Showing posts with label my fanfic. Show all posts
Showing posts with label my fanfic. Show all posts

Tuesday, April 22, 2014

Cerpen: One month without Twitter but You

“Ya  Tuhan...   Izinkan  aku  sekali  lagi  dekat  dengannya.”  Lalu  kupejamkan  mataku  menuju
tidur yang lelap.
***
“Ting.. Ting..”
Bunyi ponsel  membuyarkan  lamunanku  yang  sedang  menatap  layar  komputer  kantor,
memandangi tugas pekerjaan yang rasanya tak kunjung usai.
Oh ada SMS.
HAH? DARI VIVI?
***
Kubalas SMS-nya,
“Lo bete sama Twitter? Lah kok bisa?”
***
Tiba-tiba mataku tertuju kepada sebuah Twit dari sebuah akun yang
biasa memposting tentang pepatah-pepatah atau kata-kata mutiara dalam bahasa inggris.
“Love is when you care more about someone else's happiness than your own”


_____________________________________________________________________________
Twitter? Siapa sih anak muda yang gak kenal dengan sosial media yang satu ini?
Mantan? Siapa sih yang gak pernah ngerasa kangen sama mantan pacarnya?

Lalu bagaimana jika kedua hal tersebut tiba-tiba saja muncul dan memberikan warna warni dalam hidupmu?

Kisahnya simpel, yang mungkin khas anak muda banget.
Penasaran? Download langsung aja Disini yaa....

Cerpen: Dia Karma


Jumat  malam.  Jakarta  rasanya  semakin  macet  oleh  para  para  pekerja “eight  to  five” yang 
ingin  segera  merasakannya weekend mereka.  Tak  terkecuali  aku.  Ingin  rasanya  ku  pacu  motor  ini segera,  tak  ingin  membuat  kekasihku  menunggu.  Sayangnya  jalanan  di  Jakarta  rasanya  tidak pernah mengenal belas kasih.
***
“Ah sudahlah!” Kubentak dirinya sambil meninggalkan kamar kost itu.
***
Aku mengutuk diriku sendiri malam itu atas nama cinta. Karma. 
Mengutuk semua rasa yang salah. Dosa.
Mengutuk waktu dan takdir yang mempertemukanku kembali dengannya.
Mengutuk dia yang memisahkanku dengannya. 
****
“Are you serious?”, ejekku padanya.
“It all depends on your answer. Is there second chance for me?”
Dia menatap kearahku sambil menyanggakan pipinya dengan tangan. Lau tersenyum.
Ya Tuhan... Karma apa lagi yang akan Kau berikan?



__________________________________________________________

Karma pasti berlaku. Kata-kata itu acapkali kita dengar. Lalu apakah karma juga ada dalam urusan cinta?
Dalam cerpen saya kali ini menceritakan hal-hal yang mungkin biasa terjadi didalam percintaan manusia muda. Pengkhianatan. Penyesalan. Cinta. Dan tentu saja, Karma.

Yang mau baca cerpen berjudul "Dia Karma", download Disini yaa...

Monday, April 21, 2014

Journey of Love Video. Yamapi & Nagasawa Masami (YAMAMI)

Sejak suka nonton dorama jepang, sebenernya gue udah demen banget sama coupling (pemasangan) antara Yamapi dan Nagasawa Masami. Sejak mereka masih muda dan keliatan banget alaynya pas main bareng di Dragon Zakura. Terus puncaknya pas main di Proposal Daisakusen. Dan dipertemukan lagi di Dorama Summer Nude, yah walau kali ini mereka gak jadi pasangan peran utama sih.
Rasanya mereka cocok banget. Berasa real. Dan gw amat sangat berharap mereka bisa jadi pasangan beneran di dunia nyata.

Nah minggui-minggu kemarin, ceritanya lagi galau karena ada temen gw yang mirip banget sama Nagasawa Masami rumornya bakal nikah. Padahal sebenernya dia juga pernah deket dengan temen gue yang mirip sama Yamapi. 
(Lah kok bisa? Iya sumpeh, dua temen gue ini mirip banget sama Yamapi dan Nagasawa)
Gua aslinya berharap mereka berdua bakal jadi pasangan, Setidaknya bisa mengobati kekecewaan gua terhadap pasangan YAMAMI (Yamapi dan Masami) yang berakhir bad endings di dorama Summer Nude, hihihi. :p

Yah walaupun mereka kayaknya tidak berjodoh jadi pasangan. Setidaknya gue masih berharap kedua temen gue itu dapet orang yang terbaik. *ceilah

Nah.. sebagai tribute untuk YAMAMI dan dua temen gue ini, akhirnya gue bikin video kompilasi dari dorama-dorama yang pernah diperanin sama YAMAMI.

So, here is it. Enjoy the video guys! ^^

Saturday, February 11, 2012

Story of Furen (Part 2)

Furen pun memutuskan untuk menjalani proses menjadi manusia biasa di akademi negeri petir. Disana dia bertemu dengan berbagai pejuang dari seluruh penjuru galaksi. Malangnya lagi-lagi dirinya dianggap sebagai sebuah anomali karena tidak bisa menyesuaikan diri dengan para penduduk bumi. Hal ini jelas-jelas mengguncang kembali semangat hidupnya yang baru mulai menyala.

Ditambah lagi dia harus kembali menelan pil pahit bahwa srikandi venus yang begitu dicintainya pergi meninggalkannya dan memilih berjuang dengan ksatria Mars yang lain.

Jatuh.
Hancur.
Terpuruk.

Keadaan Furen semakin mengenaskan setelah menghadapi semua itu.
Selama bertahun-tahun hidupnya seolah jatuh ke titik nadir yang tak berujung.
Ketika dirinya berjuang untuk bangkit, dia malah jatuh ke lubang kegagalan yang semakin dalam.

Hingga akhirnya dia menemui Master JKLSKY bersama para ksatria yang terbuang yang sedang memperjuangkan garis takdir hidupnya.
Dirinya merasa seperti ditampar atas realita dan konspirasi tentang kehidupan yang selama ini dianggapnya tidak adal.
Tapi itu tidak serta merta dapat merubah hidupnya. Persepsinya yang berbeda jauh dengan para master disana membuat dia mencoba kembali menemukan jalan hidupnya sendiri.

Akhirnya dia memutuskan untuk menjadi Shinobi Tuhan.
Menyerahkan dirinya bagi Sang Pencipta sambil membangun kembali sedikit demi sedikit hidupnya di usia yang tersisa.

Dan sekarang Furen bertekad untuk memulai kehidupannya kembali. Dia seperti terlahir kembali.

Dengan semua yang dia miliki, dia akan terus berjuang.
Tak kenal lelah. Tak mau lagi mengalah.

Furen Prosperous is back and will rock your life.

Saturday, January 21, 2012

Story of Furen (Part 1)

Furen Prosperous.

Furen berasal dari kata フレンドリーな (Furendorī na) yang berarti friendly atau ramah.
Prosperous berarti makmur atau sejahtera.

Furen adalah seorang cancerian yang terlahir dibawah naungan rasi bintang kepiting laut utara. Berasal dari Mars, planet para pejuang dan dibesarkan di suatu clan terpandang di daerah tersebut. Furen yang tidak mewarisi kemampuan dasar dari dewa Ares dianggap menjadi anomali tersendiri diantara para pejuang Mars lainnya hingga akhirnya dia dikucilkan dan menjadi barisan paling akhir dari laskar para pejuang tersebut.

Furen akhirnya memutuskan untuk ikut serta dalam misi suci penyelamatan ke Bumi. Disana dia berharap dapat menemukan kehidupan yang lebih baik dan mengembangkan kemampuan dirinya sebagai pejuang Mars. Apa mau dikata, takdir berbicara lain. Furen tiba di dimensi yang salah, dimensi kegelapan kekuasaan Dark Lord. Setelah perlawanan yang sengit, Furen akhirnya terkapar dan terkena curse of uchiki. Hal tersebut membuat Furen kehilangan semua jutsu yang dia miliki dan mengunci dalam dalam seluruh cakra yang dia miliki.

Tak mau menyerah begitu saja, Furen melakukan pengembaraan dengan harapan menemukan orang lain yang memiliki tujuan sama dengannya. Setelah pencarian yang begitu melelahkan, Furen menemukan 6 orang lain yang memiliki visi yang sama dan membentuk sebuah organisasi Laba-laba baja. Kehidupan Furen membaik dan dia merasa segalanya akan baik-baik saja tanpa menyadari sebuah takdir gelap telah menunggunya.

Kehidupan Furen yang nyaman membuat dia terlena hingga akhirnya benang-benang asmara milik dewi Amor berhasil menjeratnya. Furen jatuh hati dengan seorang Srikandi dari Venus. Memang cinta itu buta. Saat itu Furen merasa hidupnya sudah begitu sempurna dan ingin menghabiskan sisa hidupnya di tanah Bumi.

(Bersambung...)

Tuesday, February 9, 2010

That's How I Know (Chapter 3)

Well,, berhubung temen gw udah pengen baca lanjutannya. This is it… (thanx jee for
waiting,hihihi. ^^)


Mimi termenung sendiri di atap sekolah. Matanya basah. Perasaannya kacau tak menentu. Pikirinya melayang ke masa-masa saat Taichi “menembaknya”.

(FLASH BACK)


Saat itu adalah acara kelulusan anak kelas 3 di SMP Todaiba. Sora, Taichi, dan Yamato termasuk anak-an
ak yang ikut lulus. Anak kelas 1 dan 2 seperti Mimi dan Koushiro juga hadir dalam acara tersebut. Setelah acara selesai, ada SMS yang masuk ke HP Mimi. Dari Taichi ternyata.

Mimi bs ktmu gk? Aku tnggu di blkang gedung Olahrga. Begitulah isi SMSnya.

Saat Mimi tiba di belakang sekolah, sud
ah ada Taichi. Ia masih mengenakan setelan jas hitam yang dipakainya saat acara kelulusa tadi.

“Hai Taichi, ada apa sihsampai aku harus kesini? “ ,tegur Mimi.

“Eh.. engg… a..aku mau mengatakan sesu
atu.” , jawab Taichi gugup.

“Ya udah ngomong aja.” ,ujar Mimi santai.


Tiba-tiba Taichi maju kehadapan Mimi, lalu menggenggam kedua tangan Mimi dengan erat. Jarak mereka sangat dekat sampai-sampai mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Mimi mulai merasa gugup, otaknya mulai berpikir yang macam-macam.

“Mi.. Mimi.. ma.
. maukah kau jadi pacarku? “ucap Taichi gugup. Matanya menatap dalam pada Mimi.

“HAH? “ , Mimi terk
ejut, selah tak percaya dengan apa yang diucapkan Taichi barusan.

“Bukannya kau menyukai Sora? Atau jangan-jangan kau begini gara-gara Sora sudah keburu jadian sama Yamato, iya kan? “ , lanjut Mimi.

“Ti..Tidak. Aku.. Aku.. benar-benar menyayangimu Mimi.
Diam-diam
Mimi tersanjung dengan perkataan Taichi tadi. Wajahnya memerah, tapi dia masih bertanya,

“Lalu Sora?”

“Aku memang sangat dekat dengan Sora, tapi hanya sebatas sahabat. Ya aku memang mera
sa sedikit kehilangan saat dia jadian dengan Yamato, tapi itu sekedar perasaan takut kehilangan sahabat yang dekat denganku sejak kecil.” , jelas Taichi.

“Oh begitu…” , wajah Mimi makin memerah.

“Jadi?” , tanya Taichi.

“Jadi apa?” , jawab Mimi bingung.

“Ya ampun… Ya jadi apa jawabanmu?

“Hmm… Maaf
Taichi.”

“Oh… I..Iya sudah tidak apa-apa.” , jawab Taichi lemas sambil mengalihkan pandangannya dari wajah Mimi.

“Maaf… Aku tidak punya ala
san untuk menolakmu.” , lanjut Mimi.

“Eh.. maksudnya… maksudnya kamu
mau jadi pacar aku?” , ujar Taichi bingung.

“Hmm… Iya.” ,jawab Mimi malu-malu.

“Horee….!!!” , teriak Taichi cukup keras. Mimi saja
sampai kaget dengan ekspresi Taichi tadi.

Taichi lalu memeluk Mimi sambil berputar-putar. Awalnya Mimi agak risih dengan perilaku Taichi tersebut tapi memang begitulah Taichi.

“Hangatnya…” , bisik Mimi dalam hati. Perasaanya sangat senang. Sekarang ia berada di pelu
kan orang yang selama ini diam-diam dia kagumi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


“Hei… sudah kukira kau pasti ada disini.” , tegur Koushiro memecah lamunan Mimi.

“Eng… eh, k
enapa kau mengikutiku?” ,jawab Mimi sedikit membentak.

“Aku hanya mengkhawatirkanmu…. Habis tadi kau berlari sambil menangis begitu.” .ujar Koushiro datar.

“Aku tidak apa-apa.”

“Kau bohong! Kita kan sudah berteman lama, kau tidak akan bisa menyembunyikan kesedihanmu dariku.”

Lalu tba-tiba… BRUG.. Mimi memeluk koushiro. Sangat erat. Air mata mimi mulai meleleh membasahi bahu Koushiro.

“Mi..Mimi.. kau..kau.. kenapa?” , Tanya Koushiro gugup. Nafasnya sesak.

“Taichiiii….” ,rengek Mimi.

“I…Iya… tapi lepaskan dulu, aku tidak bisa bernafas nih.” , ujar Koushiro.

“Eh….ma…maaf.” , Mimi mulai melepaskan pelukannya.
Mereka berdua lalu duduk berdekatan sambil bersandar ke dinding. Mimi mencerutakan semau pembicaraanya dengan Taichi di telpon tadi.

“Taichi sudah tidak men
yayangiku, aku mau minta putus saja!” , ujar Mimi kesal.

“Hei, jangan gegabah begitu. Bukankah sejak kita kembali dari dunia digital kau sudah menyuk
ainya? Masa sekarang main putus-putus saja.”
Wajah Mimi merah padam.

“Iya sih… Eh dar
imana kau bisa tahu itu Koushiro? Perasaan aku agak pernah cerita ke siapa-siapa.”

“Hmmm…. Rahasia dong.. Koushiro gitu loh! Hahahaha.“ , canda Koushiro.

“Huh, pake sok rahasia-rahasiaan ya sama aku! Awas kau Koushiro!” , balas Mimi sambil menjewer lembut telinga Koushiro.

“ Aduh jangan
jewer kupingku dong, sakit nih, ku balas kau ya!” , ujar Koushiro sambil mencubit hidung Mimi pelan.

“Aw.. ati-ati dong, ntar jerawatku pecah nih.”

“Iya deh tuan Puteri.”

“Nah begitu dong Pangeran.”

Mereka pun saling berpandangan sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. Teringat saat mereka berd
ua harus memerankan Drama Sekolah saat mereka masih kelas 5 SD. Saat itu merekalah yang terpilih untuk menjadi Putri dan Pangeran.
Langgit jingga sore mengiringi canda mereka. Terbenamnya matahari ikut membenamkan rasa sedih di hati Mimi.


Friday, January 22, 2010

That's How I Know (Introducing character)

Lg pengen ngelanjutin fanfic digimon nih, coz ada salah satu temen gw yang tenyata "rela tersiksa" membaca karangan gak jelas gw ini,hehehe. Ya walau kayaknya yang baca cerita ini jarang (jarang banget malah,hehehe) tp gapapa lah, akan gw lanjutin smp selesai, sekalian ngelampiasin salah satu hobi gw yang terpendam yaitu mengarang,hahahaha.

Tapi kali ini gw belum ngelanjutin ceritanya, terinspirasi dari temen gw yang bilang cerita ini mirip komik, gw pengen introduce dulu image karakter2 inti dari cerita ini (kebetulan dah dapet gambar yang bagus dari karakter2 Digimon Adventure versi Dewasa) . Ya biar klo pas dibaca nanti, bisa dapet sedikit gambaran aja tentang tokoh2nya.. Ok check this Out!



Mimi

Koushiro

Taichi

Yamato

Sora










Tuesday, December 29, 2009

That's How I Know (Chapter 2)

Chapter 2

(Di depan Kelas 3-A)

“ Lho kok Taichi gak ada ya? ” , kata Mimi sambil melongok-longok jendela kelas 3-A.

“ Udah pulang duluan kali. ” , ujar Koushiro.

“ Gak mungkin, kita kan udah janjian. ”

“ Koushiro! Mimi! Kalian sedang apa? ” , seru Yamato yang sedang duduk didalam kelas bersama Sora.

“ Masuk saja! ” , ujar Sora.

“ Eh iya. ” , jawab Mimi sambil memasuki kelas diikuti Koushiro.

“ Hai Yamato! Hai Sora! Kalian berdua kelihatan maki mesra saja. “ , sapa Koushiro yang membuat pipi kedua orang yang disapanya bersemu kemerahan.

“ Ah kau ini bisa saja Koushiro, ngomong-ngomong kalian sedang apa didepan kelas tadi? ” , ucap Sora mengalihkan pembicaraan.

“Ini nih si Mimi lagi nyariin cowoknya. “

“ Iya Sora, kau lihat Taichi tidak? “ , ujar Mimi.

“ Tadi kalau gak salah setelah bel pulang, Taichi langsung pulang bareng si Angel kan? “ , Tanya Yamato ke Sora.

Suasana tiba-tiba menegang. Ketiga wajah temannya langsung menatap Yamato dengan tajam.

“ Aduh aku kayaknya salah ngomong nih. “ , batin Yamato.

“ Engg…. Coba ditelpon saja Mimi, paling mereka mengurus sesuatu di ruang Osis. “ , ujar Sora memecah ketegangan.

“ Iya deh aku telpon aja. “ , jawab Mimi sambil berusaha tersenyum.

Tuut… Tuut… Mimi dengan segera mengeluarkan Hpnya dan menelpon Taichi.

“ Halo Mimi, ada apa? “ , suara Taichi di telpon.

“ Taichi kamu dimana? “ , jawab Mimi dengan ketus.

“ Aku ada di parkiran motor. “

“ Kok gak nungguin aku di kelas kamu aja, ya udah aku kesana ya! “

“ Eh…. Eng…. Ma… maaf Mimi, sepertinya hari ini kita gak jadi pulang bareng deh. “

“ Lho kenapa? “

“ A…. Aku mau mengantar Angel ke Balai Kesenian. Dia ada resistal piano disana. Maaf ya sayang, maaf. “

“ Huh, nyebelin! Ya sudah, tapi nanti malam kita jadi jalan kan? Ini kan hari Anniversary kita! “

“ Eh… A.. Anu Mimi, aku sudah diundang makan malam di rumah Angel, hari ini Ibunya Angel ulang tahun, tidak enak kan kalau tidak datang, sudah keburu janji, kita jalannya nanyi saja ya, gak papa-apa kan?

“ Jadi Angel lebih penting dari aku? “ . Tanya Mimi dengan nada tinggi.

“ Bu.. Bukan begitu tapi… “

“ Huff.. “ , Mimi menghela nafas sambil menutup telponnya.

Tuut… Tuut… Tuut…

“ Eh halo, Mimi.. Mimi.. Ah ditutup! “ , geram Taichi setelah Mimi tiba-tiba menutup telponnya.

***

Mata Mimi memerah. Butir-Butir air mata mulai jatuh membasahi pipinya. Ketiga sahabatnya tampak bingung.

“ Mimi, kau tidak apa-apa kan? “ , ujar Sora sambil memegang bahi Mimi.

“ Aku tidak apa-apa. “ , jawab Mimi sambil berlari keluar kelas meningglkan teman-temannya.

“ Mimi, tunggu! Kau kenapa? “ , teriak Sora.

“ Sudah, biar aku saja yang menngejarnya. “ , ujar Koushiro sambil berlari menyusul Mimi.

“ Tolong ya Koushiro. “ , ujar Sora dengan nada khawatir.

“ Tenang saja Sora, aku yakin Koushiro dapat menenangkan Mimi. “ ujar Yamato sambil berdiri mendekati Sora.

“ Kenapa kau bisa seyakin itu? “ , tanya Sora.


“ Lihat saja nanti. “ , jawab Yamato sambil menatap Sora dengan senyuman misterius penuh arti.


Nah konfliknya udah mulai kelihatan kan? Gw sebenernya pendukung berat Taimi & Sorato. Tapi sekarang pengen bikin Koushiro lebih eksis aja abis kasihan dia jarang di-ekspose. Buat penggemar Jyou & Takari kayaknya harus gigit jari deh, Kuliah udah mulai nih, semoga aja bisa tetep nerusin nulis. Reviewnya ditungu lho biar gw lebih semangat ngelanjutinnya,hehehe. ^^

That’s How I Know (Chapter1)

That’s How I Know

Gw baru tahu ada yang namanya “ Fanfiction “ itu sekitar seminggu yang lalu. Terus langsung aja deh gw nyari Digimon Fanfiction yang bahasa Indonesia coz I LOVE DIGIMON SO MUCH . Gila.. keren2 banget ceritanya tapi masih relatif sedikit yang buat, Nah gara2 itu deh gw terinspirasi buat bikin juga, jadi maklumin aja ya kalau masih rada “ NGACO” hehehe.

Please Read this! Jangan lupa review juga ya biar gw tambah semangat nerusin lanjutannya coz ini 1st time gw nulis cerita nih, hehehe.

Disclaimer: All characters by Akiyoshi Hongo.

Chapter1

Sebagian anak anak terpilih kini telaj belajar di SMA, tepatnya di SMA Todaiba. Jyou sudah kelas 3. Taichi, Sora, dan Yamato di kelas 2 serta Koushiro dan Mimi di kelas 1. Sedangkan Takeru dan Hikari masih berada di SMP.

***

(Di Perpustakaan SMA Todaiba)

“ Koushiro! Sudah belum ngerjain pemprogramanmu? Aku mau curhat nih! ” , ujar Mimi di ruang itu.

Tep… Koushiro menutup laptopnya.

“ Ya sudah aku lanjutin dirumah saja nanti, by the way kamu mau cerita apa sih? Kayaknya penting banget. ” , seru Koushiro sambil mengalihkan pandangan ke Mimi.

“ Taichi………. Aku sebel sama dia. ” , ucap Mimi dengan wajah sayu.

“ Lho, kalian berantem lagi? Tentang apa sekarang? Tapi bukannya sudah biasa ya, sebentar lagi kalian juga baikan. ”

“ Bukan….. bukan itu masalahnya. Semenjak Taichi menjadi Ketua Osis, dia gak perhatian lagi ke aku. Dia sok sibuk banget, bahkan nelpon dan sms aku juga udah jarang. ”

“ Ya maklumlah, tanggung jawab Ketua Osis kan besar banget. ” ,ujar Koushiro berusaha menenangkan.

“ Tapi selain itu………… ” , Mimi tidak melenjutkan kata-katanya.

“ Kenapa? ”

“ Sekarang Taichi deket banget sama Angel, Wakil Ketua Osis itu, bahkan anak-anak kelas 2 menyebut-nyebut mereka sebagai pasangan yang paling serasi, Huh! ”

“ Hmmm…. Kamu cemburu ya Mimi? Ciee… Ciee…. ” , canda Koushiro

“ Ya iyalah aku cemburu, aku kan pacarnya! Kamu gimana sih, bukannya ngasih saran malah ngeledek. “ , Mimi ngambek.

“ Eh becanda, jangan ngambek gitu donk! Iya deh nanti aku bantu. ”

“ Bagus, sekalian bantuin aku ngerjain tugas matematika buat besok ya! ” , ucap Mimi sambil nyengir-nyengir kuda.

“ Huh aku ketipu nih! Ya sudah nanti kubantu. “

“ Duh makasih Koushiro, kamu memang sahabatku yang paling baik deh. ”

***

(Esok harinya di kelas 2-B)

Teeeeeeeeeeet…………

“ Ya anak-anak sampai disini dulu pelajaran kita hari ini, sekarang kalian boleh pulang. ” ,ujar guru matematika

Anak-anak kelas 2-b langsung berhamburan keluar kelas.

“ Eh Koushiro, temenin aku ke kelas 3-A yuk, aku sudah janjian jalan bareng Taichi nih. ” , seru Mimi pada Koushiro dilorong sekolah.

“ Oh jadi sekarang udah baikan lagi nih? Baru kemarin curhat, dasar! ” , ujar Koushiro datar.

“ Ya gitu dech, hari ini kan hari Anniversary kami satu tahun jadian, hihihi. ”


Kayaknya kaku banget ya ceritanya? Maklumlah masih chapter 1. Gw janji deh selanjutnya bakal lebih kaku lagi (lho? Hehehe). Oh iya, ada tokoh baru nih, namanya si Angel. Kalau sosoknya Angel itu sendiri, coba aja lw bayangan tokohnya Sailor Venus yang ada di Sailormoon. Cantik kan? Jelas aja si Taichi kesemsem,hehehe. Chapter 2 udah jadi juga, jadi langsung terusin baca aja ya and jangan lupa review! ^^