Ketika saya sudah sangat membutuhkan tidur siang, bisa dipastikan ada sesuatu yang tidak benar karena saya membutuhkan waktu reset setelah bekerja hanya sekitar 4-5 jam.
Saya juga merasa ada penurunan dalam hal produktifitas saya, terutama dalam hal pekerjaan kantor.
Fase ini memang bukan yang pertama kali saya alami. Saya mulai mengevaluasi diri tentang kondisi yang mungkin membuat saya mengalama fase hiatus ini:
- I'm no longer alone. Ya sekarang saya sudah menikah! Which means my life doesn't same like before. There is a lot good thing happens but also there is more responsibility and things to be done.
- Rasanya sudah lama saya tidak melakukan perjalanan jauh untuk kontemplasi. Mengambil cuti dan melakukan perjalanan sendiri atau bersama sobat karib keluar kota.
- Saya juga sudah lama tidak bekerja keluar kota. Selama kurang lebih 7 bulan ini saya hanya pergi dua kali keluar kota.
- Selama pandemi ini pun saya juga tidak bertemu dengan inner circle pertemanan saya. Bahkan saya malah memiliki masalah pribadi dengan beberapa orang diantaranya. Sigh!
- Overload. Ya! Selama masa pandemi ini, semua terasa tidak pasti. Rasanya perlu menyiapkan banyak source income untuk tetap bisa bertahan. Akhirnya saya coba mulai menyiapkan pilihan side hustle yang bisa dijalankan. Tapi dengan terbatasnya waktu dan tenaga, banyak ide2 yang hanya sekedar menjadi wacana dan gagal tereksekusi.
- Money problems. Its happens all the time, and getting bigger after you getting married. Ugh!
No comments:
Post a Comment