Jika ada sesorang yang mencoba mengerti kamu sepenuhnya, memaklumi perilakumu yang kau sendiri sadari sangat kekanak-kanakan, melakukan sesuatu untukmu meski dirinya sendiri sangat lelah....
Janganlah kau uji dirinya dengan selalu meminta yang lebih..
Yah kita sebagai manusia memang cenderung selalu meminta yang lebih, lebih lagi, lebih terus...
Ada yang bilang, "Sabar ada tidak ada batasnya".
Padahal menurut saya kesabaran itu seperti lautan. Terlihat tidak terbatas, tapi ternyata berbatas.
Jikalau pun sabar memang tidak terbatas, setidaknya pemakluman ada batasnya.
Cinta? Cinta pun saya yakin ada batasnya. Karena hanyalah Diri-Nya lah yang tak berbatas.
Don't take it for granted.
Hargai sesuatu, terlebih orang-orang yang ada didekatmu, seolah mereka bisa pergi kapan saja.
Showing posts with label Akbari Quote. Show all posts
Showing posts with label Akbari Quote. Show all posts
Saturday, August 6, 2016
Jatuh cinta sendirian
Jatuh cinta sendirian...
Seorang pria yang menaruh hati pada gadis yang hanya bisa dilihatnya dari kaca etalase toko.
Seorang pria yang menaruh hati pada gadis yang hanya bisa dilihatnya dari kaca etalase toko.
Jatuh cinta pada dia yang sedang jatuh cinta..
Cinta yang tidak pernah diketahui..
Cinta kecil yang satu arah...
Cinta yang tidak pernah disadari...
Cinta yang tak bernama...
Cinta yang tak bertuan...
Cinta yang tiada berbalas...
Apapun itu, cinta juga kan namanya?
Cinta yang tiada berbalas...
Apapun itu, cinta juga kan namanya?
Labels:
Akbari Quote,
curcol,
life,
My Journey
Thursday, January 8, 2015
Karena cinta saja memang tidak cukup
"Selain ayahnya, saya yakin diri saya ini lah laki-laki yang paling mencintainya di dunia ini."
Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.
Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.
Jika saja kadar cinta bisa diukur dengan bilangan angka, mungkin saya sendiri akan takjub melihat besaran cinta saya pada dirimu.
Hanya saja, memang itu tidak cukup.
Sebesar apapun yang saya punya, tidak akan mampu menyaingi dirinya.
Kalian, dia dan dirimu lebih lama berproses bersama. Mengarungi kurva naik turunnnya kehidupan ini.
Saling berbagi mimpi dan tragedi.
Sedangkan saya? Tak banyak lagi yang saya tahu dari dirimu selain dari apa yang kamu ucapkan sesekali melalui telepon.
Merasa kalah karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu menyakitkan ya?
Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.
Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian..
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...
Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.
Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.
Cinta?
Hah? Benda apa ya itu?
Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.
Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian..
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...
Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.
Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.
Cinta?
Hah? Benda apa ya itu?
Labels:
about me,
Akbari Quote,
curcol,
life,
My Journey
It doesn't matter
Terkadang saya suka merasa miris melihat seseorang yang bekerja hampir puluhan tahun pada sebuah perusahaan dengan jam kerja 9 to 5 (terlebih jika posisinya masih biasa-biasa saja).
Atau yang terpaksa bekerja pada bidang yang tidak disukainya kerena terjebak backgroud pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya.
Atau yang merasa bahwa jadi PNS adalah satu-satunya jalan untuk bekerja dan bertahan hidup.
Dead end Job.
Duh! How Come?
Apa orang tersebut bahagia?
Apa tidak ada hal lain yang mau dilakukan orang tersebut?
Apa itu passion mereka?
Menukarkan hampir 10 jam dari waktu hidupnya tiap hari, lima kali seminggu, 24 hari sebulan untuk bekerja... Somehow its sound so scary for me.
Lalu saya tersadarkan, bahwa sebenernya saya lah yang paling menyedihkan.
Bukan mereka.
Mungkin mereka yang bekerja 9 to 5 dalam bilik kantor tiap harinya itu memang benar benar menikmati apa yang mereka lakukan.
Mungkin mendapatkan penghasilan yang besar dari pekerjaannya memang merupakan target dari hidup mereka.
Mungkin menafkahi keluarga dengan layak adalah hal yang sangat penting bagi diri mereka.
Mungkin membahagiakan orangtua dan keluarga dengan menjadi PNS adalah pencapaian besar dalam hidup mereka.
Yah mungkin hanya memang tujuan hidup saya yang berbeda dengan mereka.
Tidak masalah jika kamu mau menjadi pegawai, pedagang, PNS, freelancher, wirausahawan.
Atau yang terpaksa bekerja pada bidang yang tidak disukainya kerena terjebak backgroud pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya.
Atau yang merasa bahwa jadi PNS adalah satu-satunya jalan untuk bekerja dan bertahan hidup.
Dead end Job.
Duh! How Come?
Apa orang tersebut bahagia?
Apa tidak ada hal lain yang mau dilakukan orang tersebut?
Apa itu passion mereka?
Menukarkan hampir 10 jam dari waktu hidupnya tiap hari, lima kali seminggu, 24 hari sebulan untuk bekerja... Somehow its sound so scary for me.
Lalu saya tersadarkan, bahwa sebenernya saya lah yang paling menyedihkan.
Bukan mereka.
Mungkin mereka yang bekerja 9 to 5 dalam bilik kantor tiap harinya itu memang benar benar menikmati apa yang mereka lakukan.
Mungkin mendapatkan penghasilan yang besar dari pekerjaannya memang merupakan target dari hidup mereka.
Mungkin menafkahi keluarga dengan layak adalah hal yang sangat penting bagi diri mereka.
Mungkin membahagiakan orangtua dan keluarga dengan menjadi PNS adalah pencapaian besar dalam hidup mereka.
Yah mungkin hanya memang tujuan hidup saya yang berbeda dengan mereka.
Tidak masalah jika kamu mau menjadi pegawai, pedagang, PNS, freelancher, wirausahawan.
Apapun yang kau lakukan.. apapun pekerjaanmu.. apapun itu..
Labels:
Akbari Quote,
artikel,
curcol,
life,
motivation,
personality
Saturday, May 17, 2014
Bukannya aku...
Bukannya aku tidak mau menikah..
Aku hanya tidak mau membawa dirimu ke hidupku yang rumit
Bukannya aku tidak mau mengadakan acara resepsi pernikahan..
Aku takut kamu jadi sedih dan malu karena tidak ada teman ataupun saudaraku yang akan datang.
Aku takut kamu jadi sedih dan malu karena tidak ada teman ataupun saudaraku yang akan datang.
Bukannya aku tidak mau mempunyai anak..
Aku takut tidak bisa memberikan kehidupan yang bahagia kepada mereka, padahal aku yang membawa mereka dari surga sana ke dalam dunia ini.
Aku takut tidak bisa memberikan kehidupan yang bahagia kepada mereka, padahal aku yang membawa mereka dari surga sana ke dalam dunia ini.
Bukannya aku tidak mau memperjuangkanmu..
Hanya saja... bukankah kamu akan lebih bahagia dengan seseorang lain disana?
Bukannya aku mau selalu hidup sendiri..
Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain dengan masalah-masalahku. Apalagi merepotkanmu.
Bukannya aku tidak mau menikahimu..
Tapi apa tega aku membuat kamu menangis saat kita bertengkar masalah-masalah rumah tangga nanti?
Bukannya aku tidak akan menyesal...
Sedari sekarang, aku yakin ini akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.
Bukannya... Bukannya aku tidak menyayangimu...
Tapi apa itu cukup bagimu.. Aku.. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia saja.
Untuk seseorang disana...
Hanya saja... bukankah kamu akan lebih bahagia dengan seseorang lain disana?
Bukannya aku mau selalu hidup sendiri..
Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain dengan masalah-masalahku. Apalagi merepotkanmu.
Bukannya aku tidak mau menikahimu..
Tapi apa tega aku membuat kamu menangis saat kita bertengkar masalah-masalah rumah tangga nanti?
Bukannya aku tidak akan menyesal...
Sedari sekarang, aku yakin ini akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.
Bukannya... Bukannya aku tidak menyayangimu...
Tapi apa itu cukup bagimu.. Aku.. Aku hanya ingin kamu selalu bahagia saja.
Untuk seseorang disana...
Labels:
about me,
Akbari Quote,
curcol,
motivation,
My Journey
Wednesday, November 28, 2012
Tuesday, November 27, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)












