Showing posts with label hikikomori. Show all posts
Showing posts with label hikikomori. Show all posts

Sunday, November 20, 2016

Film tentang Hikikomori: Silent Poor Episode 2


Kali ini bukan film sih, tapi dorama (serial / sinetron Jepang).

Serial jepang ini menceritakan tentang seorang wanita pekerja sosial yang bertugas untuk membantu masyarakat yang berada dalam keadaan miskin secara ekonomi ataupun terisolasi secara sosial.

Karakter Hikki disini adalah seorang pemuda berumur 25 tahun yang menjadi Hikki setelah ayahnya dipecat dari pekerjaannya dan memiliki kecanduan terhadap minuman beralkohol. Keadaan ini dipersulit dengan si Ibu yang mengalami sakit jantung dan si kakak perempuannya yang juga harus menjalani perawatan di rumah sakit..


Walaupun bagi saya terkesan terlalu easy, tapi akhirnya diceritakan bahwa si Hikki berhasil go out berkat bantuan si wanita social worker ini. Point yang saya suka dari kisah ini adalah diceritakan bahwa si Hikki menyadari bahwa apa yang dilakukannya sekarang merupakan suatu kesalahan dan menyadari bahwa dirinya harus berubah untuk menjadikan keadaan keluarganya menjadi lebih baik. Dan si social worker berhasil "mengetuk pintu" si hikki dan mengajaknya keluar dari sangkarnya untuk mencari pekerjaan demi kehidupan barunya.

Meski tidak menceritakan secara detail tentang kehidupan Hikikomori, tapi lumayanah buat di tonton. Ini link streaming-nya buat yang mau nonton:

Tuesday, October 14, 2014

Film dan Serial TV bertemakan tentang Introvert, Fobia Sosial, Hikikomori, Loner

Film Barat:

Her



The Secret Life of Walter Mitty


Perk of Being Wall Flower



Into The Wild







Film Asia:

Densha Otoko (Trainman) - Jepang





Tokyo! - Jepang


My Life Changed When I Went to a Sex Parlor - Jepang




Castaway on the moon - Korea



Taiyou No Uta - Jepang



Be With You - Jepang


How to date otaku Girl - Jepang


Kimi No Todoke - Jepang


Kimi To Boku - Jepang



Renta Neko - Jepang



No Body Knows






Serial Drama Jepang (Dorama):

Densha Otoko


Tsubasa no Oreta Tenshitachi Season 1 Episode 2 - Sakura



Nobuta Wo Produce 

Atashinci No Danshi


Ima Ai ni Yukimasu


Kekkon Dekinai Otoko


Kodoku No Gurume Season 1, Season 2, Season 3


Love Shuffle


Rich Man, Poor Woman





Serial Kartun Jepang (Anime):

Welcome to N.H.K



WataMote


Anohana



Sunday, August 24, 2014

Hikikomori Temporer di Indonesia

Hikikomori menjadi sebuah fenomena baru dan mulai dikenal luas dimulai dari negara Jepang bukan tanpa alasan. Di negara yang sudah tergolong maju ini, memang banyak sekali ditemukan fenomena-fenomena sosial baru yang ditimbulkan dari majemuknya keberagaman kultur dan budaya masyarakatnya. 



Menurut saya, berikut ini beberapa faktor yang membuat fenomena hikikomori muncul luas di negara Jepang 
  • Kultur bangsa Jepang yang individualistis, "dingin", memiliki rasa malu yang tinggi dan cenderung tertutup. Hubungan antar masyarakatnya yang seolah saling tidak peduli membuat pelaku hikikomori sulit terjamah.
  • Industri Kultur populer seperti Anime, Manga (komik), video game dan AV (Adult Video) sangat besar di Negara ini. Sehingga pilihan hiburan sudah tersedia banyak tanpa perlu kita keluar rumah.
  • Tingginya tuntutan terhadap tiap individu dalam hal akademis/pekerjaan, terutama untuk kaum pria. Mereka yang merasa tidak mampu memenuhi tuntutan ini cenderung mencari pelarian. Hikikomori salah satunya.
  • Tersedianya akses Internet yang mumpuni dan merata. Jelas sekali negara Jepang sangat unggul dibidang ini.
  • Segala sesuatu di Negara ini bisa kita dapatkan melalui telpon atau membelinya online, sehingga tidak perlu pergi ke suatu tempat jika ingin membeli sesuatu.
  • Tersedianya pilihan pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan dari rumah saja.
Lalu, bagaimana dengan di Indonesia? Apakah kondisinya memungkinkan untuk melakukan hikikomori?



Tidak ada yang tidak mungkin. Terbukti dengan sudah mulai munculnya beberapa "testimoni" para pelaku hikikomori di Indonesia. Hanya saja jika dibandingkan dengan pelaku hikikomori dijepang dimana sang hikki tidak akan meninggalkan kamarnya dalam jangka waktu yang sangat lama, dimulai dari tahunan hingga puluhan tahun, pelaku hikki di Indonesia biasanya hanya melakukan hikikomori dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Dari beberapa pengakuan yang saya baca, biasanya hikki di Indonesia akan mengurung diri dan tidak berinteraksi dengan dunia luar saat musim liburan sekolah atau kuliah yang berdurasi beberapa bulan. Ada juga yang tetap melakukan aktifitas bekerja, kuliah atau sekolah lalu mengurung diri dikamar setelah aktifitas tersebut.

Hal ini mungkin disebabkan kultur budaya kita yang berbeda dengan di Jepang sana. Disini interaksi sosial masih sangat penting dan dibutuhkan untuk bertahan hidup. Setidaknya peran keluarga masih sangat kuat bagi anak-anaknya yang masih tinggal serumah.

Dan meskipun situs untuk jual beli online sudah mulai menjamur, dan layanan delivery untuk memesan makanan juga sudah banyak tersedia, sepertinya hal ini masih dirasa sulit terjangkau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kita jika hanya bermodalkan transaksi di dunia maya saja.

Saya sendiri pun tergolong pelaku Hikikomori temporer. Saat masih sekolah atau kuliah dulu saya benar-benar akan menghabiskan waktu didalam rumah saja dan tetap kembali ke aktifitas belajar di sekolah/kampus ketika masa liburan habis. Dan setelah memasuki dunia kerja seperti ini dimana liburan merupakan suatu hal yang langka, saya biasanya menghabiskan waktu setelah pulang dari kantor ataupun akhir pekan dirumah. (Walaupun saya berharap suatu saat saya bisa melakukan pekerjaan dan penghasilan dari bekerja dirumah saja)

Bagaimanapun, Hikikomori haruslah segera kita atasi. Karena manusia disebut sebagai makhluk sosial bukan karena tanpa alasan. Kita akan selalu membutuhkan orang lain kan?