Showing posts with label personality. Show all posts
Showing posts with label personality. Show all posts

Thursday, January 8, 2015

It doesn't matter

Terkadang saya suka merasa miris melihat seseorang yang bekerja hampir puluhan tahun pada sebuah perusahaan dengan jam kerja 9 to 5 (terlebih jika posisinya masih biasa-biasa saja).

Atau yang terpaksa bekerja pada bidang yang tidak disukainya kerena terjebak backgroud pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya.

Atau yang merasa bahwa jadi PNS adalah satu-satunya jalan untuk bekerja dan bertahan hidup.

Dead end Job.



Duh! How Come?

Apa orang tersebut bahagia?
Apa tidak ada hal lain yang mau dilakukan orang tersebut?
Apa itu passion mereka?

Menukarkan hampir 10 jam dari waktu hidupnya tiap hari, lima kali seminggu, 24 hari sebulan untuk bekerja... Somehow its sound so scary for me.

Lalu saya tersadarkan, bahwa sebenernya saya lah yang paling menyedihkan.

Bukan mereka.

Mungkin mereka yang bekerja 9 to 5 dalam bilik kantor tiap harinya itu memang benar benar menikmati apa yang mereka lakukan.
Mungkin mendapatkan penghasilan yang besar dari pekerjaannya memang merupakan target dari hidup mereka.
Mungkin menafkahi keluarga dengan layak adalah hal yang sangat penting bagi diri mereka.
Mungkin membahagiakan orangtua dan keluarga dengan menjadi PNS adalah pencapaian besar dalam hidup mereka.

Yah mungkin hanya memang tujuan hidup saya yang berbeda dengan mereka.

Tidak masalah jika kamu mau menjadi pegawai, pedagang, PNS, freelancher, wirausahawan.
Apapun yang kau lakukan.. apapun pekerjaanmu.. apapun itu..
Selama kau mencintainya, selama kau menikmatinya.. tidak ada masalah.

It doesn't matter as long as you love it. :)


Tuesday, October 14, 2014

Film dan Serial TV bertemakan tentang Introvert, Fobia Sosial, Hikikomori, Loner

Film Barat:

Her



The Secret Life of Walter Mitty


Perk of Being Wall Flower



Into The Wild







Film Asia:

Densha Otoko (Trainman) - Jepang





Tokyo! - Jepang


My Life Changed When I Went to a Sex Parlor - Jepang




Castaway on the moon - Korea



Taiyou No Uta - Jepang



Be With You - Jepang


How to date otaku Girl - Jepang


Kimi No Todoke - Jepang


Kimi To Boku - Jepang



Renta Neko - Jepang



No Body Knows






Serial Drama Jepang (Dorama):

Densha Otoko


Tsubasa no Oreta Tenshitachi Season 1 Episode 2 - Sakura



Nobuta Wo Produce 

Atashinci No Danshi


Ima Ai ni Yukimasu


Kekkon Dekinai Otoko


Kodoku No Gurume Season 1, Season 2, Season 3


Love Shuffle


Rich Man, Poor Woman





Serial Kartun Jepang (Anime):

Welcome to N.H.K



WataMote


Anohana



Sunday, August 24, 2014

Hikikomori Temporer di Indonesia

Hikikomori menjadi sebuah fenomena baru dan mulai dikenal luas dimulai dari negara Jepang bukan tanpa alasan. Di negara yang sudah tergolong maju ini, memang banyak sekali ditemukan fenomena-fenomena sosial baru yang ditimbulkan dari majemuknya keberagaman kultur dan budaya masyarakatnya. 



Menurut saya, berikut ini beberapa faktor yang membuat fenomena hikikomori muncul luas di negara Jepang 
  • Kultur bangsa Jepang yang individualistis, "dingin", memiliki rasa malu yang tinggi dan cenderung tertutup. Hubungan antar masyarakatnya yang seolah saling tidak peduli membuat pelaku hikikomori sulit terjamah.
  • Industri Kultur populer seperti Anime, Manga (komik), video game dan AV (Adult Video) sangat besar di Negara ini. Sehingga pilihan hiburan sudah tersedia banyak tanpa perlu kita keluar rumah.
  • Tingginya tuntutan terhadap tiap individu dalam hal akademis/pekerjaan, terutama untuk kaum pria. Mereka yang merasa tidak mampu memenuhi tuntutan ini cenderung mencari pelarian. Hikikomori salah satunya.
  • Tersedianya akses Internet yang mumpuni dan merata. Jelas sekali negara Jepang sangat unggul dibidang ini.
  • Segala sesuatu di Negara ini bisa kita dapatkan melalui telpon atau membelinya online, sehingga tidak perlu pergi ke suatu tempat jika ingin membeli sesuatu.
  • Tersedianya pilihan pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan dari rumah saja.
Lalu, bagaimana dengan di Indonesia? Apakah kondisinya memungkinkan untuk melakukan hikikomori?



Tidak ada yang tidak mungkin. Terbukti dengan sudah mulai munculnya beberapa "testimoni" para pelaku hikikomori di Indonesia. Hanya saja jika dibandingkan dengan pelaku hikikomori dijepang dimana sang hikki tidak akan meninggalkan kamarnya dalam jangka waktu yang sangat lama, dimulai dari tahunan hingga puluhan tahun, pelaku hikki di Indonesia biasanya hanya melakukan hikikomori dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Dari beberapa pengakuan yang saya baca, biasanya hikki di Indonesia akan mengurung diri dan tidak berinteraksi dengan dunia luar saat musim liburan sekolah atau kuliah yang berdurasi beberapa bulan. Ada juga yang tetap melakukan aktifitas bekerja, kuliah atau sekolah lalu mengurung diri dikamar setelah aktifitas tersebut.

Hal ini mungkin disebabkan kultur budaya kita yang berbeda dengan di Jepang sana. Disini interaksi sosial masih sangat penting dan dibutuhkan untuk bertahan hidup. Setidaknya peran keluarga masih sangat kuat bagi anak-anaknya yang masih tinggal serumah.

Dan meskipun situs untuk jual beli online sudah mulai menjamur, dan layanan delivery untuk memesan makanan juga sudah banyak tersedia, sepertinya hal ini masih dirasa sulit terjangkau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kita jika hanya bermodalkan transaksi di dunia maya saja.

Saya sendiri pun tergolong pelaku Hikikomori temporer. Saat masih sekolah atau kuliah dulu saya benar-benar akan menghabiskan waktu didalam rumah saja dan tetap kembali ke aktifitas belajar di sekolah/kampus ketika masa liburan habis. Dan setelah memasuki dunia kerja seperti ini dimana liburan merupakan suatu hal yang langka, saya biasanya menghabiskan waktu setelah pulang dari kantor ataupun akhir pekan dirumah. (Walaupun saya berharap suatu saat saya bisa melakukan pekerjaan dan penghasilan dari bekerja dirumah saja)

Bagaimanapun, Hikikomori haruslah segera kita atasi. Karena manusia disebut sebagai makhluk sosial bukan karena tanpa alasan. Kita akan selalu membutuhkan orang lain kan?

Thursday, August 21, 2014

Hikikomori Indonesia Helps.

Buat temen-temen sesama hikki yang mungkin butuh sharing, butuh support, informasi atau sekedar ingin ada kawan bicara, bisa kontak saya di:

Facebook: Akbari Panzer
Twitter: @akbari13
Email: akbari_panzer@yahoo.co.id
Telpon/SMS/Whatsapp/Line: 0812 2648 7257

You’re not alone guys! ^w^







Saturday, July 19, 2014

Tsundere Me

"Karena aku ini TSUNDERE!
Kusembunyikan sisi lemahku
Sendirian pun aku bisa hidup
Hanya penampilan TSUN TSUN
Kepribadian gandaku cintai sajalah"

(Lirik lagu Tsundere-JKT48)



Tsundere (ツンデレ?) adalah salah satu bentuk proses pengembangan karakter Jepang yang menggambarkan perubahan sikapseseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangat kepadanya.
(Wikipedia)

Cowok Tsundere? Oh God!
hahahaa... emang gak ada lucu atau imutnya sih, tapi ya kalau dipikir gue ini emang punya sifat kayak gitu.
Keseringan orang yang baru pertama ketemu dan kenal gue bakal menganggap gue sebagai orang yang pendiam, dingin, kaku, rada sombong, sangat cuek.

Tapi dari beberapa teman yang emang udah deket dan menghabiskan banyak waktu dengan gue bakal bilang kalau gue ini orangnya rada caur, care banget, good listener, konyol, cabul *eh ini kagak, suer! XD

Alter ego? Ya mungkin bisa dibilang begitu. Seolah ada sebuah "switch" yang akan otomatis merubah kepribadian gue bergantung dengan keadaan dan orang-orang yang berada disekitar gue.
Atau cuma sebuah topeng yang selalu gue kenakan sebagai mekanisme pertahanan diri saat tidak merasa nyaman?

Gue akui, salah satu ketakutan gue adalah terlihat bodoh dan tidak mengetahui sesuatu. Karenanya, gue lebih sering memilih untuk diam. Daripada berbicara lalu terlihat bodoh. Gue sangat takut terlihat bodoh.

Kesombongan diriku ini, tolong patahkanlah...