Sunday, September 27, 2020

Solo Trekking

Akhir-akhir ini lagi suka nonton Video Youtube para vlogger yang trekking solo, baik cuma keliling dalam kota atau naik gunung. 

Pas flashback kayaknya emang saya suka jalan kaki, terutama di alam bebas. Jaman masih kecil emang udah hobi sih main jauh-jauh jalan kaki. Dan sampe sekarang juga saya pede sama kemampuan kaki saya untuk jalan kaki jarak jauh. Kalau kata Dale, favorit vlogger saya, "Your man with two strong legs!"

Setelah kerja, histori trekking saya memang cuma beberapa sih:

1. Lokawisata Baturaden - Pancuran 7 (Purwokerto)
Kalau soal jarak sih mungkin ini belum tapi seingat saya ini trekking yang paling mengesankan. Disini saya berdua dengan teman saya bawa tas yang full jalan kaki dari Lokawisata Baturaden lewat jalur yang kayaknya udah jarang banget orang lewat karena selama perjalanan cuma ketemu sepasang muda mudi (yang anehnya mereka tiba-tiba ilang dan gak ketemu juga di tempat tujuan). Lama perjalanan mungkin sekitar 1,5 jam tapi karena memang jalurnya terbilang susah (plus angker juga) jadi rasanya bener-bener capek. Dan yang paling ngenes ternyata ada jalur angkot yang bisa kita naiki dari depan lokawisata.

2. Curug Jenggala (Purwokerto)
Ini juga trekking yang berkesan karena sehari sebelumnya abis dari trekking di. Meski soal jarak tidak terlalu jauh, tapi kayaknya efek trekking sebelumnya masih kerasa. Disepanjang perjalanan, mata dimanjakan dengan persawahan dan melewati sungai-sungai kecil. Dan setelah tiba di curug, rasanya langsung ter-recharge jadi perjalanan pulang tidak terlalu melelahkan.


3. Keliling Bandung Seharian
Jadi ini iseng jalan sendirian di Bandung dan mulai jalan kaki dari Hotel saya di Braga lalu ke daerah Ciwalk, lanjut ke Gedung Sate dan keliling-keliling di lapangan Gasibu. Kemudian ke Masjid Raya Bandung, dan balik lagi muter-muter di Braga. Total step yang tercatat di Miband sekitar 21000 langkah atau sekitar 16 KM.

4. CFD Jakarta
So far ini rekor jalan kaki terjauh saya dan juga sendirian. Mulai dari keliling saat jam CFD di daerah Thamrin, lanjut ke  Hutan Kota Srengseng. dan pulangnya salah naik busway jadi nyasar ke Bekasi. Dari jumlah langkah yang tercatat di Miband itu 26,453 langkah atau sekitar 21 KM. 

Memang belum ada yang bener-bener jauh sih Tapi rasanya dalam waktu dekat ingin mencoba trekking lagi deh. Sayangnya karena suatu masalah, saya dengan teman yang biasa saya ajak jalan sudah lost contact. Jadi mungkin nanti akan ikut open trip saja biar istri juga bisa ikutan. Dan kalau sudah lebih pede, baru akan mencoba untuk trekking sendirian. 

Tuesday, May 26, 2020

At least...

Jika setidaknya satu orang bisa menyelamatkan satu orang yang lain, bukankah dunia ini akan bisa menjadi lebih baik?

Wednesday, April 8, 2020

So far

Time really flies....


Sunday, April 5, 2020

RAGNAROK ONLINE

Saya bukan tipe orang yang suka bermain game, membuang waktu rasanya, baik itu tapi entah kenapa untuk game yang satu ini, saya selalu ketagihan. Bahkan saat SMP dulu, saya rela bela-belain main game ini di warnet sampai begadang dan menhabiskan uang jajan.

Game ini terasa seru karena punya map world yang sangat luas, bisa dimainkan bersamaan dengan semua user lainnya serta punya karakter dengan background cerita yang menarik. Bahkan dulu sempat diputar juga Ragnarok versi animasinya di Indosiar.


Char favorit saya adalah Rogue. Biasa, saya selalu menyukai tipe karakter yang anti-hero. Walau bukan tipe char yang kuat, tapi skill-skill unik seperti mencuri, racun, menghilang, meng-copy skill lawan dan menyerang dari belakang terasa sangat keren ketimbang char lain yang memiliki skill dengan damage yang besar.

Dan beberapa hari ini selama dalam masa isolasi  saya lagi asik memainkan salah satu game dengan tema Ragnarok yaitu Ragnarok Frontier. Apalagi ternyata istri kesayangan juga suka dengan game ini. Meski gameplay-nya jauh neda dengan game Ragnarok aslinya ditambah dengan sistemnya yang terasa sangat Pay-to-Win, tapi lumayanlah buat sekedar nostalgia.



Monday, March 30, 2020

Isolation

Jakarta, 31 Maret 2020

Bagi saya ini hari ke-14 harus mengisolasi diri dari dunia luar. Saya jadi lumayan mengerti perasaan para extreovert yang sudah mengeluh penat beberapa hari kebelakang, karena dikondisi seperti ini, introvert seperti saya pun sudah mulai uring-uringan.

Covid-19. Indonesia. 1414 Positif Corona, 75 Sembuh, 122 Meninggal

Beberapa hari yang lalu adik dari teman saya meninggal dunia, bukan karena corona. Mereka hanya 2dua bersaudara. Tidak terbayang betapa beratnya kehilangan yang teman saya rasakan. Terlebih dalam kondisi seperti ini, tidak banyak saudara atau teman yang bisa datang memberi penghiburan.

Sehari setelahnya, anak pertama dari teman saya lahir. Dia begitu bahagia dengan kelahiran putranya tersebut.

Patah. Tumbuh. Hilang. Berganti.

Dan periode WFH (Work From Home) di tempat saya bekerja akhirnya pun diperpanjang hingga 17 April. Ya ada sedikit senang. Tapi lebih banyak kekhawatiran. Kapankah masa sulit ini akan berlalu?




Sunday, March 22, 2020

Post apocalypse

Saya menyukai film-film yang bergenre kehidupan post apocalypse. Entah itu zombie, bencana alam, nuklir, alien, monster atau lainnya. Entah kenapa terlihat keren melihat kehidupan populasi manusia yang harus berjuang disaat kondisi sangat terbatas . Jalan-jalanan menjadi sepi. Gedung-gedung terbengkalai. Kesombongan. Status sosial. Kekayaan. Seolah semua hilang.

Manusia harus bersembunyi. Meringkuk. Diam-diam bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk mempertahankan hidupnya.


Tapi... pada akhirnya saya pun takut. Saat ini Jakarta sedang menyerebak virus Covid-19. Kantor-kantor diliburkan. Social distancing dianjurkan. Banyak orang mengisolasi dirinya di kediaman masing-masing, termasuk saya.

Saya tipikal orang yang memang betah berlama-lama di rumah, tapi kondisi ini cukup memusingkan. Akses transportasi jadi terbatas. Public place-pun banyak yang ditutup. harga beberapa barang seperti masker, vitamin, sanitizer menjadi naik gila-gilaan. Belum lagi ancaman adanya kelangkaan barang-barang pokok

Terlebih, saat ini saya sudah tidak sendiri. Ada seseorang yang saya khawatirkan dan  saya jaga melebihi diri saya sendiri.

Sepertinya post apocalypse hanya akan terasa keren jika itu tidak melanda kita atau orang yang kita sayang.

Extended Honeymoon

Lama tidak menulis di blog, dan saat ini saya sudah berubah status. I'm married man now.

02/02/2020 menjadi tanggal yang sangat istimewa bagi saya bisa menggenap dengan perempuan yang terkasih. Detailnya mungkin akan menyusul di postingan blog yang lain.

Kali ini saya mau bersyukur atas masa honeymoon saya yang yang somehow terasa diperpanjang. 

Oke yang ini bukan bagian dari honeymoon, tapi bagian yang juga penting. Setelah LDR dengan dia karena saya harus dinas di sampit, kami selalu bertemu tiap hari berturut-turut hingga 27 hari. Berselang sehari, lalu kami terus bertemu hingga H-2 tanggal pernikahan. Senang sekali rasanya akhirnya rindu sebulan ini bisa tertebus lunas.

Dan setelah menikah, saya langsung mengambil cuti dan tinggal di dekat rumah kemudian pada tanggal 6 Februari kami memutuskan untuk honeymoon. Rencana ke Bali batal karena sedang merebak kasus virus Corona hingga akhirnya pilihan jatuh ke Bandung. Kami menghabiskan waktu disana hingga tanggal 10 Februari menikmati sejuknya kota Bandung dan sempat mampir untuk bertemu adik ipar. 

Beberapa hari di rumah, akhirnya panggilan dinas kembali datang. Alhamdulilah istri bisa ikut menemani perjalanan ke Kota Medan. Akhirnya tanggal 18 Februari kami berangkat ke Medan. Meski ini perjalanan kerja, tapi memang beda rasanya jika ditemani si dia yang tercinta. Tak disangka, rencana kerja yang awalnya hanya seminggu berlanjut hingga sebulan. Setelah puas tinggal di hotel selama sebulan, akhirnya tanggal 17 Maret saya dan istri kembali ke Jakarta.

Ternyata di Jakarta, virus Covid-19 sedang menyerbak dan tempat kerja saya memberi kebijakan untuk bekerja dari rumah. Alhasil semenjak di Jakarta hingga tulisan ini dibuat, saya dan istri bisa menikmati quality time berdua sambil terisolasi di rumah.

Saya sangat bersyukur, meski waktu pacaran kami sangat singkat, tapi kami diberi waktu yang cukup  untuk bisa saling mengenal setelah menikah. Dan lagi ada rencana untuk dinas kembali ke Palembang. Semoga kondisi sudah aman dan istri juga bisa ikut menemani berpetualang.

Thursday, February 13, 2020

02/02/2020

Saya terima nikah dan kawinnya Qothrunnada Sungkar binti Ubaidillah Sungkar dengan mas kawin yang tersebut diatas tunai.

Tangan Abi-mu menggenggam sangat erat. Tatapan matanya sangat tajam. Belum pernah rasanya saya setakut ini.
Ini janji terbesar yang pernah aku buat.

Sebait akad yang terucap tadi akan mengubah banyak hal, membuat aku dan kamu menjadi kita.

Rasanya aku baru mengerti kenapa banyak yang mengucapkan "selamat menempuh hidup baru" pada pasangan yang menikah.

Kita yang saling memilih akan belajar memaknai kehidupan dengan cara yang baru. Menerima ketetapan-Nya apapun itu.




Tuesday, May 28, 2019

New Record!

Setelah sebelumnya rekor jalan kaki di Bandung, kurang lebih 20 ribuan langkah, akhirnya pecah lagi rekor jalan kaki sebanyak 26.453 steps (± 20.2 Km). Fuiiih.... ampe gemeter kaki rasanya..

Mulai dari jalan pagi di CFD Sudirman, Jalan-jalan ke Taman kota srengseng, Nyasar ke Stasiun Grogol, Dinner sama someone di Blok M dan terakhir nyobain naik MRT untuk pertama kali.

Karena kebetulan memang lagi cuti, beberapa hari setelahnya masih banyak jalan kaki juga tapi di hari ketiga tetiba dada terasa sesak di tengah jalan dan akhirnye memutuskan untuk pulang ke rumah dan langsung blass tidur.


Tuesday, April 23, 2019

Minggu Nostalgia

24 Februari 2019,

Sudah hampir 2 pekan saya ada di Medan, biasa, urusan pekerjaan. Dan pada hari minggu siang, saya memberi usul untuk makan siang di Warung Steak, di Jalan Ahmad Yani. Alasannya, lagi akhir bulan, gajian belum masuk tapi ingin makan sesuatu yang sedikit fancy.

Sesampai disana, warung Steak masih sepi,mungkin belum masuk jam makan siang. Saya dan kedua rekan saya memesan Doube Chicken Steak dan Es teh tawar. Kami selalu menyebut steak di Warung Steak ini sebagai Steak yang Tipu-tipu, alasannya apalagi kalau bukan jumlah tepung yang lebih banyak ketimbang dengan dagingnya.

Sementara dua rekan saya menyantap dengan lahapnya, saya memilih untuk memakan secara perlahan. Tiba-tiba saya merasakan nostalgia yang begitu indah. Dulu, semasa kuliah, makan di warung steak seperi ini hanya bisa pada moment-moment tertentu saja, maklum mahasiswa. Saya teringat pertama kali makan di Warung Steak ini pada saat ditraktir teman saya yang ulang tahun. Wah rasanya senang dan mewah sekali makan di tempat seperti ini. Steak goreng tepung serta milkshake jadi terasa spesial bagi mahasiswa yang biasanya hanya makan di kantin kampus dengan Rp5000 sebagai budget maksimal.

Selama kuliah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya makan disana. Biasanya saya dan teman-teman sekelas akan makan bareng disana saat moment-moment spesial. Nostalgic!

Teman-teman saya sudah menyelesaikan makanannya, bahkan mereka masih berasa kurang sehingga memesan kembali. Saya yang makan secara perlahan, sudah cukup merasa kenyang.

Lalu selepas makan, kami mencari tempat print document untuk mencetak beberapa dokumen kantor. Saat disana, kembali saya merasakan nostalgia. Dulu saya tidak mempunyai komputer/laptop sehingga untuk mengerjakan tugas kuliah saya harus ke rental komputer. Wangi tinta dan komputer-komputer khas rental dengan spesifikasi yang jadul, Nostalgic!

Dan di jalan pulang, tidak sengaja kami melewati kampus USU (Universitas Sumatera Utara), kami memutuskan untuk masuk dan berkeliling disana. Karena hari minggu, memang suasana kampus cederung sepi, walaupun masih ada beberapa mahasiswa yang terlihat beraktifitas. Suasana seperti ini, memang cocok saya sebut sebagai minggu nostalgia!

Sunday, February 17, 2019

JADWAL EVENT JEPANG JEJEPANGAN JAKARTA 2019



Wah udah lama banget gak hadir di event jejepangan karena keseringan di luar kota, di list aja deh siapa tahu ada yang butuh juga:

1. COMIFURO 12
DATE: 23-24 Februari 2019
VENUE: KARTIKA EXPO CENTER BALAI KARTINI.
FEE: TBA
MORE INFO:
https://www.facebook.com/Comifuro/

2. GELARAN JEPANG (GJ) UI 25
DATE: 2, 3, 4 Agustus 2019
VENUE: TBA
FEE: TBA
MORE INFO:
https://gelarjepang.weebly.com/

3. ENNICHISAI BLOK M

DATE: 22 & 23 JUNI 2019
VENUE: BLOK M, JAKARTA SELATAN
FEE: FREE
MORE INFO:
https://www.ennichisaiblokm.com/

4. Harumatsuri 14th

DATE: 1 & 3 MEI 2019
VENUE: 1 Mei di Kampus B FKIP UHAMKA dan 3 Mei di TAMINI SQUARE
FEE: FREE
MORE INFO:
https://www.facebook.com/harmatuhamka/
https://harumatsuriuhamka.blogspot.com/

5. J-FESTA DAY 5 "Chapter V

DATE: 1,2, dan 3 Maret 2019
VENUE: Atrium CityWalk Gajah Mada, Jakarta
FEE: FREE
MORE INFO: 
https://www.facebook.com/events/253759402192963/

6. Jibunka STBA JIA 

DATE: 27-28 April 2019
VENUE: Kampus STBA JIA Bekasi (27 April) dan Blu Plaza Bekasi (28 April)
FEE: HTM: 15rb (presale) dan 20rb (OTS)
MORE INFO:
https://m.facebook.com/JibunkaJia/?_rdr

7. KARAWANG TOYS FAIR

DATE: 2 & 3 MARET 2019
VENUE: RESINDA PARK MALL
FEE: FREE
MORE INFO: 
https://www.facebook.com/karawangtoysfair2/

8. B.O.O.S.T ( BOGOR ONGAKU OPEN STAGE )

DATE: 24 FEBRUARI 2019
VENUE: Raito Resto Pakuan
FEE: 5K
MORE INFO:
ttps://www.facebook.com/Bogorongakuopenstage/

9. Old School Otaku Dance Party

DATE: 2 Maret 2019
VENUE: @ Joglo Beer Kemang 
FEE: TBA
MORE INFO:
https://www.instagram.com/orutakuclub

10. THE JAKARTA 15TH TOYS & COMIC FAIR

DATE: 16-17 Maret 2019
VENUE: Kartika Expo Balai Kartini (Jakarta)
FEE: PRESALE 45K. OTS 50K
MORE INFO:
https://www.instagram.com/orutakuclub

11. COMIFURO 13

DATE: 7-8 SEPTEMBER 2019
VENUE: KARTIKA EXPO CENTER BALAI KARTINI.
FEE: TBA
MORE INFO:
https://www.facebook.com/Comifuro/

12. CREATOR SUPER FEST
DATE: 26 & 27 Oktober 2019
VENUE: SMESCO Exhibition Hall Jakarta
FEE: TBA
MORE INFO:
https://www.facebook.com/creatorssuperfest/
http://creatorsuperfest.com/

13. Banzaii Indonesia
DATE: 18 Agustus 2019
VENUE: Mangga Dua Square 
FEE: FREE
MORE INFO:
https://www.facebook.com/events/1934650743301941/


14. Jak Japan Matsuri 2019
DATE: 7-8 September 2019
VENUE: Plaza Tenggara Senayan (Jakarta)
FEE: 30k
MORE INFO:
http://jakjapanmatsuri.id/


15. Sakura Matsuri 2019

DATE: 31 Agustus - 1 September 2019
VENUE: Graha Pariwisata, Stadion Wibawa Mukti Cikarang - Bekasi
FEE: FREE
MORE INFO:
https://www.facebook.com/SakuraMatsuri2/

16. JIYUU MATSURI 2019

DATE: 
PRE EVENT  :5 Oktober 2019
MAIN EVENT: 16-17 November 2019
VENUE: Universitas Negeri Jakarta
FEE: TBA
MORE INFO: @jimatunj

17. Indonesia Comic Con 2019

DATE: 12-13 Oktober 2019
VENUE: Jakarta Convention Center
FEE: 
  • tanggal 12 ATAU 13 = 90k
  • tanggal 12-13 = 170k

18. BATTLE OF THE TOYS 2019
DATE: 31 Agust - 1 Sept 2019
VENUE: JIEXPO Kemayoran Jakarta.
FEE: 
MORE INFO:
https://www.facebook.com/battleofthetoys


19. Gokuma 2019
DATE: 7 September 2019
VENUE: SMAN 5 Kota Bekasi
FEE: no info
MORE INFO:
https://instagram.com/gokuma5?igshid=ezi7j1hn5n99

20. Japan Education Expo 2019
DATE: 31 Agustus 2019 (10.00 - 16.30 WIB)
VENUE: Universitas Al-Azhar Indonesia
FEE: FREE
MORE INFO:
https://www.facebook.com/events/431648404081420/



Nanti di update lagi ya, soalnya masih ada beberapa event yang belum fix keluar jadwalnya.





Saturday, September 15, 2018

Q2 result

Agutus telah berakhir, and here the result of Q2:


Yah masih gak sampai target sih, tapi sudah better lah dari quartal sebelumnya.
Go! Go! Go!
Kini kau telah menikah,
Namun rasa belum punah.

Saturday, June 16, 2018

Would you?

These past years we spent separately.
I've achieved nothing
Nothing went well for me

But I can't go on with this half-hearted life
I want to make brand new start.
With my Job. And with you.
Would you watch over me like you did some years ago?

I know that "we" ended for you long ago.
But for me, it's still not over!


Thursday, June 14, 2018

Lebaran 2018

Beberapa tahun belakangan, rasanya saya jadi agak membenci Lebaran... Entah lah, mungkin karena Ramadhan yang selalu saja saya sia-siakan dan berakhir dengan penyesalan...

Monday, June 11, 2018

The Fight of Two Wolves Inside Us

A grandfather is talking with his grandson and he says there are two wolves inside of us which are always at battle. 
One is a good wolf which represents things like kindness, bravery, and love. The other is a bad wolf, which represents things like greed, hatred, and fear.
The grandson stops and thinks about it for a second then he looks up at his grandfather and says, “Grandfather, which one wins?”
The grandfather quietly replies, “The one you feed.”

I think the bad wolf is win inside me right now...

Tuesday, May 8, 2018

End of My Indosat Card

Akhirnya karena kelupaan (yang terlalu lama), kartu seluler indosat yang sudah di jaga sejak SMA, karena berharap akan ada seseorang akan menghubungi saya kembali, hangus juga.

Apa ini pertanda saya dan dia sudah berakhir selamanya?

Tuesday, May 1, 2018

Near death experience

Setiap kita, setidaknya  pasti pernah bersinggungan dengan yang namanya kematian. Well, entah itu saat sakit, hampir kecelakaan atau penyebab lainnya.


Dan terakhir kali saya merasa sangat dekat dengan kematian itu sekitar 2 bulan yang lalu saat sedang berwisata di puncak becici, Yogyakarta.

Niatan biar seperti "kids jaman now" dengan foto keren di tempat yang instagramable, saya dan teman saya menyempatkan berkunjung kesini saat di Jogja. Awalnya semua tempat untuk berfoto terasa oke dan aman, hanya yang terakhir ini agak beda.

Kebetulan saat itu sudah agak sore juga, dan saya ingin berfoto di deck yang terpasang di sebuah pohon. Untuk lokasinya, memang agak berjalan kebawah dari kawasan utama dan tidak ada petugas penjaga sama sekali.

Teman saya berfoto duluan, dan saat dia naik ke tempat tersebut dia sudah bilang, 
"Eh bar.. Goyang banget ini. Gak jadi ah."

Tapi saya memaksa dan bilang, 
"Udah tanggung, cepetan foto disitu." 

Dan akhirnya saya sempat mengambil foto dirinya.

Tiba lah sekarang giliran saya yang naik, saat menginjak tangga kayunya, saya sudah ngeri karena melihat ujung tangga tersebut sudah lepas dan sisi satunya tidak terpaku dengan baik.

Dan benar saja, saat sudah naik ke deck tersebut, pohon tersebut terasa bergoyang-goyang, apalagi angin bertiup cukup kencang. Ditambah lagi bobot saya yang, eng... memang berat banget, rasanya pohon ini seperti mau rubuh. Walhasil saya tidak berani sampai berdiri.

Teman saya berteriak, 
"Ayo buruan diri, gw foto nih" 

Dan saya hanya menjawab dengan keringat dingin 
"Udah ah gini aja, buruan ini.. kayak pengen jatuh."

Alhamdulilah saya masih bisa turun dengan selamat. Tidak kebayang kalau cuma gara-gara mau foto keren, malah jadi celaka disini.

Semoga pengelola lebih memperhatikan keamanan di lokasi berfoto ini, karena sama sekali tidak ada penjaga di setiap spot foto disana.

Q1 result


Finally April is end, and here the result of Q1.


Still far from initial target, but, yeah.. it's not bad at all. Let's work for Q2!

Tuesday, April 3, 2018

Tuesday, March 13, 2018

Unfulfilling Travelling

Tahun ini lumayan banyak travelling ke luar Jakarta, baik dari kerjaan dan juga dari agenda jalan-jalan pribadi.

Bandung (Rekor sampai 3x dalam setahun ke bandung cuma buat jalan-jalan)
Brebes
Medan
Batam
Cilegon
Purwokerto
Singapura
Yogyakarta
Dumai
Bogor

Tapi rasanya ada yang kurang, ada yang hilang. Traveling tetap selalu menyenangkan, bisa melihat tempat baru dan terlepas dari rutinitas yang.. ok.. membosankan.

I'm feeling charged when travelling, tapi saat kembali kembali dari sana, langsung terasa low bat lagi. Lubang yang saya harap bisa terisi dengan jalan-jalan ternyata hanya tetap terbuka menganga. Travelling tidak bisa mengisinya, hanya menambal sementara. I wonder why, dan mungkin ini jawabannya:




Monday, March 5, 2018

Looking for Nara

Where are you Nara? 
Perpisahan yang tiba-tiba itu, aku benci sekali.

Social Circle

Long time ago, saya adalah orang yang akan berinisiatif untuk menghubungi teman-teman saya untuk kongkow-kongkow bareng. Menghubungkan beberapa social circle saya untuk berkumpul bersama adalah ide yang menyenangkan. The man must stick together.

Namun ada hal yang kadang membuat orang yang saya ajak tidak mau datang, selain alasan kesibukan, ada semacam tabir kelas sosial yang membuat seseorang malas untuk datang. Merasa pencapaian orang yang akan ditemui jauh diatas dirinya, menjadi alasan tersendiri untuk menghindari berkumpul. Mungkin pada saat itu saya berada di middle, sehingga tidak terlalu menyadari beratnya hal ini, bahkan menganggap itu adalah hal konyol. "Berteman itu tidak memandang status.", pikir saya waktu itu



Dan ironisnya, now I'm at the bottom class. Saya mulai menghindari acara-acara berkumpul bersama atau sekedar datang ke acara undangan dari teman-teman saya dulu. Melihat teman-temanmu yang dulu tumbuh bersamamu sudah sukses sedangkan dirimu masih belum apa-apa ternyata memang menyakitkan. Bukan dalam artian iri kepada orang tersebut, tapi lebih kepada guilty feeling terhadap diri sendiri sehingga menimbulkan self-hatred. Dan saya memilih untuk menghindarinya. Shame on me!

Sunday, March 4, 2018

Fear Of Losing Someone

Setelah akhir-akhir ini sering kehilangan orang-orang terdekat di hidup saya (duilah drama banget, hahaha), saya jadi menyadari betapa rapuhnya hubungan antara manusia. Karena jarak yang berjauhan, kesibukan yang membuat kita lupa untuk menyapa, sedikit salah paham, seorang teman dekat yang dulu rasanya selalu melakukan segalanya bersama, bisa menjadi orang asing di hidup kita.

Somebody that I used to know...

Time Flies, people changed. Kata-kata itu seolah menjadi mantra yang selalu saya ucapkan dalam hati ketika sedang merasa sepi atau sendiri.

You're always alone in the end, right?

Kemudian saya selalu meyakinkan diri untuk tidak pernah takut kehilangan siapapun dalam hidup saya, kecuali Ayah, ibu dan kedua adik saya.

Saturday, March 3, 2018

Eat like theres no tomorrow

One of  my bad habits... Over Eating


Sebenarnya meski berperut gendut, saya bukan tipe orang kuat makan banyak dalam satu waktu. Tapi saya jadi terbiasa untuk terus menerus, singkat kata, "Makannya sih gak banyak, tapi sering."
Hahaha.

Apalagi saya tipe penyayang yang gak bisa liat ada makanan sisa tak termakan.
"Sayang ih kalau gak di makan"

Dan kebiasaaan ini jadi terus menerus karena saya seolah jadi "tempat sampah" di keluarga saya kalau ada makanan yang gak habis. Dan kalau makan dengan orang lain pun mereka selalu berasumsi saya bisa menghabiskan makanan yang tersisa.

Dan setelah over eating, akan selalu ada perasaan bersalah yang menghinggapi.
Perasaan nyesel karena akan menjadi makin gendut. Perasaan berdosa karena makan kebanyakan sedangkan banyak orang di luar sana yang kelaparan. Fyuuh...

Abis itu pasti saya akan bertekad untuk memperbaiki pola makan saya tapi selanjutnya akan terjadi lagi dan lagi...

Memang paling the best sih Nasihat Baginda Rasulullah SAW untuk makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Cuma memang pengaplikasiannya yang susah (excuse mulu, hahaha)

Thursday, March 1, 2018

Welcome March!

March already...

Target yang harusnya bisa closed 50% di February, cuma achieve segini...

So sad....
And aarrghh.... April is near.. 

Tuesday, February 27, 2018

My 20's cycle

25 Y.O
Heey... I'm young adult.. I have big dream! I can do anything! Work hard, play harder!

26 Y.O
Meeeh.. Why no one tell me growing up can be so painful? Why? Why? WHY???

27 Y.O
Oh Shit! My life fucked up!

28 Y.O
Damn! I'm finished! 

I have no idea how to survive if I'm still exist.

Living on the Beach

Entah kenapa, di dorama jepang yang sering saya tonton, beberapa kali menemukan cerita tentang seseorang yang "fuck up" dan kemudian pergi jauh dari tempat asalnya dan tinggal di daerah yang dekat pantai untuk menata hidupnya kembali, contohnya di dorama "Beach Boys", "Summer Nude" dan "Nagareboshi...

Ada satu quote yang saya ingat dari percapakan di dorama tersebut,

"Jika kamu tidak bisa jujur pada dirimu sendiri saat di tepi pantai, dimana lagi kamu bisa melakukannya"

Senja di pantai Indrayanti


Ahhh... Memang melihat laut, sayup debur ombak dan belaian angin pantai menawarkan ketenangan tersendiri..

Pemandangan dari Rock Garden Homestay & Resto

Saya jadi terinspirasi untuk melakukan hal yang sama dan memutuskan untuk pergi ke pantai indrayanti di pelosok kota Yogya. Sayangnya saya salah perhitungan karena jarak yang jauh dan cuaca yang tidak mendukung, saya hanya menghabiskan waktu beberapa jam saja disana.

So Happy!

Meski begitu, setidaknya "lubang" di hati ini sudah sedikit tertambal. Tinggal di sebuah penginapan kecil di dekat pantai, mencoba makanan lokal yang jarang dijumpai, bermain pasir dan ombak seperti anak kecil, its so relaxing.

Sejenak perasaan "semua akan baik-baik saja" kembali menyapa.

Kebetulan pantai ini lumayan jauh banget sih dari Yogya, kalau perjalanan normal, mungkin sekitar 2,5 jam tapi karena hujan lebat jadi hampir makan waktu 5 jam. 

Perjalanan yang panjang. Entah kenapa ingin mengucapkan "Semoga kalian baik-baik saja" pada saat pergi meninggalkan tempat ini, kepada semua orang dan pengalaman yang ditemui, karena rasanya mungkin saya tidak akan kembali lagi kesini.

Dan kayaknya saya mau coba tinggal yang lamaan dikit deh di dekat pantai, Bali mungkin?



*belum selesai bar lari dari kenyataannya? Hahaha

Sunday, January 7, 2018

What happened in 2017?

Tahun 2017 sudah berlalu dan rasanya lumayan banyak hal (perih?) yang terjadi...

Quick Summary:
  • Gagal Nikah
  • Travelling ke Bandung 3 kali
  • Gagal ke Jepang
  • Traveling Ke Purwokerto
  • Losing some of my closed friend
  • Travelling ke Singapura
  • Visit ke Brebes
Ya ya ya... 2018, Try me!

Wednesday, December 6, 2017

Only Wonder

You smiled even though I couldn't be number one.
You smiled even tough I didn't be someone else.

No matter what happens, you will be yours till the end.
No matter what happens, be yourself over and over.

You are so beloved that I can't leave you alone...

Sunday, June 25, 2017

3 hal

Kawan, ibuku pernah mengajarkan bahwa ada 3 hal yang tidak bisa dikembalikan:

1. Perbuatan yang sudah dilakukan
2, Perkataan yang sudah diucapkan.
3. Waktu yang sudah berlalu.

Kamu, dengan segala inisiatifmu yang selalu melakukan sesuatu tanpa pikir panjang, tanpa memikirkan orang lain, meski memang mungkin niatnya baik, tapi tidak selalu baik hasilnya, telah melakukan kesalahan yang pertama.

Dan aku, ya, seperti gerutuan yang selalu aku ucapkan "D*mn.. Me & my big mouth". Yang saat marah sama sekali tidak punya kontrol untuk tiap kata yang kuucapkan, telah melakukan kesalahan yang kedua.

Aku tahu niatmu melakukan perbuatan itu baik, meski hasilnya malah membuat hidupku berantakan. Dan kau pun tahu apa yang kuucapkan hanya karena amarah sesaat, tapi kata-kataku pasti juga telah membuat hatimu berantakan.

Aku meminta maaf. Kau pun begitu.

Akankah hal yang ketiga, waktu yang berlalu bisa mengembalikan semuanya?

Sayonara!