
Kota ini yang juga emang deket banget sama laut, kebanyakan diisi dengan pabrik-pabrik minyak, baik itu minyak bumi atau minyak sawit. Jadi jangan heran kalau kamu jalan sedikit aja, pasti ketemu dengan pabrik plus tangki-tangki penampungan minyaknya yang besar-besar banget. Bahkan saking identiknya kota ini dengan industri minyaknya, bekerja dipabrik-pabrik itu seolah menjadi pekerjaan yang bonafit dan terpandang bagi penduduk dikota ini.
Dumai ini katanya kota terbesar kedua di Indonesia loh. Emang sih luas banget plus penduduknya yang gak terlalu padat, jadi kerasa lowong banget kota ini. Untuk pusat kotanya sendiri sebenernya gak terlalu besar, disini malah belum ada yang namanya Mall dan Bioskop. Terbilang sepi untuk sebuah pusat kota.
Kondisi salah satu jalan utama di Kota Dumai pada siang hari
Kota ini yang juga emang deket banget sama laut, kebanyakan diisi dengan pabrik-pabrik minyak, baik itu minyak bumi atau minyak sawit. Jadi jangan heran kalau kamu jalan sedikit aja, pasti ketemu dengan pabrik plus tangki-tangki penampungan minyaknya yang besar-besar banget. Bahkan saking identiknya kota ini dengan industri minyaknya, bekerja dipabrik-pabrik itu seolah menjadi pekerjaan yang bonafit dan terpandang bagi penduduk dikota ini.
Tangki-tangki penampungan minyak seperti ini sangat banyak ditemui
Untuk mencapai kota ini, saya biasanya dari Jakarta naik pesawat ke Pekanbaru lalu melanjutkan perjalanan darat dari Pekanbaru ke Dumai dengan naik mobil travel selama kurang lebih 6 jam. Sebenarnya ada juga penerbangan lokal dari Pekanbaru ke Dumai, hanya saja katanya jumlah seatnya terbatas dan didominasi oleh sebuah perusahaan negara yang bergerak di bidang minyak bumi. Isunya akan segera dibangun jalan tol dari Pekanbaru ke Dumai, semoga saja cepat terlaksana karena memang lewat jalur yang sekarang itu sangat jauh dan banyak area-area jalan yang rusak sehingga membuat perjalanan terasa lama dan melelahkan.
Ada dua Travel yang saya biasa gunakan untuk mencapai Dumai dari Pekanbaru:
1.Travel Permata Bunda
Contact: 081276918989 / 081275189868
Harga terakhir: Rp.120.000 (Juni 2014)
2.Travel Karya Maju
Contact: 076535239
Harga terakhir: Rp.200.000 (Juni 2014)
Di kota Dumai saya biasanya memilih tinggal di pusat kotanya, baik itu di Hotel maupun penginapan kecil jika dana sedang tidak mencukupi. Pilihan hotel saya biasanya jatuh ke Hotel City di jalan Sudirman. Karena pertama kali di Dumai saya menginap disini, akhirnya jadi familiar.
Hotel City (bangunan yang berwarna pink)
Rate harganya pun masih lumayan terjangkau. Terakhir saya pilih Room Standar dengan rate Rp. 275.000/malam. Pilihannya ada yang single bed maupun Double. Fasilitas yang kita dapatkan disini juga lumayan. Kamar mandi dengan shower air panas. Bathub (untuk room diatas standart), wifi, dan sarapan untuk 2 orang tiap harinya.Hanya saja untuk sarapan, seperti managemen hotel perlu sedikit berbenah diri. Menu yang ditawarkan terlalu monoton, biasanya nasi goreng terus sehingga cepat membuat bosan.
Room Standart Hotel City
Jika ingin memilih hotel atau penginapan lain, disepanjang jalan sudirman ini memang pusatnya. Tinggal cari-cari saja yang sesuai dengan keinginan dan budget kamu. Mulai dari yang mewah macam Grand Zuri atau Hotel Comfort sampe penginapan-penginapaan sederhana dengan tarif 50 ribuan permalam.
Hotel Comfort. Lokasinya dekat dengan Hotel City
Lanjut ke soal Transportasi. Berhubung saya emang gak bisa mengendarai jenis kendaraan apapun, masalah ini jadi isu itu saat ke Dumai. Di kota ini, transportasi umumnya terbatas banget. Ada sih angkot, cuma angkotnya masih gak bernomor dan jalur trayeknya masih gak jelas. Jadi cuma angkot-angkot pribadi yang gak ada aturan jelasnya. Pernah saya naik angkot dan dianterin ke suatu tempat yang gak begitu jauh, eh sang supir minta Rp.10,000. Alasannya itu bukan jalur trayek dia. Ya mana saya tahu kan.
Sudut jalan di kota Dumai. Sepi angkutan umum
Jadi kalau mau naik angkot di Dumai ini harus tau pasti jalur angkot yang emang dilewatin si empunya angkot tersebut. Pilihan lain, banyak Bentor (becak motor), becak dan ojek yang siap nganterin kamu kemana-mana. Well, harus pinter-pinter nawar ya, soalnya suka ngasih harga yang mahal kalau tahu kita bukan orang asli situ. Better, kalau di Dumai ini sih bawa kendaraan sendiri aja. Pernah temen sewa motor cuma Rp.50.000 sehari. Kalau sewa mobil sekitar Rp.250rb sampai Rp.300rb. Coba aja tanya sama resepsionis tempat kamu menginap, biasanya mereka sediain atau minimal tahu info dimana kamu bisa sewa kendaraan.
Gak lengkap ya kalau ke suatu kota tanpa nyobain makanan khas daerah sana. Well, sayangnya selama disini saya gak pernah nemuin makanan yang khas banget dari Dumai. Dan setelah nanya orang sana emang katanya gak ada yang makanan besar yang khas dari sini. Disini tempat makan didominasi sama Rumah-rumah makan padang. Ya karena emang mayoritas disini banyak pendatang dari daerah sana. Tapi kalau lagi bosen makan yg bersantan dan mau keliling-keliling bisa juga nemu makanan yang lain. Rekomendasi kalau mau berburu kuliner sih dateng aja ke Alun-alun didepan Ramayan atau ke Jalan Ombak.
Ramayana di Kota Dumai. Salah satu pusat hiburan dan shopping di kota ini.
Oleh-oleh khas daerah sini itu adalah keripik cabe. Keripik singkong yang diiris kecil-kecil dengan tekstur yang agak keras terus dikasih bumbu cabai. Tapi kalau misalnya pemgen beli oleh-oleh yang lain, belinya di Pekanbaru aja nanti pas perjalanan pulang.
Kripik Cabai. Oleh-oleh khas Dumai
Di Dumai ini biasanya saya bekerja di daerah KID (Kawasan Industri Dumai) di Pelintung, perjalanan kesana dari Dumai kota kira-kira 1 jam dengan motor. Sering juga kerja di daerah Lubuk Gaung, perjalanan 30 menit dari Dumai Kota. Disana memang pusatnya-pusatnya pabrik minyak, baik itu minyak sawit atau minyak bumi serta pelabuhan tempat kapal-kapal perdagangan berlabuh.
Tanki-tanki minyak di Kawasan Industri Dumai.
Untuk tempat berwisatanya sendiri, seperti di Dumai gak banyak pilihan, namanya juga kota yang mayoritas Industri. Selain Ramayan dengan alun-alunnya yang ramai kalau malam, terutama malam minggu, ada juga beberapa pantai yang katanya bagus. Sayang sekali saya belum pernah mengunjungi pantai-pantainya. Oh iya, dari Dumai ini kamu bisa naik kapal fery kalau mau ke Batam dan Singapura.
Oke deh, segitu dulu sekelumit catatan perjalanan saya di kota Dumai. Bagi saya, kota Dumai ini spesial banget, karena ketika saya jauh dari Jakarta dan orang-orang kesayangan disana, biasanya di Kota ini saya bisa kembali dekat dengan sosok seseorang disana meski hanya lewat berbalas pesan dan suara. *cie curcol xD
"Di Dumai juga ada cinta"
Ciaaao!! Keep Travelling, Go get lost!
Labels:
about me,
artikel,
Foto,
Jalan-Jalan,
My Journey
Friday, July 18, 2014
Random Doodle in office "AFTER"
Lagi suka gambar-gambar iseng ketika agak lengang dikantor.
Gambar kali ini saya kasih judul "AFTER".
Hahaha, agak echi gitu ya gambarnya. Untung cuma digambar sebatas leher. Kalau diterusin, biasa bahaya. :3
Trus maksudnya "After" apaan tuh bar? After ngapain?
Yaaa,, You know lah XD
My 24th Birthday Gift
Finally, I'm 24 years old now. Arghhh... Feeling so old. :|
Well, untuk bahasan filosofis diumur saya yang makin menua ini dibahas lain kali aja kali ya, soalnya di pertambahan umur kali ini, saya agak "denial" gitu dan gak mau terlalu pusing memikirkan hal yang berat-berat dulu.
Kali ini ada yang beda. Kalau biasanya pas saya berulang tahun ibu dan adik-adik saya akan memberikan kado yang gak jauh-jauh dari kemeja, kaos ataupun tas baru, kali ini berhubung saya lagi memprogramkan diri untuk menurunkan berar badan, mereka malah memberikan barang-barang ini. Sebuah hul
Sebuah hulahoop berdiamater 80cm yang dihiasi kertas krep warna-warni. Lucu ya.. :3
Sepasang alat latihan genggaman tangan dan sepasang dumbel ukuran 2 kg.
Terima kasih Ayah, Ibu dan kedua adikku. <3 b="">3>
Terima kasih telah bersama dan bersabar kepada Akbar selama ini. :')
============================================
Sejauh ini saya belum berhasil memainkan hulahoop-nya dan masih jadi pajangan dikamar aja. XD
Labels:
about me,
curcol,
Foto,
My Journey
Sunday, July 6, 2014
Artwork: Love & Fight
Mulai lagi belajar untuk bikin artwork secara digital. Kebetulan temen-temen se-geng juga lagi demen bikin beginian.
Kali ini temanya mau bikin ilustrasi yang menggambarkan sosok saya dan dia yang berjudul "Love & Fight" *ceilaaah XD
(tetep ye, mau bikin artwork aja masih narsis pula)
Semua diselesaikan pakai Adobe Photoshop CS.
Dan berikut proses dari gambar tangan sampai selesai:
Oh iya, digambar terakhir ada tulisan "Langit Akbar" sebagai siganture design gue. Ya, gue kayaknya pengen pakai nama itu sebagai pen name gue. Jadi kalau ada yang mau manggil gue "Langit" juga boleh, hehehe. :p
"Jadi kamu putusin aku..." versi Adik gw @upinuraini
Jadi di Dunia Internet Indonesia, beberapa waktu yang lalu sempat populer banget tuh meme comic yang bertemakan "Jadi kamu mutusin aku karena dia.."
Mulai dari yang Cewek biasa aja yang tiba-tiba berubah jadi perempuan cakep, cowok yang yang tetiba berubah jadi maho, sampe yang aneh-aneh juga ada.
Kalau mau lihat contoh-contohnya bisa link ini:
Dan adek gue, sebagai salah satu anak gaul kelurahan srengseng sawah RW 08 juga gak mau kelewatan buat ikutan trend tersebut. Berhubung dia katanya juga lagi agak "broken hearted", jadilah dia sekalian curcol sambil bikin meme comics, ini, *Puk Puk Adikku. XD
Sunday, May 25, 2014
First Time Simple Cosplay @ HobbyFest 2014
Semejak mengenal fandom Jejepangan, sebenernya saya udah pengen banget nyobain cosplay. Keren aja gitu rasanya kalao kita jalan di festival Jepang ada yang lirik-lirik plus minta foto bareng, hehehe.
Tapi berhubungnya kayaknya buat cosplay itu gak gampang, apalagi yang sampe perlu buat kostum segala, akhirnya mau nyoba yang simpel aja deh, yang penting terlaksana.
Hal-hal yang besar selalu dimulai dari sebuah langkah kecil kan? :)
Ayo lebih mirip yang mana? :p
Berbekal sebuah Gakuran, akhirnya di acara HobbyFest 2014 yang bertempat di Gambir Expo, gue mau nyoab debut untuk cosplay. Niat awalnya sih mau cosplay jadi Kisaragi Gentaro a.k.a Kamenrider Fourze (foto yang paling kanan) tapi kalo dilihat-lihat, saya malah lebih mirip Kumai dari dorama Gakusen. Hahaha XD
Sebenernya dateng ke acara ini bukan cuma buat cosplay aja sih. Ada misi rahasia dari temen gue si @koganerior hihihi XD
Oke deh, berikut ini ada sedikit foto-foto saya yang mejeng disana. Ya meski gak ada yang ngelirik atau ngajak saya foto, tapi bangga lah sudah mulai memberanikan diri pakai baju-baju yang agak nyeleneh di event kayak gini, hihihih.
Me with Gundam.
Kalah tinggi saya :|
Foto sama salah satu kontestan event karoke.
Lucu yah? Kayak ABG saya. :p
Niatnya sih pengen bikin foto kayak "high-school student" couple gitu soalnya kita kan sama-sama pakai baju anak SMA Jepang. Tapi ternyata wajah saya gak bisa bohong. Tua banget. XD
Foto dengan sesama cosplayer juga.
Kayaknya mereka lagi cosplay sebagai idol group gitu deh.
Next target mau cosplay yang lebih nyentrik lagi ah, biar ada yang mau foto sama saya *teteup XD
Back to Nokia. And.. What? Yellow? Nokia Asha 210 dan Nokia Lumia 520 review
Berawal dari iseng-iseng pengen coba-coba gadget baru, plus hobi nongkrongin situs belanja online, akhirnya gue berhasil meminang duo dari nokia ini. Gak nyangka setelah selama ini jadi fanboy-nya Sony dan gadged2 kerehore dari negri tirai bambu, gue bakal balik lagi ke merk Handphone yang pertama kali gue beli dulu. Nokia.
Meski pamornya udah lama meredup dan kini diakuisisi sama Microsoft, ternyata produk nokia ini cukup lumayan kualitasnya bagi gue. Not bad lah. Apalagi gue belinya yang harga-harga diskonan gitu. Jadi berasa
Untuk yang pertama pengen review dikit Nokia Asha 210. Ponsel berdesain candybar dengan keypad QWERTY ini cocok banget buat jadi hp secondary yang kegunaannya buat nelpon dan SMS aja. Bahkan kita bisa dapet lebih dari itu, ada fasilitas Email, Whatsapp, Browser, Wifi, Youtube, Wechat dan aplikasi-aplikasi lain yang bisa diinstal gratis dari semacam marketnya gitu. Ponsel ini dual sim juga jadi bisa deh buat dua nomor, apalagi sim yang kedua bisa kita gonta-ganti tanpa copot baterai dan matiin hp (hotswap).
Yang paling menarik dari ponsel ini sih ya bagi gw adalah desaiinya yang unyu, kotak banget gitu jadi keliatan minimalis. Plus warnanya yang ngejreng, cocok banget bagi yang berjiwa muda kayak gw *halah XD
Oh iya, ada satu lagi fitur favorite, ya itu kameranya bisa "ngomong" klo kita pakai buat selfie. Jadi bakal ada suara arahan "kanan", "kiri", "atas", "bawah" biar posisi selfie kita pas dikameranya.
Dan yang kedua, Nokia Lumia 520. Hp yang katanya "best budegt" ini emang top menurut gue. Cocok banget bagi yang baru mulai mau coba smartphone dengan platform Windows Phone. Ya walau setelah gue pake rasanya masih ada beberapa aspek yang gak bisa dipenuhi Hp ini dibanding hp android lainnya, tapi banyak juga kelebihannya.
Walau tergolong low level smartphone, tapi gak kerasa banyak lag. Kameranya kumayan mumpuni. Ram-nya yang cuma 512MB juga ternyata udah mampu menopang kinerja HP ini.
Dan ternyata mitos yang beredar bahwa make Windowsphone itu susah lah, ribet lah cuma tahayul. Ya emang klo udah biasa pakai robot ijo bakal agak kaku pake HP ini, tapi bentar aja juga bakal terbiasa kok. Berasa anti-mainstream banget deh pakai windows phone. XD
Lalu kenapa dua-duanya kuning bar?
Hahaha... ini nyokap sama adek-adek gue dirumah juga komplain. Kok kuning? Alay banget.
Gak ada alasan khusus sih. Lagi suka aja sama warna kuning. Berasa ngejegrak gitu klo diliat orang jadi bisa mewakili gelora jiwa muda gue *sadar umur bar XD
Sunday, May 18, 2014
Flying Get Handshake Event Festival JKT48
Ceritanya setelah lama banget absen dari acara semacam ini, minggu kemarin gue dateng ke acara Handshake Festivalnya JKT48 buat album Flying Get.
Huwiiih... rasanya agak gimana ya dateng ke event ini. Berasa udah bukan masanya lagi, udah terlalu tua, hehehe. Tapi ya gak masalah lah ya.. Oya gue cuma beli 1 tiket Handshake sama Ghaida JKT48 yang kebetulan ada disesi ke 2 (jam 11-12 siang)
Rame banget padahal baru buka acaranya @.@
Karena sekarang JKT48 lagi jadi Brand Ambassador-nya KakaoTalk, jadi ya banyak banget deh atribut KakaoTalk disana.
Diatas ada foto "Wall of Fame" dari 16 member yang kepilih buat masuk senbastu album selanjutnya.
Denah dan penunjuk arah event
Beberapa member lagi jadi MC diatas panggung.
Duh meski gak bisa handshake sama Sisil dan Acha, setidaknya terobatilah udah liat mereka.
Teteh Melody yang lagi-lagi jadi center di Single selanjutnya.
Gantian kek teh sama member yang lain gitu. u,u
Dan ini sayah yang bela-belain pakai gakuran meski udara Jakarta sedang panas-panasnya.. Fuiih... Demi Kang Ghaida, apapun abdi lakukan dah XD
Oh iya, ada yang lucu karena gue pakai gakuran ini. Jadi ceritanya saat mau antri, ada gerombolan bapak-bapak orang Jepang yang liat dan nunjuk-nunjuk kearah gakuran yang gue pakaim sambil bilang "Sugoiii... Subarashii.. Aah... Kereen"
Hahaha entah deh niatnya emang bener muji atau malah ngetroll gue, ya gue sih bangga aja gitu, hahaha. Mungkin mereka nostalgia kali ya sama gakuran yang dulu mereka sering pakai waktu sekolah dulu. Atau mereka malah ngetroll karena ada pria dengan wajah om-om masih aja bangga pakai seragam anak SMA. XD
Pas waktunya handshake sama Ghaida, Gw SHOCK!
Padahal gue berharap bakal ketemu Ghaida dengan dandanan yang tampan, eh doi malah pakai wig blonde gitu dengan bando kuping kucing.. Aaah... Cantiknyaaaa,,,, XD
Karena cuma punya 1 tiket, walhasil gue cuma boleh salaman 10 detik. Tapi itu aja gue udah grogi banget, pengen buru-buru selesai. Gak kuku tangan gue dipegangin sama tangan ghaida yang hangat itu. Kyaaaaaa..... XD
Eh pas udah selesai, pas ghaida mau kasih stiker chibi dirinya, stikernya pada nempel, jadi gue dikasih sekalian 4 stiker. Dan ini moment puncaknya.. Gue melakukan gerakan ala "Kiss Bye" gitru ke ghaida sambil malu-malu dan... Dia membalasnyaaaa.... Gyaboooooo XD
Untung aja gue gak pingsan saking senengnya. Ah dasar Ghaida otaku singit juga.. tau aja cara memberikan fan service yang baik, hihihhi. Lain kali tetep handshake sama kamu juga ah. XD
Dan setelah itu acara sebenrnya masih berlangsung sampai pukul 10 malam. Tapi gue sih langsung pulang soalnya udah gak punya tiket handshake lagi dan juga harus siap-siap packing ke Dumai. Fyuuuh..!
Saturday, May 17, 2014
JKT48 favourite pairing: Ghaida & Yona
Kalau ditanya siapa pairing (pasangan) member JKT48 yang paling gue suka? Gw akan tegas menjawab:
Ghaida & Yona!!!!!
Kawaiii... <3 font="">3>
Hihihi, sebenernya gak tau sih mereka aslinya emang pairing atau nggak. Tapi gue berharap aja gitu kalo mereka suatu saat bakal bisa bawain lagu unit bareng berdua aja, tau malah hubungin pribadi mereka yang berlanjut #lah XD
Pairing atau masang-masangin member dengan member lain sih sebenernya udah ada sejak dahulu. Biasanya yang di-pairing-in itu adalah member yang bawain lagu units song berdua atau yang dalam kehidupan sehari-hari emang mainnya cuma berduan mulu.
Contoh pairing member yang gue tahu:
1.Ghaida & Diasta (eks.member)
2.Sendy & Rica
3.Beby & Ochi (eks.member)
4.Jeje & Sonya (eks.member)
5.Haruka & Stella (eks.member)
6.Viny & Yona
Nah... Jadi kenap gue malah pengen Ghaida pairing sama Yona. Karena mereka ganteng! Iya sumpah.. mereka itu GANTENG! XD
Kalau member JKT48 yan cantik sih udah umum dan banyak. Tapi mereka ini berbeda karena malah punya sisi maskulinitas yang agak kuat. Ya mungkin karena keduanya lebih sering berpotongan rambut pendek sehingga kelihatan nyentrik dibandingkan member-member lain yang rambutnya panjang terurai ala-ala model iklan shampo. XD

Ganteng kan? XD
Selain itu, mereka juga punya kesamaan lain. Yaitu sama-sama agak Otaku dan suka kultur-kultur Jepang gitu. Si Ghaida ini sih yang aura otakunya kuat banget. Jikoshoukai-nya aja pake slogan ala kamen rider. Sedangkan si Yona ini awalnya udah sering jadi cosplayer.
We have the Badass JKT48 member here XD
Kalo dilihat sifatnya, Si Ghaida ini lebih nyablak dan Ca'ur. Suaranya si Ghaida tuh kayak Toa masjid banget deh pokoknya. Belum lagi kayaknya dia selalu tampil dengan semangat dan berapi-api. Berbeda dengan si Yona yang agak lebih kalem. Mungkin karena dia ini termasuk member yang tertua di Tim KIII.
Si Ghaida ini juga jauh lebih macho ketimbang Yona. Bahkan awal kenal JKT48 dulu, gue sempet curiga kalo sebenernya Ghaida itu seorang cowok yang modus aja masuk JKT48 biar bisa ketemu member-member cantiknya. XD
Jadi, si Ghaida itu yang SEME. Dan yona itu yang UKE. :p
(arti seme uke bisa liat disini: http://mutiahahaha.blogspot.com/2011/07/apa-itu-yaoi-uke-seme.html)
Sedikit bukti keakraban mereka:
Cucok kan? XD Kombinasi antara cantik dan tampan yang pas.
Oya sebenernya Ghaida dan Yona juga dipairingin sama member lain lho.
Ghaida yang sebelumnya pairingan sama Diasta, Oshi gw yang udah grad (Cepet banget move on sih ghaida ini) sekarang diisukan dekat dengan Veranda karena bawain unit song bareng Shinkirou (khayalan) di setlist DnT. Member tertampan dengan member teranggun. Hihihi
Sedangkan Yona dipairingin sama Viny di lagu Kinjirareta Futari (Dua Orang Yang Terlarang) di setlist Seishun Girls. Lagu ini menceritakan kisah cinta yang agak Yuri gitu. Makin mencurigakan kan? Kehkehkehkeh.. XD
Ghaida dengan Veranda VS Yona dengan Vinny.
Well, sebenernya ini cuma delusi gue aja sih, hihihi. Entah gue emang suka kesengsem sama cewek yang berambut pendek dan ganteng-ganteng gitu. XD
Maaf ya Ghaida dan Yona klo ada tulisan gue yang menyinggung. Tapi bagaimanapun, kita semua sayang Ghaida dan Yona kok. Ghaida dan Yona juga saling menyayangi yaa... XD
No comment. Artikan sendiri saja apa yang tersampaikan dari foto ini. XD
Sunday, May 11, 2014
Too cute to be toys (Nendoroid Menma dan figur Yui Indonesia)
#Judulnya aneh gak sih? Ya udah lupakan XD
Belakangan ini gue jadi hobi dan mulai ngoleksi figur-figur dari anime Jepang. Sebenernya waktu kecil dulu juga udah punya banyak mainan jepang sih dari yang genre Tokusatsu, Anime macam dragonball, digimon, sailormoon. Tapi udah ilang semua dibuang nyokap ._.
Nah kali ini mulai ngoleksi lagi, bukan buat dimainin lagi kayak dulu. Paling buat dipajang, difoto-foto, diajak ngobrol, curhat, nemenin bobo *okeh gue mulai ngaco XD
First one, please welcome to.. YUI-CHAN (anime: K-ON)
- Yui-chan Close-up pose.
-Yui-chan on the stage.
*Bikin sendiri loh ini stagenya XD
-Yui-chan performance. Are you ready to rock!!!
-Yui-chan on the stage.
*Bikin sendiri loh ini stagenya XD
-Yui-chan performance. Are you ready to rock!!!
Kawaii banget ya. Ini dapet di Hobbyfest, harganya 30rb. Tipenya apa ya, figur kecil biasa aja sih. Posenya gak bisa dirubah-rubah.
And next, MENMA-CHAN (Anime: Anohana)
- Please take my hand menma-chaan. Kawaiii >w<
- Menma-chan love Green Sands like me. Hey kids.. don't try this at home. >0<
-Menma-chan with Sebastian punya @koganerior
Ah aku cemburu... Damn you sebastian... Grrrrr.... ≧Д≦
Cantik kan.. cantik kan.. cantik kan... Klo menma-chan ini figur tipe nendoroid. Ekspresinya wajah dan posenya bisa kita ubah-ubah. Dapet beli online seharga 140rb. Oh iya, ini versi yang KW loh. Klo yang originalnya harganya bisa sampai 500ribuan. ._.
Cantik kan.. cantik kan.. cantik kan... Klo menma-chan ini figur tipe nendoroid. Ekspresinya wajah dan posenya bisa kita ubah-ubah. Dapet beli online seharga 140rb. Oh iya, ini versi yang KW loh. Klo yang originalnya harganya bisa sampai 500ribuan. ._.
The Ultimate Duo
(mungkin bisa jadi penggantinya T2 yang udah bubar kali ya XD )
Subscribe to:
Posts (Atom)

























-tile.jpg)



