Showing posts with label about me. Show all posts
Showing posts with label about me. Show all posts

Sunday, March 22, 2020

Extended Honeymoon

Lama tidak menulis di blog, dan saat ini saya sudah berubah status. I'm married man now.

02/02/2020 menjadi tanggal yang sangat istimewa bagi saya bisa menggenap dengan perempuan yang terkasih. Detailnya mungkin akan menyusul di postingan blog yang lain.

Kali ini saya mau bersyukur atas masa honeymoon saya yang yang somehow terasa diperpanjang. 

Oke yang ini bukan bagian dari honeymoon, tapi bagian yang juga penting. Setelah LDR dengan dia karena saya harus dinas di sampit, kami selalu bertemu tiap hari berturut-turut hingga 27 hari. Berselang sehari, lalu kami terus bertemu hingga H-2 tanggal pernikahan. Senang sekali rasanya akhirnya rindu sebulan ini bisa tertebus lunas.

Dan setelah menikah, saya langsung mengambil cuti dan tinggal di dekat rumah kemudian pada tanggal 6 Februari kami memutuskan untuk honeymoon. Rencana ke Bali batal karena sedang merebak kasus virus Corona hingga akhirnya pilihan jatuh ke Bandung. Kami menghabiskan waktu disana hingga tanggal 10 Februari menikmati sejuknya kota Bandung dan sempat mampir untuk bertemu adik ipar. 

Beberapa hari di rumah, akhirnya panggilan dinas kembali datang. Alhamdulilah istri bisa ikut menemani perjalanan ke Kota Medan. Akhirnya tanggal 18 Februari kami berangkat ke Medan. Meski ini perjalanan kerja, tapi memang beda rasanya jika ditemani si dia yang tercinta. Tak disangka, rencana kerja yang awalnya hanya seminggu berlanjut hingga sebulan. Setelah puas tinggal di hotel selama sebulan, akhirnya tanggal 17 Maret saya dan istri kembali ke Jakarta.

Ternyata di Jakarta, virus Covid-19 sedang menyerbak dan tempat kerja saya memberi kebijakan untuk bekerja dari rumah. Alhasil semenjak di Jakarta hingga tulisan ini dibuat, saya dan istri bisa menikmati quality time berdua sambil terisolasi di rumah.

Saya sangat bersyukur, meski waktu pacaran kami sangat singkat, tapi kami diberi waktu yang cukup  untuk bisa saling mengenal setelah menikah. Dan lagi ada rencana untuk dinas kembali ke Palembang. Semoga kondisi sudah aman dan istri juga bisa ikut menemani berpetualang.

Tuesday, April 23, 2019

Minggu Nostalgia

24 Februari 2019,

Sudah hampir 2 pekan saya ada di Medan, biasa, urusan pekerjaan. Dan pada hari minggu siang, saya memberi usul untuk makan siang di Warung Steak, di Jalan Ahmad Yani. Alasannya, lagi akhir bulan, gajian belum masuk tapi ingin makan sesuatu yang sedikit fancy.

Sesampai disana, warung Steak masih sepi,mungkin belum masuk jam makan siang. Saya dan kedua rekan saya memesan Doube Chicken Steak dan Es teh tawar. Kami selalu menyebut steak di Warung Steak ini sebagai Steak yang Tipu-tipu, alasannya apalagi kalau bukan jumlah tepung yang lebih banyak ketimbang dengan dagingnya.

Sementara dua rekan saya menyantap dengan lahapnya, saya memilih untuk memakan secara perlahan. Tiba-tiba saya merasakan nostalgia yang begitu indah. Dulu, semasa kuliah, makan di warung steak seperi ini hanya bisa pada moment-moment tertentu saja, maklum mahasiswa. Saya teringat pertama kali makan di Warung Steak ini pada saat ditraktir teman saya yang ulang tahun. Wah rasanya senang dan mewah sekali makan di tempat seperti ini. Steak goreng tepung serta milkshake jadi terasa spesial bagi mahasiswa yang biasanya hanya makan di kantin kampus dengan Rp5000 sebagai budget maksimal.

Selama kuliah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya makan disana. Biasanya saya dan teman-teman sekelas akan makan bareng disana saat moment-moment spesial. Nostalgic!

Teman-teman saya sudah menyelesaikan makanannya, bahkan mereka masih berasa kurang sehingga memesan kembali. Saya yang makan secara perlahan, sudah cukup merasa kenyang.

Lalu selepas makan, kami mencari tempat print document untuk mencetak beberapa dokumen kantor. Saat disana, kembali saya merasakan nostalgia. Dulu saya tidak mempunyai komputer/laptop sehingga untuk mengerjakan tugas kuliah saya harus ke rental komputer. Wangi tinta dan komputer-komputer khas rental dengan spesifikasi yang jadul, Nostalgic!

Dan di jalan pulang, tidak sengaja kami melewati kampus USU (Universitas Sumatera Utara), kami memutuskan untuk masuk dan berkeliling disana. Karena hari minggu, memang suasana kampus cederung sepi, walaupun masih ada beberapa mahasiswa yang terlihat beraktifitas. Suasana seperti ini, memang cocok saya sebut sebagai minggu nostalgia!

Tuesday, March 13, 2018

Unfulfilling Travelling

Tahun ini lumayan banyak travelling ke luar Jakarta, baik dari kerjaan dan juga dari agenda jalan-jalan pribadi.

Bandung (Rekor sampai 3x dalam setahun ke bandung cuma buat jalan-jalan)
Brebes
Medan
Batam
Cilegon
Purwokerto
Singapura
Yogyakarta
Dumai
Bogor

Tapi rasanya ada yang kurang, ada yang hilang. Traveling tetap selalu menyenangkan, bisa melihat tempat baru dan terlepas dari rutinitas yang.. ok.. membosankan.

I'm feeling charged when travelling, tapi saat kembali kembali dari sana, langsung terasa low bat lagi. Lubang yang saya harap bisa terisi dengan jalan-jalan ternyata hanya tetap terbuka menganga. Travelling tidak bisa mengisinya, hanya menambal sementara. I wonder why, dan mungkin ini jawabannya:




Saturday, August 6, 2016

Karena semua ada batasnya

Jika ada sesorang yang mencoba mengerti kamu sepenuhnya, memaklumi perilakumu yang kau sendiri sadari sangat kekanak-kanakan, melakukan sesuatu untukmu meski dirinya sendiri sangat lelah....
Janganlah kau uji dirinya dengan selalu meminta yang lebih..

Yah kita sebagai manusia memang cenderung selalu meminta yang lebih, lebih lagi, lebih terus...

Ada yang bilang, "Sabar ada tidak ada batasnya".
Padahal menurut saya kesabaran itu seperti lautan. Terlihat tidak terbatas, tapi ternyata berbatas.
Jikalau pun sabar memang tidak terbatas, setidaknya pemakluman ada batasnya.

Cinta? Cinta pun saya yakin ada batasnya. Karena hanyalah Diri-Nya lah yang tak berbatas.

Don't take it for granted.
Hargai sesuatu, terlebih orang-orang yang ada didekatmu, seolah mereka bisa pergi kapan saja.





Jangan membanggakan anak orang lain terlalu sering

Jika suatu saat nanti saya (atau anda) menjadi orang tua, saya mohon jangan pernah melakukan kesalahan ini kepada anakmu sendiri.

Ya, mana ada sih orang didunia ini yang suka rasanya dibandingkan dengan orang lain?

Terlebih hati seorang anak yang dibandingkan dan dianggap tidak lebih baik oleh orangtuanya sendiri dengan anak orang lain?
Bisa terbayang betapakah hancurnya?






Cowok Bewokan

"Kalau nyapu rumah tuh yang bersih, kalau gak bersih nanti suami kamu brewokan lho"
(Seorang ibu-ibu tetangga)

Duh kalau gitu, kasihan dong saya bakal punya istri yang nyapunya gak bersih, hahaha.
And Yes! Saya sekarang brewokan. Setelah mati-matian dari kecil mengelak gak mau brewokan (padahal gen untuk tumbuh bewok sudah keliatan banget dari ayah dan kakek saya), akhirnya saya menyerah, membiarkan bulu-bulu diwajah saya ini tumbuh dengan sangat brutalnya, membuat saya terlihat seperti kera yang gagal berevolusi menjadi manusia. orz

Alasannya: Capek harus shaving tiap hari, belum lagi kalau buru-buru shavingnya, bisa berdarah dan iritasi kulit. Jadi sekarang saya lebih memilih membiarkannya tumbuh walau sesekali dirapihkan. Meski orang-orang disekitar saya banyak yang protes karena saya brewokan begini, katanya jadi terlihat tua lah, terlihat tidak terurus, kucel, kumal, kotor, tapi tak apalah, hehehe. Maap ya bunda dan adik-adikku.


Sunday, January 31, 2016

Jualan..

15 Oktober 2014....

Pertama kali saya membuka sebuah lapak di Kaskus. Berjualan Flashdisk & Kartu Perdana Paket data sebuah operator.

Awalnya sih iseng saja, lagi agak jenuh sama kerja 8-5 tiap hari plus liat karakter dari dorama Kodoku No Gourmet yang kerjaannya sebagai seorang self-employment yang menjual barang-barang export ke para customernya. Liat sih enak banget, gak terikat waktu kerja normal 8-5, bisa sekalian jalan-jalan kalau lagi ke tempat customer, tapi pas saya coba... Pedih! Hahaha.

Ada saatnya untuk menjual sebuah flashdisk atau kartu perdana dengan margin keuntungan Rp.10.000 saya harus nungguin si pembeli datang setelah pulang kerja, atau COD-an yang malah bikin saya nambah ongkos dan jadinya malah gak ada untungnya, hahaha.

But.. at first, I don't do that for money. Ya, saya coba terus mengingatkan diri saya bahwa saya memulai ini dengan tujuan untuk menjadi penyaluran hobi belanja online saya sekaligus sebuah usaha untuk memulai impian saya bisa punya usaha sendiri, jadi entreprenuer atau self-employment. Tapi yang paling utama ya jadiin hobi aja, jadi kalau gak dapet untung, atau apesnya lagi rugi, ya anggap aja sebagai biaya hobi, hehehe.
But if your hoby can make some amount of money, that is good things, right?

Beberapa tempat saya berjualan:

KASKUS

Bisnis sampingan saya berawal disini, dari yang awalnya cuma punya dua lapak di FJB Strore, sekarang udah ada 5 page trit jualan saya (banyak yang gak aktif juga sih).

Sistemnya yang gampang. Kalau kita punya barang, tinggal bikin akun kaskus terus langsung deh bikin lapak di FJB Store. Tidak ada rekening pihak ke-3 sehingga uang penjualan barang bisa langsung masuk ke rekening kita.

But somehow, penjualan saya dikaskus lagi menurun drastis, apa karena kurang di maintenance ya?
Bisa cek dagangan saya di Kaskus dengan Id Kaskus: akbari13
Atau langsung klik disini: http://www.kaskus.co.id/profile/viewallclassified/1282316


TOKOPEDIA


Ini yang lagi demen banget saya tengok aplikasinya tiap hari. Berharap ada order yang masuk (kayak akang gojek aja ya saya, liatin hp buat cari orderan, hehehe). Alhamdulilah mulai jualan di tokopedia di Oktober 2015 dan sekarang sudah mulai bisa menghasilkan untung yang cukuplah buat biaya jajan saya kalau weekend, hehehe.

Di Tokopedia ini semua lebih terstruktur, sehingga nyaman bagi proses jual beli, terutama bagi pihak pembeli karena uang dari pembeli akan masuk ke Tokopedia terlebih dahulu dan baru masuk ke rekening tokopedia saya setelah transaksi sukses.


Dan entah kenapa jargon-jargon tokopedia berikut ini, bikin saya tambah semangat buat jualan online:
"Ciptakan peluangmu!"
Yes, I will! Sekarang mata saya kalau lagi browsing internet atau jalan-jalan di mall selalu lirik-lirik, kira-kira ada barang yang bisa saya beli terus jual lagi gak ya? Hahaha

"Mau kerja dirumah?"
Mau banget. Ya meski ketika sabtu minggu atau pas lagi cuti, saya merasa sedikit lega karena setidaknya saya mengisi waktu untuk hal yang bermanfaat dan menghasilkan sedikit uang ya cukuplah buat beli bakso sore-sore, hehehe.

"Mau gajian tiap hari?"
Bangets lah! Ya meski cuma 10 ribu, tapi ketika menerima dana pembelian barang dari pembeli, keuntungannya kan bisa langsung saya dapatkan. Jadi meski kecil, tapi berasa ada uang yang masuk ke rekening itu bikin happy banget. Beda dengan gaji yang harus nunggu tiap akhir bulan, hehehe

Bisa cek dagangan saya di Tokopedia dengan Nama Store:Lumber-Jak
Atau langsung klik disini: https://www.tokopedia.com/lumberjak

Ya meski uang yang dihasilkan belum besar, masih kalah jauh sama gaji dari pekerjaan saya sekarang, tapi jualan ini bikin saya lebih semangat karena ini murni adalah usaha saya sendiri dimana saya adalah penggerak utamanya, dan progressnya lumayan keliatan langsung.

Semoga tahun ini usaha sampingan saya ini bisa lebih berkembang! Aamiin

Welcome 2016!

Helaa everybody... Welcome to 2016!



Wait... bar, 2016 kan udah lewat sebulan, kok telat sih??

Hahaha.. Ya Tahun baru 2016 memang sudah lewat sebulan tapi rasanya saya baru mulai mendeklarasikan fase baru kehidupan saya di tahun 2016 mulai hari ini.

Why? Karena kalau bisa dibilang tahun 2015 kemarin itu amazing banget buat saya. Mungkin jika saya bertemu dengan diri saya yang berhasil melalui tahun 2015 tersebut (dan tetap hidup, hahaha), saya akan memegang pundaknya sambil berkata "You did great job dude. Otsukare!"

Dari beberapa pencapaian yang tidak disangka, banyak target yang tidak tercapai, puluhan kesalahan fatal baik itu dalam kehidupan pribadi, kerjaan maupun spiritual, penolakan-penolakan yang bikin hati runtuh (Hint: Tahun ini saya ditolak banyak banget, hihihi).

Januari 2016. Rasanya saya mau menjadikan bulan ini untuk menyelesaikan beberapa urusan yang masih nyangkut di 2015, sekaligus rehat sejenak biar bisa power up dengan maksimal di tahun 2016 ini.

So.. 2016, I'm Ready! Engine already started.. 
Fly akbari! Fly!




Sunday, February 15, 2015

Merubah hidup ala Yusuf Mansyur Dengan Riyadhoh 40 Hari


Somehow, saya merasa lagi penat banget sama kehidupan saya yang sekarang, berasa lagi di ujung tanduk. Mau ini salah, mau itu salah. Dan seperti biasa, kalau punya masalah saya selalu googling, berharap dapat pencerahan. Dan akhirnya saya masuk ke situs ini (http://www.aunurrofik.com/riyadhah-40-hari/).

Disana dijelaskan mengenai Riyadhah 40 hari yang diajarkan Ust.Yusuf Mansyur

Apa Itu Riyadhah 40 Hari?

Pada dasarnya Riyadhah adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini kita kaitkan dengan perbaikan diri melalui perbaikan ibadah.

Lalu kenapa harus 40 hari?

Karena berdasarkan sebuah penelitian di bidang psikologi, otak bawah sadar manusia akan membentuk memori suatu kebiasaan/ habit dalam masa 40 hari.

Jadi semisal ingin merubah kebiasaan, katakanlah kebiasaan bangun siang menjadi bangun pagi jam 5, maka lakukanlah latihan pembiasaan bangun pagi setidaknya selama 40 hari. Maka kebiasaan bangun pagi itu akan lebih mudah untuk diteruskan. Karena kebiasaan ini menyangkut otak bawah sadar kita.
Dan apa yang dilakukan selama masa Riyadhah 40 hari tersebut.  Berikut rinciannya:
  • Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
  • Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dengan qabliyah dan ba’diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya adzan).
  • Jaga baca Surat Al Waaqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
  • Jaga Shalat Dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
  • Baca zikir usai shalat, plus bacaan Yaa Fattaah Yaa Rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus Surat Al Ikhlas 3x. Ini setiap usai shalat.
  • Khusus usai Shalat Subuh dan Ashar, ditambah 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.
  • Jaga setiap hari membaca 300x Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
  • Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
  • Jaga setiap hari baca Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhim100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/ jelang maghrib).
  • Jaga setiap hari baca Surat Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yang penting 1 hari 1x).
  • Tutup malam dengan shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa (Al Kafirun) di rakaat pertama, Qulhu (Al Ikhlas) di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari As Sajdah, Tabaarok, atau Ar Rohmaan.
Ustadz Yusuf Mansur juga berpesan:
Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba’diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.
Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya. Amin.
Ya Allah.....
Selama ini memang saya sangat jauh dari-Mu. Jangankan amalan yang sunnah, yang wajibkan dengan sering saya tinggalkan. Merasa pongah mengandalkan kekuatan diri sendiri yang terbatas untuk menyelesaikan masalah, dan mengabaikan pertolongan-Mu.

Saya ingin sekali mencoba hal ini Karena rasanya tidak ada lagi yang bisa saya lakukan selain meminta pertolongan-Mu Ya Allah..
Semoga saya bisa istiqomah menjalankannya. Amien

Sunday, February 8, 2015

Selfie 2014

Tahun 2014 ini foto-foto selfie gak jelasnya gak sebanyak tahun 2013 kemarin (udah mulai sadar diri, hihihi)
Yang bagi saya pribadi terasa unik, tahun ini kelihatan banget saya transformasi wajahnya menjadi tua gegara brewokan, hahaha. Dari awal tahun 2014 sampai bulan Mei, muka saya masih bersih kayak begini:


Dan mulai bulan juni, mulai males harus shaving tiap hari jadi membiarkan wajah ditumbuhi bulu-bulu gak jelas. Kadang kalau lagi bercermin, suka merasa mirip gorila, ahahaha XD


Dan mulai saat itu, belum pernah cukur sampai bersih banget. Entah kenapa, gak tega menumpas habis brewok saya ini. Tahun 2015 ini pun kayaknya masih nyaman begini, keliatan tua sih, tapi tak apalah XD

Thursday, January 8, 2015

Karena cinta saja memang tidak cukup

"Selain ayahnya, saya yakin diri saya ini lah laki-laki yang paling mencintainya di dunia ini."

Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.

Jika saja kadar cinta bisa diukur dengan bilangan angka, mungkin saya sendiri akan takjub melihat besaran cinta saya pada dirimu.
Hanya saja, memang itu tidak cukup.



Sebesar apapun yang saya punya, tidak akan mampu menyaingi dirinya.
Kalian, dia dan dirimu lebih lama berproses bersama. Mengarungi kurva naik turunnnya kehidupan ini.
Saling berbagi mimpi dan tragedi.

Sedangkan saya? Tak banyak lagi yang  saya tahu dari dirimu selain dari apa yang kamu ucapkan sesekali melalui telepon.

Merasa kalah karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu menyakitkan ya?

Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.

Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian.. 
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...

Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.

Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.

Cinta? 
Hah? Benda apa ya itu?

Saturday, August 16, 2014

Marry your best friend.

Marry your best friend.



Marry someone who you wouldn’t mind waking up to every day for the rest of forever.
 
The one who makes you fucking glad to be alive. 
Who makes you feel like your heart has a huge goofy smile on its face.
Don’t settle.

Marry someone who drives you crazy. The one who frustrates you. 
Marry the one you don’t mind fighting with, because they will not be stuck up or awkward about it. 
Don’t marry someone who gives their ego more importance, than they give you.

Marry someone who you can check other people out with. 
The one who you turn to when your world comes undone. The one whose shoulder you want at 4 AM because “nothing seems to work out”. 
The one you want at 2 PM because you hate eating your food alone.
Marry someone who knows how much coffee you need in the morning to be fully awake. 
The one who knows you are not a morning person.

Marry someone you can imagine yourself spending not just Friday nights but also Sunday afternoons with. The one you can see yourself with in the future…. maybe twenty or twenty five years down the line. 
The one who can take your sadness away in that one hug.

Marry someone who makes you the best version of yourself. 
The one who believes in you, even when you don’t. 
The one who stands by you, through thick and thin.

Marry someone you can’t imagine your life without.

Marry the one you are insanely in love with. And the one who is insanely in love with you.

Marry the one who knows what you want to say, when you’re too tired to say it with words. The one you can spend comfortable silences with from time to time.

Marry the one you can imagine yourself going on long road trips with.

Marry your soulmate. Marry your best friend.

Tuesday, July 29, 2014

Travelling ke Dumai

Sebenernya bukan travelling juga sih. Kalau bukan masalah kerjaan kayaknya saya juga gak bakal ke Dumai, hihihi.

Semenjak kerja ditempat yang sekarang, saya udah beberapa kali mengunjungi kota ini. Bahkan pernah stay disana sampai hampir 2 bulan. Ya meski udah lumayan sering kesana, tapi karena emang buat urusan kerjaan jadi gak terlalu bisa mengeksplor kota ini terlalu dalam. Ya disamping sebenernya saya juga bukan tipe orang yang suka jalan-jalan juga sih, plus gampang banget homesick, jadi kalau lagi diluar kota gitu biasanya fokus biar bisa cepet-cepet pulang.

Dumai ini katanya kota terbesar kedua di Indonesia loh. Emang sih luas banget plus penduduknya yang gak terlalu padat, jadi kerasa lowong banget kota ini. Untuk pusat kotanya sendiri sebenernya gak terlalu besar, disini malah belum ada yang namanya Mall dan Bioskop. Terbilang sepi untuk sebuah pusat kota.

Kondisi salah satu jalan utama di Kota Dumai pada siang hari

Kota ini yang juga emang deket banget sama laut, kebanyakan diisi dengan pabrik-pabrik minyak, baik itu minyak bumi atau minyak sawit. Jadi jangan heran kalau kamu jalan sedikit aja, pasti ketemu dengan pabrik plus tangki-tangki penampungan minyaknya yang besar-besar banget. Bahkan saking identiknya kota ini dengan industri minyaknya, bekerja dipabrik-pabrik itu seolah menjadi pekerjaan yang bonafit dan terpandang bagi penduduk dikota ini.

Tangki-tangki penampungan minyak seperti ini sangat banyak ditemui

Untuk mencapai kota ini, saya biasanya dari Jakarta naik pesawat ke Pekanbaru lalu melanjutkan perjalanan darat dari Pekanbaru ke Dumai dengan naik mobil travel selama kurang lebih 6 jam. Sebenarnya ada juga penerbangan lokal dari Pekanbaru ke Dumai, hanya saja katanya jumlah seatnya terbatas dan didominasi oleh sebuah perusahaan negara yang bergerak di bidang minyak bumi. Isunya akan segera dibangun jalan tol dari Pekanbaru ke Dumai, semoga saja cepat terlaksana karena memang lewat jalur yang sekarang itu sangat jauh dan banyak area-area jalan yang rusak sehingga membuat perjalanan terasa lama dan melelahkan.

Ada dua Travel yang saya biasa gunakan untuk mencapai Dumai dari Pekanbaru:
1.Travel Permata Bunda
Contact: 081276918989 / 081275189868
Harga terakhir: Rp.120.000 (Juni 2014)

2.Travel Karya Maju
Contact: 076535239
Harga terakhir: Rp.200.000 (Juni 2014)

Di kota Dumai saya biasanya memilih tinggal di pusat kotanya, baik itu di Hotel maupun penginapan kecil jika dana sedang tidak mencukupi. Pilihan hotel saya biasanya jatuh ke Hotel City di jalan Sudirman. Karena pertama kali di Dumai saya menginap disini, akhirnya jadi familiar. 

Hotel City (bangunan yang berwarna pink)

Rate harganya pun masih lumayan terjangkau. Terakhir saya pilih Room Standar dengan rate Rp. 275.000/malam. Pilihannya ada yang single bed maupun Double. Fasilitas yang kita dapatkan disini juga lumayan. Kamar mandi dengan shower air panas. Bathub (untuk room diatas standart), wifi, dan sarapan untuk 2 orang tiap harinya.Hanya saja untuk sarapan, seperti managemen hotel perlu sedikit berbenah diri. Menu yang ditawarkan terlalu monoton, biasanya nasi goreng terus sehingga cepat membuat bosan.

Room Standart Hotel City

Jika ingin memilih hotel atau penginapan lain, disepanjang jalan sudirman ini memang pusatnya. Tinggal cari-cari saja yang sesuai dengan keinginan dan budget kamu. Mulai dari yang mewah macam Grand Zuri atau Hotel Comfort sampe penginapan-penginapaan sederhana dengan tarif 50 ribuan permalam.

Hotel Comfort. Lokasinya dekat dengan Hotel City

Lanjut ke soal Transportasi. Berhubung saya emang gak bisa mengendarai jenis kendaraan apapun, masalah ini jadi isu itu saat ke Dumai. Di kota ini, transportasi umumnya terbatas banget. Ada sih angkot, cuma angkotnya masih gak bernomor dan jalur trayeknya masih gak jelas. Jadi cuma angkot-angkot pribadi yang gak ada aturan jelasnya. Pernah saya naik angkot dan dianterin ke suatu tempat yang gak begitu jauh, eh sang supir minta Rp.10,000. Alasannya itu bukan jalur trayek dia. Ya mana saya tahu kan. 

Sudut jalan di kota Dumai. Sepi angkutan umum

Jadi kalau mau naik angkot di Dumai ini harus tau pasti jalur angkot yang emang dilewatin si empunya angkot tersebut. Pilihan lain, banyak Bentor (becak motor), becak dan ojek yang siap nganterin kamu kemana-mana. Well, harus pinter-pinter nawar ya, soalnya suka ngasih harga yang mahal kalau tahu kita bukan orang asli situ. Better, kalau di Dumai ini sih bawa kendaraan sendiri aja. Pernah temen sewa motor cuma Rp.50.000 sehari. Kalau sewa mobil sekitar Rp.250rb sampai Rp.300rb. Coba aja tanya sama resepsionis tempat kamu menginap, biasanya mereka sediain atau minimal tahu info dimana kamu bisa sewa kendaraan.

Gak lengkap ya kalau ke suatu kota tanpa nyobain makanan khas daerah sana. Well, sayangnya selama disini saya gak pernah nemuin makanan yang khas banget dari Dumai. Dan setelah nanya orang sana emang katanya gak ada yang makanan besar yang khas dari sini. Disini tempat makan didominasi sama Rumah-rumah makan padang. Ya karena emang mayoritas disini banyak pendatang dari daerah sana. Tapi kalau lagi bosen makan yg bersantan dan mau keliling-keliling bisa juga nemu makanan yang lain. Rekomendasi kalau mau berburu kuliner sih dateng aja ke Alun-alun didepan Ramayan atau ke Jalan Ombak.

Ramayana di Kota Dumai. Salah satu pusat hiburan dan shopping di kota ini.

Oleh-oleh khas daerah sini itu adalah keripik cabe. Keripik singkong yang diiris kecil-kecil dengan tekstur yang agak keras terus dikasih bumbu cabai. Tapi kalau misalnya pemgen beli oleh-oleh yang lain, belinya di Pekanbaru aja nanti pas perjalanan pulang.
Kripik Cabai. Oleh-oleh khas Dumai

Di Dumai ini biasanya saya bekerja di daerah KID (Kawasan Industri Dumai) di Pelintung, perjalanan kesana dari Dumai kota kira-kira 1 jam dengan motor. Sering juga kerja di daerah Lubuk Gaung, perjalanan 30 menit dari Dumai Kota. Disana memang pusatnya-pusatnya pabrik minyak, baik itu minyak sawit atau minyak bumi serta pelabuhan tempat kapal-kapal perdagangan berlabuh.

Tanki-tanki minyak di Kawasan Industri Dumai.

Untuk tempat berwisatanya sendiri, seperti di Dumai gak banyak pilihan, namanya juga kota yang mayoritas Industri. Selain Ramayan dengan alun-alunnya yang ramai kalau malam, terutama malam minggu, ada juga beberapa pantai yang katanya bagus. Sayang sekali saya belum pernah mengunjungi pantai-pantainya. Oh iya, dari Dumai ini kamu bisa naik kapal fery kalau mau ke Batam dan Singapura. 

Oke deh, segitu dulu sekelumit catatan perjalanan saya di kota Dumai. Bagi saya, kota Dumai ini spesial banget, karena ketika saya jauh dari Jakarta dan orang-orang kesayangan disana, biasanya di Kota ini saya bisa kembali dekat dengan sosok seseorang disana meski hanya lewat berbalas pesan dan suara. *cie curcol xD

"Di Dumai juga ada cinta"

Ciaaao!! Keep Travelling, Go get lost!

Saturday, July 19, 2014

Tsundere Me

"Karena aku ini TSUNDERE!
Kusembunyikan sisi lemahku
Sendirian pun aku bisa hidup
Hanya penampilan TSUN TSUN
Kepribadian gandaku cintai sajalah"

(Lirik lagu Tsundere-JKT48)



Tsundere (ツンデレ?) adalah salah satu bentuk proses pengembangan karakter Jepang yang menggambarkan perubahan sikapseseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangat kepadanya.
(Wikipedia)

Cowok Tsundere? Oh God!
hahahaa... emang gak ada lucu atau imutnya sih, tapi ya kalau dipikir gue ini emang punya sifat kayak gitu.
Keseringan orang yang baru pertama ketemu dan kenal gue bakal menganggap gue sebagai orang yang pendiam, dingin, kaku, rada sombong, sangat cuek.

Tapi dari beberapa teman yang emang udah deket dan menghabiskan banyak waktu dengan gue bakal bilang kalau gue ini orangnya rada caur, care banget, good listener, konyol, cabul *eh ini kagak, suer! XD

Alter ego? Ya mungkin bisa dibilang begitu. Seolah ada sebuah "switch" yang akan otomatis merubah kepribadian gue bergantung dengan keadaan dan orang-orang yang berada disekitar gue.
Atau cuma sebuah topeng yang selalu gue kenakan sebagai mekanisme pertahanan diri saat tidak merasa nyaman?

Gue akui, salah satu ketakutan gue adalah terlihat bodoh dan tidak mengetahui sesuatu. Karenanya, gue lebih sering memilih untuk diam. Daripada berbicara lalu terlihat bodoh. Gue sangat takut terlihat bodoh.

Kesombongan diriku ini, tolong patahkanlah...


Friday, July 18, 2014

My 24th Birthday Gift

Finally, I'm 24 years old now. Arghhh... Feeling so old. :|
Well, untuk bahasan filosofis diumur saya yang makin menua ini dibahas lain kali aja kali ya, soalnya di pertambahan umur kali ini, saya agak "denial" gitu dan gak mau terlalu pusing memikirkan hal yang berat-berat dulu.

Kali ini ada yang beda. Kalau biasanya pas saya berulang tahun ibu dan adik-adik saya akan memberikan kado yang gak jauh-jauh dari kemeja, kaos ataupun tas baru, kali ini berhubung saya lagi memprogramkan diri untuk menurunkan berar badan, mereka malah memberikan barang-barang ini. Sebuah hul


Sebuah hulahoop berdiamater 80cm yang dihiasi kertas krep warna-warni. Lucu ya.. :3

Sepasang alat latihan genggaman tangan dan sepasang dumbel ukuran 2 kg.

Terima kasih Ayah, Ibu dan kedua adikku. <3 b="">
Terima kasih telah bersama dan bersabar kepada Akbar selama ini. :')

============================================

Sejauh ini saya belum berhasil memainkan hulahoop-nya dan masih jadi pajangan dikamar aja. XD

Saturday, June 21, 2014

Berhenti dan jatuh cintalah...

Sebulan terakhir ini, kehidupan normal saya terasa terhenti..

Tiada lagi macet yang harus dicumbui tiap pagi..
Tiada lagi wajah sinis rekan kantor yang memandang saya karena datang terlambat..
Tiada lagi susu kambing hangat yang disiapkan ibu untuk saya tiap pagi..
Tiada lagi suara dari ayah, ibu dan kedua adik saya yang biasa saya dengar sepulang bekerja..
Tiada lagi suasana pengap beserta kasur kapuk super empuk yang menemani tiap tidur..
Tiada lagi acara berkumpul dengan kawan-kawan terbaik tiap akhir pekan...

Semua terasa berubah... Saya terasing disebuah tempat yang sebenarnya sudah tidak terlalu asing bagi saya. Sebuah kota besar tapi terasa begitu sepi di bagian barat Indonesia.

Sebenarnya saya benci berada disini untuk kesekian kalinya. Suasananya yang terasa sangat sepi selalu berhasil membuat saya menjadi uring-uringan. Oke, saya memang suka menyendiri. Saya suka suasana sepi. Tapi saya suka melakukan itu semua ditempat yang ramai. Bukan tempat yang benar-benar sepi seperti ini.

Dan keadaan yang seperti ini selalu berhasil meluluh-lantakan pertahanan hati yang sekuat tenaga saya bangun selama ini. Disaat tidak ada seorang pun disampingmu, kamu pun akan terpaksa jujur kepada dirimu sendiri terhadap semua pembohongan diri. Kamu pun akan tahu tentang siapa yang benar-benar kalian rindu. Siapa yang paling ingin kamu dengar suaranya. Siapa yang pertama kali terlintas dikepalamu saat melihat hujan turun.

Ayah. Ibu. Kedua Adik-adiku. Kawan-kawan terbaikku.. Lalu yang tidak terduga.. Kamu

Dinding-dinding kuat yang kubangun dengan susah payah seolah hilang, seperti debu yang disapu sang bayu. Pencitraan. Jaga Image. Gengsi. Semua hal itu menjadi kata-kata tanpa arti. Akupun tidak memiliki cukup obat bius untuk membohongi hatiku, bahwa aku rindu kamu.

Aku pun kembali naif. Reaksi-reaksi kimia akibat perasaan itu hampir saja membuat tubuhku meledak karena tidak kuat menampungnya. Jantungku berdetak lebih kencang dibandingan tes lari atletik mengelilingi 6 kali putaran lapangan olahraga. 

Terkadang, memang mencintai seseorang bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.

Aku jadi suka tersenyum-senyum sendiri memandangi setiap baris pesan darimu. Lalu tanganku pun tak mau kalah dengan jantungku, bergetar dan berdetak hebat saat menelponmu hingga sering kali aku kehilangan kata untuk diucapkan. Kamu membuat aku kembali menjadi diriku yang dahulu. Ah tidak... sepertinya memang selama ini pun aku tetap selalu begini, tetap mencintaimu.

Aku berhenti sejenak.. Mencerna setiap bisik dari hati yang selama ini aku abaikan atau bahkan aku bungkam suaranya. Dan aku kembali jatuh cinta...

Akhirnya aku juga harus berterima kasih kepada kota ini. Karena disini, sering kali hal-hal yang tidak terduga mulai tertulis kisahnya.

-Dumai, 17 Juni 2014-

Tuesday, June 17, 2014

Why you should or should not choose me as your Boyfriend

-Why you should:

  1. Saya tidak suka nonton bola atau bermain game. Saya akan punya banyak waktu untuk kamu. :)
  2. I love to eat. Dijamin perbaikan gizi deh kalau jalan sama saya. ;) 
  3. Setia. Sama kejombloan saja saya setia, gimana sama kamu. :3 
  4. I’m chubby. Enak buat dicubit-cubit dan dipeyuk-peyuk. XD 
  5. I’m not good looking. Probabilitas saya selingkuh atau tebar-tebar pesona kecil. :p 
  6. Good listener. Saya siap dengerin semua cerita kamu.
  7. Saya sangat suka menelpon dan benci pesan singkat. Jadi bisa nelponin kamu tiap hari.
  8. Alhamdulilah udah kerja. 
  9. Ingin menikah diusia yang muda. Ingin menjadi sosok suami dan ayah yang baik.

- Why you should not

  1. I’m drama king. -__-
  2. Sometimes really insecure, posesif, cemburuan, ngambekan, over sensitive. Moody. Easy distracted. Mode default: Senggol Bacok. 
  3. Mr. Not Drive at all. Belum bisa bawa kendaraan jenis apapun. Jadi susah kalau harus jemput-jemput kamu. :(
  4. Introvert. Jarang bicara, apalagi tentang kehidupan pribadi. Lonerwolf wanna be. Kamu bakal berasa pacaran sama orang yang sok misterius dengan kerpribadian yang tidak bisa kamu kenali. 
  5. Internet addict. Waktu saya bakal banyak habis didunia maya. 
  6. Gak ganteng. Gak tinggi. Kulit hitam. Wajah brewokan. Perut gendut. Badan tambun. You can’t find something good phsycly in me. 
  7. Pemalas. Hobi makan dan bergadang. Bangun siang. Bisa menghabiskan waktu berhari-hari dengan Cuma uring-uringan dikamar. 
  8. Social Phobia. Bakal kikuk kalau harus ikut kamu ngumpul sama teman-teman kamu. Atau bakal awkward banget kalau ketemu sama keluargamu. 
  9. Suka “autis” sendiri. Bisa seketika gak peduli dengan keadaan disekitar dan sibuk dengan isi kepala saya sendiri. 
  10. Alergi jalan-jalan ke mall atau tempat keramaian lainnya. 
  11. Otaku, Geek, Nerd Minded. Suka hal-hal yang kekanak-kanakan sampai hal-hal yang agak freak dan anti-mainstream. 
  12. Ibu saya sendiri mengatakan kalau saya kekanak-kanakan. Meski umur sudah hampir seperempat abad tapi kedewasaaan saya gak jauh sama anak yang baru puber. 
  13. Not good with children or elderly people. 
  14. Pendidikan formal masih dibawah rata-rata. Jalur karir masih biasa-biasa aja. Gajipun antara ada dan tiada. orz
  15. Dalam keseharian masih suka jauh dari ajaran Islam. Belum bisa jadi imam yang baik bagi kamu atau keluarga kita kelak. 
  16.  ((( And more.. and more... and moreeeeeee....... ))) 
Well, bahkan saya sendiri lebih banyak menemukan alasan untuk tidak menjadikan diri saya sebagai seorang pacar yang ideal. Saya tidak bisa berjanji untuk bisa merubah itu semua, meski sebenernya perubahan itu adalah hal yang sangat pasti, baik kearah yang lebih positif atau malah negati.

Saya hanya bisa berjanji untuk selalu mengusahakan yang terbaik untukmu. Karena saya yakin, kamulah yang terbaik untuk saya.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kamu yang untuk saya, ya siapa lagi? <3 b="">

Karena saya akan menjadi seorang ayah...

Meski saya bukan tipe orang yang terlalu pro terhadap lembaga yang bernama Pernikahan, dan meski saya belum memikirkan hal tersebut untuk waktu yang dekat, saya yakin, cepat atau lambak, kelak saya akan menjadi seorang ayah.

Sebenernya apatisme saya terhadap sebuah pernikahan juga bersumber dari hal ini. Acap kali saya menemukan seorang sosok ayah yang notabene-nya sebagai kepala keluarga, terlihat belum pantas untuk menempati posisi tersebut. Mulai dari ayah yang bersikap kasar pada keluarganya, ayah yang menelantarkan keluarganya, ayah yang sibuk bermain kartu dan catur sedangkan keluarganya belum makan dari pagi tadi, ayah yang memaksakan jalan hidup anaknya, ayah yang berselingkuh atau berpoligami, ayah yang lemah, ayah yang cuek, dan sebagainya

Alhamdulilah, Saya mempunyai ayah yang sangat baik. Meski hubungan kami tidak terlalu dekat, tapi saya yakin beliau telah memberikan segala hal terbaik yang beliau bisa untuk saya.

Dan saya ingin menjadi ayah yang lebih baik dari beliau. Saya yakin ayah saya juga menginginkan hal ini.

Saya ingin menjadi sosok ayah yang sempurna, seperti yang selama ini ada dipikiran saya.

Tapi hal ini justru membuat saya menjadi naif. Jika saya berani jujur pada diri saya sendiri, sosok ayah ideal tersebut masih teramat sangat jauh dari diri saya yang sekarang. Karenanya saya menjadi agak antipati dengan pernikahan karena dalih kesiapan mental untuk menjadi seorang ayah. Saya takut. Ya jujur, saya takut jika nanti menjadi sosok ayah yang tidak sesuai dengan imajinasi yang selama ini tergambar di kanvas pikiran saya.

Apa rasanya jika menjadi sosok ayah yang tidak dianggap sebagai pahlawan oleh anak laki-lakinya sendiri?

Apa rasanya jika menjadi sosok ayah yang tidak diidam-idamkan sebagai sosok pacar oleh anak perempuannya sendiri?

Bahkan jari-jari saya yang sedang mengetik ini bergetar saat memikirkan hal tersebut.

Sampai akhirnya saya menyadari sesuatu. Tidak ada yang sesuatu yang tanpa cela selain Diri-Nya.

Tidak ada satupun sosok ayah yang sempurna.

Karena seorang ayah bukanlah sosok malaikat yang selalu berbuat kebaikan, dan bukan pula sosok setan yang penuh dengan kejahatan.

Ayah juga hanya manusia biasa. Yang punya kekurangan untuk dimaafkan dan punya keistimewaannya sendiri yang tidak bisa diabaikan.

Teruntuk anak-anakku kelak dimasa depan nanti. Ayah sangat menyayangimu nak. Ayah akan berusaha memberikan segala hal terbaik yang ayah bisa untuk kebahagianmu. Ayah tidak akan membiarkan dirimu menderita didunia ini, karena ayah yang memintamu untuk turun dari surga ke dunia ini. Kamu bukan sekedar amanat dari Tuhan. Kamu itu kebahagian, kesayangan dan harapan ayah.

Mulai sekarang, ayah berjanji untuk sejengkal demi sejengkal memperbaiki diri ayah dimasa ini agar bisa menjadi sosok ayah untuk dirimu. Yang kuat untuk tempatmu berlindung. Yang bisa kau jadikan teladan dalam bersikap. Yang bisa dengan bangga kau panggil, “Heey.. Lihat.. itu ayahku yang hebat.”

Dan teruntuk calon ibu dari anak saya dan istri saya nanti, saya amat sangat mohon bantuannya, karena sekuat apapun saya berusaha, saya tidak akan bisa berjuang sendiri... tanpa dirimu...

Karena saya akan menjadi seorang ayah....

Sunday, May 25, 2014

Di semesta yang lain...

Di semesta yang lain itu.. 
Mungkin kita sudah bahagia bersama...

Aku akan membangunkanmu dengan kecupan hangat dipagi hari saat kau masih terlihat acak-acakan..
Tidak bagiku, bangun tidurpun, kau sudah cantik.

Lalu kau akan memandangiku dengan heran, tapi kau tahu bahwa tabiat ku memang suka aneh begitu.

Lalu kita akan sarapan bersama. Menikmati omurice yang coba aku buat. Kau akan meledeknya karena bentuknya aneh, tapi kau tetap memakannya.

Dicangkirmu ada teh. Dicangkirku berisi kopi. Lalu aku akan meminum juga cangkir milikmu. Karena aku memang suka keduanya.

Lalu kita akan pergi keluar. Menikmati udara pagi di negara ini. Negara yang selalu ingin kau kunjungi.
Kau memakai jaket sedangkan aku cukup dengan kemejaku saja. "Lemak ku sudah tebal" itu yang kujawab saat kau tanya.

Dengan malu, aku berusaha menggandeng tanganmu yang selalu terasa imut bagiku. Jari-jarimu yang rasanya kecil sekali ditanganku. Lalu kau menggenggam balik tanganku. Kau tahu? Aku sangat bahagia.

Di semesta yang lain itu..
Mungkin aku bisa memilikimu.
Sedangkan aku? Aku sedari awal memang sudah milikmu.

Di semesta yang lain itu..
Mungkin kau mencintaiku.
Aku? Aku mencintaimu dari pertama kita bertemu.

Di semesta yang lain itu..
Kita bersama. Kita bahagia

Lalu kawanku datang. Menepuk bahuku. Membuyarkan semua lamunanku tentang kita.
Dia kemudian berbicara sambil menatap dengan matanya yang tajam.

"Kalau bisa di semesta ini? Kenapa harus di semesta yang lain?" 

Si Bisu

Sebuah cerita lain dari peristiwa meninggalnya nenekku beberapa minggu kemarin.

Aku bertemu orang ini pertama kali saat hendak men-sholatkan jenazah nenekku. Orang ini terlihat sedang berusaha mengobrol dengan beberapa orang dengan cara yang unik. Aku langsung tahu bahwa dia bisu.

Saat sholat jenazah akan dimulai, ternyata dia berdiri disebelahku. Aku cuek. Lalu tiba-tiba saja dia mengulurkan tangan kearahku. Kutengok wajahnya. Dia tersenyum hangat. Dengan lambat kusambut tangannya untuk bersalaman.

Di pemakaman, kulihat lagi orang ini. Dia jelas bukan anggota keluargaku tapi dia bersedia ikut sampai ke pemakaman. Ingin sebenernya kusapa dia, tapi saat itu aku harus membantu pemakaman nenekku.Kulihat dia ikut khusyuk mendoakan nenekku yang baru saja dikebumikan.

Saat aku dan ibuku ingin pulang sebentar untuk mengganti baju, tetiba dia naik motor dari arah yang berlawanan.

"HAAAAAA......" dia berteriak kencang.

Berteriak kencang sambil tersenyum untuk menyapaku. Menyulitkan dirinya yang bisu untuk bersuara hanya untuk menyapa orang yang baru dikenalnya. Bahkan ibuku mengira bahwa dia adalah temanku. Bukan, aku bahkan tidak mengetahui namanya.

Tapi kehadirannya, menjadi sedikit penghiburan bagi diriku di moment saat itu.

Aku jadi berpikir, dizaman modern seperti ini, dimana orang-orang bersikap individualistis dan apatis, masih ada orang sepertimu. Orang yang mau meluangkan waktunya untuk orang lain. Orang yang mau berusaha sekuat tenaga hanya untuk menyapa orang lain.

Aku jadi malu. Selama ini aku terlalu acuh terhadap sekitarku. Aku ingin sepertimu. Ingin punya senyum hangat dan sapaan yang mampu melapangkan hati orang lain.

Sahabat, dimanapun kau berada sekarang. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan memberkahimu.