Sunday, June 25, 2017

3 hal

Kawan, ibuku pernah mengajarkan bahwa ada 3 hal yang tidak bisa dikembalikan:

1. Perbuatan yang sudah dilakukan
2, Perkataan yang sudah diucapkan.
3. Waktu yang sudah berlalu.

Kamu, dengan segala inisiatifmu yang selalu melakukan sesuatu tanpa pikir panjang, tanpa memikirkan orang lain, meski memang mungkin niatnya baik, tapi tidak selalu baik hasilnya, telah melakukan kesalahan yang pertama.

Dan aku, ya, seperti gerutuan yang selalu aku ucapkan "D*mn.. Me & my big mouth". Yang saat marah sama sekali tidak punya kontrol untuk tiap kata yang kuucapkan, telah melakukan kesalahan yang kedua.

Aku tahu niatmu melakukan perbuatan itu baik, meski hasilnya malah membuat hidupku berantakan. Dan kau pun tahu apa yang kuucapkan hanya karena amarah sesaat, tapi kata-kataku pasti juga telah membuat hatimu berantakan.

Aku meminta maaf. Kau pun begitu.

Akankah hal yang ketiga, waktu yang berlalu bisa mengembalikan semuanya?

Sayonara!


Monday, June 19, 2017

“Give me that pain killer!”
“No. You already use it too much!”
“I’m hurt. Please give me?”
“If something hurt you, you must face it, feel it. That’s what make you stay sane, stay as human.”
“I don’t care. Give me that d*mn f*cking pain killer!”


… and I’m wonder why I feel nothing in the end.

Monday, June 12, 2017

Iya bu...

"Kamu harus janji sama ibu ya nak...

Kalau nanti tanganmu masih sendiri, belum ada yang menggenggam, dan beban di hadapanmu rasanya semakin berat...

Kamu harus melatih terus tanganmu, hingga tetap mampu menghadapainya sendirian..."


Sunday, April 23, 2017

Teach me to be human again...

Sometimes I feel like machine,
Sometimes I feel like monster,
Sometimes I feel like shadow,
Sometimes I feel like slave,
Sometimes I feel like demon,
Sometimes I feel like fake.

Teach me to be human again...

Friday, March 31, 2017

Komik Manga bertema tentang Introvert : ONANI MASTER KUROSAWA

Komik atau manga ini... Oke dari judulnya memang agak "aneh" sih. Ceritanya memang juga agak aneh diawal, but this on really a master piece.




Agak susah mau ngejelesin jalan ceritanya, hahaha tapi dijamin bakal blow your mind!

Tokoh protagonis dan antagonisnya berkepribadian introvert dan sepanjang cerita akan terceritakan tentang pendewasaan mental mereka. 

Daripada spoiler, mending cek disni aja kalau mau baca:

Ghairah

Pemilihan gubernur Jakarta yang rasanya lebih 'hot' ketimbang pemilihan presiden ini membuat saya tersadar ada sesuatu yang salah... Ada yang berubah.

Dulu sewaktu kecil, saya pernah mendengar ceramah dari Almarhum KH Zainudin MZ yang kurang lebih isinya,

"Orang yang ingin menghancurkan Islam itu tidak akan berani terang-terangan karena meskipun disini banyak muslim yang gak sholat, banyak muslim yang gak baca quran, banyak muslim yang gak puasa, tapi kalau agamanya dihina, dia akan maju paling depan, berani bertaruh nyawa kalau agamanya dihina."

Ya, dulu benar seperti itu. Meskipun banyak umat Islam yang tidak menjalankan syariat Islam seutuhnya, tapi paling pantang jika agamanya dihina.

Jadi ingat, sewaktu kecil, sekolah saya yang madrasah ibtidaiyah pernah diejek murid dari sekolah dasar negeri lain sebagai sekolah islam yang kampungan. Tak terima, belasan teman saya pun pergi ke sekolah tersebut dan menantang mereka untuk tawuran. Saya pun, meskipun takut, juga tetap ikut. Caranya memang salah (wajarlah, kami hanya anak umur sekolah dasar saat itu) dan untungnya tawurannya terbatalkan karena kami dibubarkan dan dikejar-kejar bapak-bapak yang tinggal di area sekolah tersebut, hehehe.

Juga saat saya di SMA, ketika mimbar yang biasa digunakan di masjid akan digunakan oleh ekskul agama lain dan ingin mencopot kaligrafi asma Allah SWT yang ada di mimbar tersebut. Kelompok Rohis kami protes keras. Hampir anarkis, tapi untung terselesaikan dengan damai.

Tetapi apa yang terjadi sekarang?
Kitab suci Al-quran sudah dihina...
Ulama sudah dihina, bahkan difitnah dan ditangkapi dengan alasan yang tidak jelas...
Bahkan umat muslim dihina dengan sebutan kaum sumbu pendek.

Mirisnya, saat ini banyak umat Islam yang malah santai-santai aja, cuek, acuh, bahkan parahnya malah mendukung pihak yang menistakan agama Islam.

Dengan dalih sebagai orang modern, kekinian, ke-Bhineka-an, toleransi, mereka malah mendukung pihak yang ingin menghancurkan Islam dan mencemooh saudara-saudaranya yang memperjuangkan kehormatan agama Islam. Open your eyes guys!

Janji manusia (apalagi jika manusia seperti si penista agama itu, c'mon men? ) , atau Firman Tuhan kalian yang lebih kalian percaya?

#sebuah catatan 313






Sunday, March 5, 2017

A gifted.

Sedari kecil, saya merasa punya kemampuan khusus. A special ability (biar kerasa kayak mutant-mutant di X-men itulah ) sayangnya memang gak semua gifted (or cursed?) itu menguntungkan, setidaknya itulah yang saya rasa. Well, apa yang menyenangkan dari punya kelebihan untuk "membuat orang-orang disekitar perlahan menjauh dan membuat diri menjadi sulit untuk didekati" ?



Dan hal itupun terus terjadi. One by one, orang-orang terdekat saya menghilang. Relasi saya patah, tapi jangan kan untuk tumbuh seribu, tumbuh kembali satu pun tidak.




"Kalau ada satu orang yang bermasalah denganmu, itu adalah problem dia, bukan dirimu. Tapi jika banyak orang yang bermasalah denganmu, mungkin problemnya memang ada di kamu."

Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. Yup, the problem is on me. Saya memang sering terlalu sibuk dengan diri sendiri, tanpa sadar bahwa suatu hubungan perlu dijaga, dipelihara agar tidak kering lalu mati. Juga perlu untuk menebar bibit-bibit pertemanan baru, jaga-jaga kalau yang lama tidak bisa dipertahankan.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu saya sangat terobsesi untuk menyelesaikan masalah ini. Belasan buku kepribadian dan relationship saya baca tiap harinya. Bahkan sampai ikut kelas khusus untuk bisa menjalakan salah satu fungsi dasar manusia, bersosialiasi. Learning to say "hi" and open smile.

Sampai tiba titik dimana saya lelah, exhausted. Mungkin operating system saya memang tidak cocok untuk di-install hal seperti itu secara paksa dan tiba-tiba . Lalu saya melupakan hal tersebut, berharap semuanya akan berjalan natural dan baik-baik saja. And then, here I'm,  20 something guy with no friend.

 



Saturday, March 4, 2017

Show me how to be whole again

Friday, January 27, 2017

I hurt myself today to see if I still feel
I focus on the pain, the only thing that's real

What have I become, my sweetest friend?
Everyone I know goes away in the end.

I will let you down
I will make you hurt

If I could start again,
A million miles away.
I would keep myself, I would find a way.

Friday, December 9, 2016

One year ago..and not yet..

9 Desember satu tahun yang lalu...
Where did the days go?


Kadang waktu bisa terasa berjalan begitu lambat disaat saya menunggu sesuatu, tetapi saat yang dinanti tak kunjung tiba, masa penantian tadi bisa terasa seperti kedipan mata. Meski, ruang waktu sepanjang itu pasti banyak menyimpan sesuatu. Asa. Rasa.

Diantara semua harap yang terucap di setiap doa, semoga tahun depan diberikan keberkahan, kelancaran, genap. Aamiin.. Please...

Our time will come...


Sunday, November 27, 2016

Addiction: Televisi

Long time ago, rasanya saya pernah kecanduan yang namanya televisi (TV). Kalau diingat-ingat mungkin saat SMA, dimana orang tua tidak lagi membatasi jam nonton TV saya. Setelah menyelesaikan PR, saya akan menonton TV sampai larut malam. Begitupun saat weekend, saya akan menonton TV seharian, bahkan sampai ibu saya mengingatkan untuk mematikan TV-nya dulu karena sudah panas disetel dari pagi hingga sore.

Saat itu rasanya TV memberikan bentuk hiburan yang tak terbatas, meski jumlah channelnya belum sebanyak sekarang, saya betah-betah saja menontonnya seharian. Acara Kuis, FTV, Acara Musik, variety show, kartun, adalah jenis-jenis acara yang saya sukai. Untuk sinetron, saya sudah membencinya sejak kecil.

How about now?
Hmmm... mungkin bs dihitung beberapa kali saya menonton TV, kontennya sudah terasa membosankan (dan memuakkan?). Bahkan untuk berita-berita terkini, saya lebih sering mendapat informasinya dari obrolan orang lain atau media online. Yah mungkin secara tidak langsung, kecanduan saya terhadap TV teralihkan oleh media-media informasi lain yang lebih memberikan pilihan konten yang beragam.

Sunday, November 20, 2016

Film tentang Hikikomori: Silent Poor Episode 2


Kali ini bukan film sih, tapi dorama (serial / sinetron Jepang).

Serial jepang ini menceritakan tentang seorang wanita pekerja sosial yang bertugas untuk membantu masyarakat yang berada dalam keadaan miskin secara ekonomi ataupun terisolasi secara sosial.

Karakter Hikki disini adalah seorang pemuda berumur 25 tahun yang menjadi Hikki setelah ayahnya dipecat dari pekerjaannya dan memiliki kecanduan terhadap minuman beralkohol. Keadaan ini dipersulit dengan si Ibu yang mengalami sakit jantung dan si kakak perempuannya yang juga harus menjalani perawatan di rumah sakit..


Walaupun bagi saya terkesan terlalu easy, tapi akhirnya diceritakan bahwa si Hikki berhasil go out berkat bantuan si wanita social worker ini. Point yang saya suka dari kisah ini adalah diceritakan bahwa si Hikki menyadari bahwa apa yang dilakukannya sekarang merupakan suatu kesalahan dan menyadari bahwa dirinya harus berubah untuk menjadikan keadaan keluarganya menjadi lebih baik. Dan si social worker berhasil "mengetuk pintu" si hikki dan mengajaknya keluar dari sangkarnya untuk mencari pekerjaan demi kehidupan barunya.

Meski tidak menceritakan secara detail tentang kehidupan Hikikomori, tapi lumayanah buat di tonton. Ini link streaming-nya buat yang mau nonton:

Short-Tempered

"Elu kenapa sih bro? Tumben galak amat."

Haaaah... (menarik napas panjang)
Sekian kalinya seseorang mengeluhkan sikap saya yang tiba-tiba mereka rasa menjadi ketus. Ya wajar, saya yang mungkin selama ini mereka kenal sebagai seorang pria kalem dan pendiam tiba-tiba jadi suka protes, adu argumen, sinis, bahkan marah.

Actually, saya sebenarnya tidak suka melabeli diri sendiri. Tapi kalau mereka bilang saya pendiam, ya mungkin ada benarnya. I'm growing up as introvert, shy and calm person. Saya cenderung menghindari konflik dan "drama". I'm fine with that. But lately, rasanya semua orang bersekongkol untuk melanggar batas toleransi yang sebenarnya rasanya sudah saya set sangat tinggi batasnya. Dan ketika itu terjadi, I'm not even think twice to give that person some lesson. Don't mess with me.


Sebenarnya saya sendiri tidak suka sisi saya yang ini, karena pasti ucapan saya saat marah akan banyak menyakiti perasaan orang lain (ya walaupun rasanya mereka pantas saja mendapatkannya, lagian, siapa suruh mulai duluan?) dan juga jadi sosok yang galak itu sangat amat menguras energi saya. Tapi saya juga tidak bisa membiarkan orang lain untuk melanggar aturan main saya.


Ya mungkin saya lagi butuh piknik.. (atau mungkin perlu mengevaluasi hubungan saya dengan-Nya, mungkin ada yang alpa sehingga akhir-akhir ini hati jadi tidak tenang)



Thursday, November 10, 2016

Perjalanan



Dari dulu saya memang ingin selalu berjalan dengan cepat. "Biar lebih cepat sampai", pikir saya. Tidak perlu banyak pertimbangan, diskusi atau pun mengkhawatirkan diri sendiri maupun orang lain. Terjang. Hantam. Bebas mengikuti imaji diri.

Tapi terkadang kaki saya lelah. Sering juga saya terjatuh, bahkan sampai hilang arah.

Sekarang saya ingin menempuh perjalanan yang lebih jauh, sangat jauh, dan rasanya saya tidak bisa sendiri. Meski suatu tujuan itu sangat penting, tapi saya mulai mengerti dengan mereka yang mengatakan. "Life's a journey, not a destination".

Dengan izin-Nya, saya butuh kamu untuk berjalan bersama.


Monday, September 26, 2016

Sunday, September 25, 2016

Finally... Barbershop.

Setelah dua tahun lebih absen mengunjungi barbershop karena prefer potong rambut sendiri (well, dengan hasil yang terkadang acak-acakan :p ), akhirnya weekend ini mencoba kembali menyerahkan urusan potong rambut kepada ahlinya.


Berhubung momentnya agak memorial (ya elah), sayang dong klo cuma dateng ke abang2 potong rambut pinggir jalan dan akhirnya gw memutuskan untuk dateng ke barbershop yang agak premium sedikit, biar rada kekinian juga XD

Barber Bronze di samping Depok Town Square akhirnya jadi pilihan. Tempatnya ternyata lebih kecil dari yang gw kira, pas dateng pun udah banyak antrian, walhasil nunggu deh sejam lebih. Rata-rata yang dateng kesini anak muda dan potongan rambutnya semua tipe executive cut gitu. Malah gw gak lihat ada satupun yang request potongan rambut dan menyerahkan semua ke si kapsternya. Dan ketika tiba saatnya potong rambut, berhubung gw berasa rada2 udah experience motong rambut sendiri (gaya mu bar!), gw jelasin mau di potong kayak gimana plus nunjukin foto referensinya.

Well, si mas-mas yang motong rambut gw ini udah bener jago deh motong, cara motongnya alus banget dan merhatiin detail-detailnya jadi waktu cukur lumayan agak lama. Beda banget lah klo gw motong rambut sendiri yang asal jadi, hahaha. Ya wajarlah ya, mas-mas ini sehari aja udah bisa motong rambut kepala puluhan orang, nah gw cuma sebulan sekali aja latihannya (alibi!)

Dengan cost yang agak lumayan (Rp 40k), waktu nunggu antriannya yang lama (1 jam lebih), plus waktu motong rambutnya yang lumayan juga (45 menitan, ini sih gapapa, malah kesel klo motong rambutnya cuma bentar dan gak detail), masih lumayan worthed lah, Bisa jadi pilihan klo nanti mau potong rambut lagi, tapi kayaknya nyari waktu pas rada sepi ajah.

And here the Before-After photo (narsisnya kumat lagi!)



Update:
Dan ternyata foto saat gw cukur dipajang di instagram mereka, pantes kok pas lagi cukur malah difoto-foto gitu, sayang gak kelihatan muka, hahaha :p



Untitled

She taught me how to love..

..but not how to stop.

Sunday, August 28, 2016

Gagal maning... Gagal maning...

Gak sengaja liat sinetron lawas "Tuyul & Mbak Yul" yang diputer lagi di ANTV, lumayan nostalgic, dan yang paling khas dari sinetron ini adalah endingnya dimana si PamPam dan Samson akan selalu gagal menangkap Unyil dan diakhir dengan jargon seperti dibawah ini....


Well.. somehow jadi keingat.. its like ending of my lately love story.. Kinda sad. :p

Saturday, August 6, 2016

Karena semua ada batasnya

Jika ada sesorang yang mencoba mengerti kamu sepenuhnya, memaklumi perilakumu yang kau sendiri sadari sangat kekanak-kanakan, melakukan sesuatu untukmu meski dirinya sendiri sangat lelah....
Janganlah kau uji dirinya dengan selalu meminta yang lebih..

Yah kita sebagai manusia memang cenderung selalu meminta yang lebih, lebih lagi, lebih terus...

Ada yang bilang, "Sabar ada tidak ada batasnya".
Padahal menurut saya kesabaran itu seperti lautan. Terlihat tidak terbatas, tapi ternyata berbatas.
Jikalau pun sabar memang tidak terbatas, setidaknya pemakluman ada batasnya.

Cinta? Cinta pun saya yakin ada batasnya. Karena hanyalah Diri-Nya lah yang tak berbatas.

Don't take it for granted.
Hargai sesuatu, terlebih orang-orang yang ada didekatmu, seolah mereka bisa pergi kapan saja.





Jangan membanggakan anak orang lain terlalu sering

Jika suatu saat nanti saya (atau anda) menjadi orang tua, saya mohon jangan pernah melakukan kesalahan ini kepada anakmu sendiri.

Ya, mana ada sih orang didunia ini yang suka rasanya dibandingkan dengan orang lain?

Terlebih hati seorang anak yang dibandingkan dan dianggap tidak lebih baik oleh orangtuanya sendiri dengan anak orang lain?
Bisa terbayang betapakah hancurnya?






Cowok Bewokan

"Kalau nyapu rumah tuh yang bersih, kalau gak bersih nanti suami kamu brewokan lho"
(Seorang ibu-ibu tetangga)

Duh kalau gitu, kasihan dong saya bakal punya istri yang nyapunya gak bersih, hahaha.
And Yes! Saya sekarang brewokan. Setelah mati-matian dari kecil mengelak gak mau brewokan (padahal gen untuk tumbuh bewok sudah keliatan banget dari ayah dan kakek saya), akhirnya saya menyerah, membiarkan bulu-bulu diwajah saya ini tumbuh dengan sangat brutalnya, membuat saya terlihat seperti kera yang gagal berevolusi menjadi manusia. orz

Alasannya: Capek harus shaving tiap hari, belum lagi kalau buru-buru shavingnya, bisa berdarah dan iritasi kulit. Jadi sekarang saya lebih memilih membiarkannya tumbuh walau sesekali dirapihkan. Meski orang-orang disekitar saya banyak yang protes karena saya brewokan begini, katanya jadi terlihat tua lah, terlihat tidak terurus, kucel, kumal, kotor, tapi tak apalah, hehehe. Maap ya bunda dan adik-adikku.


Jatuh cinta sendirian

Jatuh cinta sendirian...
Seorang pria yang menaruh hati pada gadis yang hanya bisa dilihatnya dari kaca etalase toko.

Jatuh cinta pada dia yang sedang jatuh cinta..

Cinta yang tidak pernah diketahui..

Cinta kecil yang satu arah...

Cinta yang tidak pernah disadari...

Cinta yang tak bernama...

Cinta yang tak bertuan...

Cinta yang tiada berbalas...

Apapun itu, cinta juga kan namanya?

2015. Aku harus jadi lebih kuat!

Sayonara 2014.

Sebenarnya di tahun 2014 kemarin banyak sekali hal yang saya targetkan untuk tercapai tapi seperti biasanya, malah terabaikan. Ditambah lagi, di tahun ini hampir 6 bulan saya habiskan di kota dumai untuk urusan pekerjaan sehingga banyak urusan pribadi yang terbengkalai.

Dan tahun 2015 pun datang...

I'm scare to death.
Tahun ini umur saya bakal genap seperempat abad.
Saya merasa menua, merenta tapi tidak mendewasa, tidak menguat.

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan diatas mulai di-draft dari awal 2015 dan sekarang sudah agustus 2016. Saya pun sudah umur 26 tahun juga.
Well, sometimes later become never.. Ugh!






Yang terlewatkan...

Seorang teman menyadarkan saya bahwa seiring dengan pendewasaan, banyak hal yang belum sempat dilakukan, harus ikhlas untuk kita lewatkan...
Seperti saya yang merasa masih ingin terus bermain-main karena sewaktu muda rasanya terlalu sedikit hal nakal yang saya lakukan. Kini saya harus rela melewatkan hal itu semua dan mulai berpikir tentang masa depan..

Atau saya yang masih ingin berpacaran untuk have fun saja harus rela melewatkannya dan mulai berpikir untuk menjalani hubungan yang serius menuju arah berumah tangga.

Pendewasaan itu menyakitkan ya?

Who let me being adult? I just can't adult

Undangan

Dibombardir undangan walimah-an berkali-kali oleh kawan-kawan semasa perjuangan SMA dan Kuliah, lama-lama hati ini tergelitik juga untuk berkata,

"Saya kapan ya?"

Udah mau nulis gitu ajah... *matiin komputer lalu tidur

Lost in Malaysia



Penghujung 2015...

Tidak disangka, ada kesempatan untuk menemani bos saya untuk pergi ke Malaysia. Even, awalnya saya agak malas karena capek banget abis pulang pergi Medan-Jakarta terus selama 6 bulan ini, tapi.. Hey... kesempatan ini gak boleh dilewatkan kan.

Disana karena memang tujuan utamanya buat kerja, jadi ya saya gak banyak jalan-jalan.
Tinggal di Hotel Cititel yang nyambung dengan 2 mall besar bikin saya tiap malam selalu hang-out (*ceilah) ke mall untuk sekedar cari makan.

Dan terasa memang kalau Malaysia itu adalah "Truly Asia" karena selain penduduk asli yang beragam mulai dari etnis chinese, melayu dan India, disini juga banyak banget nemuin turis dari Korea, Jepang, Thailand dan lain-lain. Ya memang saat saya kesana lagi musim liburan sih jadi banyak turis mancanegara yang berdatangan.

Terus selama ke Malaysia kemana aja? Gak kemana2, hahaha. Tiap malam jalan-jalan di mall udah bikin saya amaze banget. Tapi disempetin lah buat mejeang di tempat foto wajib kalau ke malaysia, yap.. Petronas!


Meskipun... ehem.. ada hal yang menyakitkan yang terjadi saat saya disana, saya bersyukur akhirnya bisa juga pergi keluar negeri untuk pertama kalinya (dibayarin kantor lagi, hahaha) . Next trip, kemana lagi ya? 


Flannel Shirt

Ketika sedang membereskan lemari, saya baru sadar... "Ok, I have too much flannel shirt .."


Ya entah kenapa saya suka dengan model kemeja flannel dengan berbagai macam corak kotak-kotaknya. Meskipun sebenarnya bahan kemeja flannel ini kurang cocok dipakai di Jakarta yang cuacanya panas banget, tetapi saya tetep maksain kemana-mana pakai kemeja flannel.

Apa mungkin saya terinspirasi sosok lumberjack yang identical dengan kemeja seperti ini? Hahaha


Un-Hero

Apa bedanya antara "Pahlawan" dengan "Sok Pahlawan"?
Well, the last one is the most disgusting creature that I ever met.

Apa sebegitu besarnya keinginanmu untuk dianggap sebagai pahlawan atau membuat orang lain merasa punya hutang budi padamu? Sebegitu inginnya dirimu dianggap hebat dan bisa menyelesaikan apa yang orang lain tidak bisa?

Niat baik seperti apapun kalau eksekusinya tidak etis pun... Ah sudahlah... F*ck off!

Sunday, January 31, 2016

Jualan..

15 Oktober 2014....

Pertama kali saya membuka sebuah lapak di Kaskus. Berjualan Flashdisk & Kartu Perdana Paket data sebuah operator.

Awalnya sih iseng saja, lagi agak jenuh sama kerja 8-5 tiap hari plus liat karakter dari dorama Kodoku No Gourmet yang kerjaannya sebagai seorang self-employment yang menjual barang-barang export ke para customernya. Liat sih enak banget, gak terikat waktu kerja normal 8-5, bisa sekalian jalan-jalan kalau lagi ke tempat customer, tapi pas saya coba... Pedih! Hahaha.

Ada saatnya untuk menjual sebuah flashdisk atau kartu perdana dengan margin keuntungan Rp.10.000 saya harus nungguin si pembeli datang setelah pulang kerja, atau COD-an yang malah bikin saya nambah ongkos dan jadinya malah gak ada untungnya, hahaha.

But.. at first, I don't do that for money. Ya, saya coba terus mengingatkan diri saya bahwa saya memulai ini dengan tujuan untuk menjadi penyaluran hobi belanja online saya sekaligus sebuah usaha untuk memulai impian saya bisa punya usaha sendiri, jadi entreprenuer atau self-employment. Tapi yang paling utama ya jadiin hobi aja, jadi kalau gak dapet untung, atau apesnya lagi rugi, ya anggap aja sebagai biaya hobi, hehehe.
But if your hoby can make some amount of money, that is good things, right?

Beberapa tempat saya berjualan:

KASKUS

Bisnis sampingan saya berawal disini, dari yang awalnya cuma punya dua lapak di FJB Strore, sekarang udah ada 5 page trit jualan saya (banyak yang gak aktif juga sih).

Sistemnya yang gampang. Kalau kita punya barang, tinggal bikin akun kaskus terus langsung deh bikin lapak di FJB Store. Tidak ada rekening pihak ke-3 sehingga uang penjualan barang bisa langsung masuk ke rekening kita.

But somehow, penjualan saya dikaskus lagi menurun drastis, apa karena kurang di maintenance ya?
Bisa cek dagangan saya di Kaskus dengan Id Kaskus: akbari13
Atau langsung klik disini: http://www.kaskus.co.id/profile/viewallclassified/1282316


TOKOPEDIA


Ini yang lagi demen banget saya tengok aplikasinya tiap hari. Berharap ada order yang masuk (kayak akang gojek aja ya saya, liatin hp buat cari orderan, hehehe). Alhamdulilah mulai jualan di tokopedia di Oktober 2015 dan sekarang sudah mulai bisa menghasilkan untung yang cukuplah buat biaya jajan saya kalau weekend, hehehe.

Di Tokopedia ini semua lebih terstruktur, sehingga nyaman bagi proses jual beli, terutama bagi pihak pembeli karena uang dari pembeli akan masuk ke Tokopedia terlebih dahulu dan baru masuk ke rekening tokopedia saya setelah transaksi sukses.


Dan entah kenapa jargon-jargon tokopedia berikut ini, bikin saya tambah semangat buat jualan online:
"Ciptakan peluangmu!"
Yes, I will! Sekarang mata saya kalau lagi browsing internet atau jalan-jalan di mall selalu lirik-lirik, kira-kira ada barang yang bisa saya beli terus jual lagi gak ya? Hahaha

"Mau kerja dirumah?"
Mau banget. Ya meski ketika sabtu minggu atau pas lagi cuti, saya merasa sedikit lega karena setidaknya saya mengisi waktu untuk hal yang bermanfaat dan menghasilkan sedikit uang ya cukuplah buat beli bakso sore-sore, hehehe.

"Mau gajian tiap hari?"
Bangets lah! Ya meski cuma 10 ribu, tapi ketika menerima dana pembelian barang dari pembeli, keuntungannya kan bisa langsung saya dapatkan. Jadi meski kecil, tapi berasa ada uang yang masuk ke rekening itu bikin happy banget. Beda dengan gaji yang harus nunggu tiap akhir bulan, hehehe

Bisa cek dagangan saya di Tokopedia dengan Nama Store:Lumber-Jak
Atau langsung klik disini: https://www.tokopedia.com/lumberjak

Ya meski uang yang dihasilkan belum besar, masih kalah jauh sama gaji dari pekerjaan saya sekarang, tapi jualan ini bikin saya lebih semangat karena ini murni adalah usaha saya sendiri dimana saya adalah penggerak utamanya, dan progressnya lumayan keliatan langsung.

Semoga tahun ini usaha sampingan saya ini bisa lebih berkembang! Aamiin

Welcome 2016!

Helaa everybody... Welcome to 2016!



Wait... bar, 2016 kan udah lewat sebulan, kok telat sih??

Hahaha.. Ya Tahun baru 2016 memang sudah lewat sebulan tapi rasanya saya baru mulai mendeklarasikan fase baru kehidupan saya di tahun 2016 mulai hari ini.

Why? Karena kalau bisa dibilang tahun 2015 kemarin itu amazing banget buat saya. Mungkin jika saya bertemu dengan diri saya yang berhasil melalui tahun 2015 tersebut (dan tetap hidup, hahaha), saya akan memegang pundaknya sambil berkata "You did great job dude. Otsukare!"

Dari beberapa pencapaian yang tidak disangka, banyak target yang tidak tercapai, puluhan kesalahan fatal baik itu dalam kehidupan pribadi, kerjaan maupun spiritual, penolakan-penolakan yang bikin hati runtuh (Hint: Tahun ini saya ditolak banyak banget, hihihi).

Januari 2016. Rasanya saya mau menjadikan bulan ini untuk menyelesaikan beberapa urusan yang masih nyangkut di 2015, sekaligus rehat sejenak biar bisa power up dengan maksimal di tahun 2016 ini.

So.. 2016, I'm Ready! Engine already started.. 
Fly akbari! Fly!




Sunday, December 20, 2015

Setan itu...

Setan apa yang merasuki diriku?
Segala upaya kuusahakan untuk jadi lebih baik, tapi hasrat hitam itu malah terus semakin kuat, semakin pekat.

Atau... sedari awal.. aku adalah setan?

Sunday, September 13, 2015

Finally... Beard Flower

Dari awal mulai menumbuhkan brewok, sebenarnya saya sudah punya target untuk mengikuti foto ala-ala hipster barat yang menghias brewok mereka yang tebal menggunakan bunga-bunga atau tanaman. Istilahnya kerennya "Beard Flower"

Kok aneh-aneh aja ya mereka? Sebenernya sih gak aneh juga. Kaum hipster ini kan emang anti-mainstream, jadi gak ada yang aneh deh bagi mereka, hahaha.

Kalau gak salah trend ini muncul karena mereka beranggapan bahwa tumbuhnya brewok itu adalah hal yang natural buat cowok, sama seperti tumbuhnya tanaman di bumi ini. Let it grow men!

Dan akhirnya setelah bertahan 2 bulan tanpa kegiatan shaving karena emang lagi dinas di Kota Medan... Finallu.. My own Beard Flower, wkwkwk :p





Pertarungan yang tidak pernah dimenangkan

Ada beberapa (kalau boleh disebut sebagai) pertarungan yang selalu saya hadapi dan saya selalu kalah...

Ada pertarungan yang sudah saya jalani selama hampir 4 tahun dan rasanya saya selalu kalah...

Ada pertarungan yang sudah saya hadapi selama 19 tahun dan belum ada tanda sedikit pun bahwa saya akan memenangkannya....

Ada beberapa pertarungan yang terus saya lakukan selama 25 tahun lebih.. seumur hidup saya.. dan semua selalu sama.. kalah lagi. jatuh.. terkulai dan terlukai....


Pertarungan yang sama.. musuh yang sama... hal yang sama dan hasil yang selalu sama... Kalah.. Kekalahan...

Kalau seperti ini, bukankah wajar saja jika rasanya ingin menyerah karena apapun yang dilakukan, hasilnya pasti akan selalu sama...

Tapi kok ya kalau menyerah begitu saja, rasanya kurang "Laki" ya...

Yah meski tak pernah tau kapan saya bisa menang, setidaknya saya melawan.. Bukan pasrah menerima serangan tanpa pembelaan...


Thursday, August 27, 2015

Kadang rasanya seperti ingin menyerah saja ya

Saya tipe orang yang mungkin gampang ter-distrac oleh lingkungan sekitar. Di umur saya yang sudah seperempat abad ini, pencapain orang lain dalam hal karir, finansial dan asmara seringkali membuat saya ketar-ketir.

Rasanya jika melihat orang yang seumuran bahkan lebih muda dan pencapaiannya sudah amat sangat jauh diatas saya, rasanya ingi ngamuk-ngamuk dan teriak "udah ah bubar aja, bubar". Sifat jelek saya ini tidak pernah hilang. Jika mengerjakan atau menjalani sesuatu dan ditengah jalan hasilnya terlihat tidak sesuai maka saya akan langsung berhenti atau mereset kembali semua yang sudah saya kerjakan. Itulah mengapa saya tidak pernah suka bermain game. Selalu saya reset.

Meski saya sering menghibur diri dengan ucapan,
"Jalan orang kan beda-beda. Bahagia tiap orang kan beda caranya"

Tapi nyatanya, saya masih sering memimpikan apa yang orang lain punya. Masih berharap saya bisa setara atau bahkan melebihi mereka.

Ini sifat yang buruk ya?

Monday, August 24, 2015

Pernikahan, apa semuanya tentang uang?

"Kerja dulu yang bener, baru nanti cari jodoh..."

Kira-kira seperti itulah yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya. Dan menurut saya, kalimat itu harus ditambahkan dengan,

"Kaya dulu sana, baru mikirin nikah..."

Ya, kurang lebih begitulah yang saya rasakan.

Saya tidak menampik, kekayaan materi sangat penting dalam memulai sebuah rumah tangga.

Mulai dari biaya lamaran, resepsi dengan segala tetek bengeknya, bulan madu, tempat tinggal beserta isinya. Setidaknya hal-hal ini perlu disiapkan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi apa semuanya perlu "lebih"?

Lamaran dengan hantaran yang cukup buat makan sekampung..
Mas kawin yang beratnya berkilo-kilo..
Bulan madu keliling dunia..
Resepsi megah yang rasanya ingin menyaingi pangeran inggris..
Rumah yang seperti istana dengan isi perabotan yang serba lengkap..

Mungkin bagi sebagian orang, hal ini bisa dengan mudah dipenuhi. Tapi bagi kami, hal ini membuat kami rasanya tak ingin menikah..

Ah ini cuma keluhan saya saja, pria yang belum cukup mencukupi kebutuhannya tapi ingin segera menyempurnakan agamanya..

Sunday, February 15, 2015

Merubah hidup ala Yusuf Mansyur Dengan Riyadhoh 40 Hari


Somehow, saya merasa lagi penat banget sama kehidupan saya yang sekarang, berasa lagi di ujung tanduk. Mau ini salah, mau itu salah. Dan seperti biasa, kalau punya masalah saya selalu googling, berharap dapat pencerahan. Dan akhirnya saya masuk ke situs ini (http://www.aunurrofik.com/riyadhah-40-hari/).

Disana dijelaskan mengenai Riyadhah 40 hari yang diajarkan Ust.Yusuf Mansyur

Apa Itu Riyadhah 40 Hari?

Pada dasarnya Riyadhah adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini kita kaitkan dengan perbaikan diri melalui perbaikan ibadah.

Lalu kenapa harus 40 hari?

Karena berdasarkan sebuah penelitian di bidang psikologi, otak bawah sadar manusia akan membentuk memori suatu kebiasaan/ habit dalam masa 40 hari.

Jadi semisal ingin merubah kebiasaan, katakanlah kebiasaan bangun siang menjadi bangun pagi jam 5, maka lakukanlah latihan pembiasaan bangun pagi setidaknya selama 40 hari. Maka kebiasaan bangun pagi itu akan lebih mudah untuk diteruskan. Karena kebiasaan ini menyangkut otak bawah sadar kita.
Dan apa yang dilakukan selama masa Riyadhah 40 hari tersebut.  Berikut rinciannya:
  • Jaga Shalat Tahajjud 8 Rakaat + Witir 3 Rakaat.
  • Jaga Shalat Shubuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. (Khusus soal shalat, terkandung di dalamnya menjaga berjamaah, di masjid, lengkap dengan qabliyah dan ba’diyahnya. Juga Sunnah Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita datang sebelum waktunya adzan).
  • Jaga baca Surat Al Waaqi’ah sesudah shubuh atau sesudah ashar (boleh pilih).
  • Jaga Shalat Dhuha 6 Rakaat. Yang kuat, 12 rakaat.
  • Baca zikir usai shalat, plus bacaan Yaa Fattaah Yaa Rozzaaq 11x, plus ayat kursi, plus Surat Al Ikhlas 3x. Ini setiap usai shalat.
  • Khusus usai Shalat Subuh dan Ashar, ditambah 4 ayat terakhir Surah Al Hasyr.
  • Jaga setiap hari membaca 300x Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Boleh 100x. Dan boleh dibagi-bagi di 5 waktu shalat.
  • Jaga setiap hari baca Istighfar 100x.
  • Jaga setiap hari baca Subhaanallaahi wabihamdihi subhaanallaahil ‘adzhim100x pagi dan 100x sore. (Boleh habis dhuha dan habis ashar/ jelang maghrib).
  • Jaga setiap hari baca Surat Yaasiin (bebas waktunya kapan saja, yang penting 1 hari 1x).
  • Tutup malam dengan shalat sunnah 2 rakaat; baca Qulyaa (Al Kafirun) di rakaat pertama, Qulhu (Al Ikhlas) di rakaat kedua. Setelahnya baca salah satu dari As Sajdah, Tabaarok, atau Ar Rohmaan.
Ustadz Yusuf Mansur juga berpesan:
Jaga ini selama 40 hari. Berjuang ya. Terutama shalat tepat waktu, di masjid, plus qabliyah ba’diyahnya. Barengi dengan Puasa Daud supaya enteng.
Semoga Allah menyegarkan badan kita semua, menyehatkan kita semua. Yah, dihitung-hitung daripada lembur ga keruan, kerja rodi ga keruan dlm mencari rizki, dan daripada berobat ke rumah sakit. Mending ngelakuin riyadhah dah. Ampuh banget-banget. Kepada Allah dan untuk Allah kita lurusin niat kita ya. Amin.
Ya Allah.....
Selama ini memang saya sangat jauh dari-Mu. Jangankan amalan yang sunnah, yang wajibkan dengan sering saya tinggalkan. Merasa pongah mengandalkan kekuatan diri sendiri yang terbatas untuk menyelesaikan masalah, dan mengabaikan pertolongan-Mu.

Saya ingin sekali mencoba hal ini Karena rasanya tidak ada lagi yang bisa saya lakukan selain meminta pertolongan-Mu Ya Allah..
Semoga saya bisa istiqomah menjalankannya. Amien

Sunday, February 8, 2015

Selfie 2014

Tahun 2014 ini foto-foto selfie gak jelasnya gak sebanyak tahun 2013 kemarin (udah mulai sadar diri, hihihi)
Yang bagi saya pribadi terasa unik, tahun ini kelihatan banget saya transformasi wajahnya menjadi tua gegara brewokan, hahaha. Dari awal tahun 2014 sampai bulan Mei, muka saya masih bersih kayak begini:


Dan mulai bulan juni, mulai males harus shaving tiap hari jadi membiarkan wajah ditumbuhi bulu-bulu gak jelas. Kadang kalau lagi bercermin, suka merasa mirip gorila, ahahaha XD


Dan mulai saat itu, belum pernah cukur sampai bersih banget. Entah kenapa, gak tega menumpas habis brewok saya ini. Tahun 2015 ini pun kayaknya masih nyaman begini, keliatan tua sih, tapi tak apalah XD

Friday, January 9, 2015

VCC.co.id Penipu??? Tidak, hanya layanannya saja yang tidak ok!

Setelah lama ingin mempunyai akun paypal untuk dapat berbelanja online dari situs luar negeri semacam ebay, akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi membuat akun paypal. Tapi kali ini saya ingin memiliki akun paypal yang verified agar lebih mudah digunakan untuk transaksi keuangan online. 




Sayangnya untuk menjadikan akun paypal verified itu dibutuhkan kartu kredit dan saya tidak memilikinya, akhirnya berkat saran dari teman, saya memilih menggunakan VCC (Virtual Credi Card) untuk memverifikasi akun paypal kita. Jadi VCC ini semacam layanan yang akan menyediakan akun kartu kredit virtual yang hanya berupa nomor saja.

Setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya memilih untuk menggunakan layanan VCC dari situs http://www.vcc.co.id/  dan produk yang saya pilih  VCC PayPaL AVS seharga Rp.180.000



Well, sebenernya pelayanan yang mereka berikan diawal pembelian VCC ini cukup memuaskan. Dari proses order sampai diberikan nomor VCC lumayan cepat. Kalau tidaj salah hanya 1 hari. Dan tutorial yang diberikan untuk mengaktifkan VCC sebagai syarat untuk verifikasi paypal cukup jelas dan gampang diikuti. Setelah mengikuti step-by-step yang diberikan, akhirnya saya bisa menjadikan akun paypal saya terverifikasi. Good!

Masalah terjadi ketika tiba-tiba saja akun paypal saya diblock oleh Pihak paypal. Statusnya menjadi limited sehingga saya tidak bisa menggunakan dana yang ada untuk bertransaksi. Dari keterangan yang pihak paypal berikan, ada aktifitas login dari tempat yang tidak dikenal dan berusaha masuk ke akun saya. Hal ini tidak saya mengerti penyebabnya karena rasanya saya tidak melakukan hal yang aneh dengan akun paypal saya.

Untuk mendapatkan kembali akses paypal saya, saya diharuskan kembali untuk memasukan kembali nomor VCC, mengganti password, membuat security question serta yang terakhir, mengirimkan proof billing (bukti tagihan) kartu kredit yang saya gunakan untuk akun paypal saya. Nah, karena saya menggunakan VCC, jelas saya tidak mempunya hal tersebut, karena VCC hanya berupa akun virtual yang saya gunakan hanya untuk paypal, tapi jika hal ini tidak dipenuhi, maka saya tidak akan bisa menggunakan akun paypal saya lagi.

Disini, saya mencoba untuk menghubungi pihak vcc.co.id untuk memohon bantuan teknisnya. Sebagai penyedia jasa layanan penyediaan VCC, saya yakin pihak vcc.co.id pasti sudah sering mengalami masalah yang serupa.Tetapi setelah Saya coba telpon ke nomor kantornya, nomor tersebut tidak aktif. Saya kirim email, tidak ada balasan. Saya telpon ke nomor ponselnya pun, tidak pernah diangkat.

Pelayanan after-sales dari vcc.co.id benar-benar sangat mengecewakan. Setidaknya mereka bisa merespon kepada keluhan yang dihadapi oleh kostumer mereka, baik itu mereka bisa atau tidaknya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kustomer produk vcc mereka. Terlebih lagi, produk finansial digital seperti ini adalah hal yang baru di Indonesia sehingga pasti banyak hal teknis yang tidak dipahami oleh para pengguna awam seperti saya.

Vcc.co.id bisa jadi pilihan jika kita membutuhkan akun vcc karena mereka tidak menipu, terpercaya dan benar-benar menyediakan akun vcc yang bisa digunakan. Hanya saja alangkah baiknya jika mereka pun mempunyai layanan after sales yang bisa membantu masalah yang dihadapi para pelanggan mereka.





Thursday, January 8, 2015

Cara menghilangkan jerawat dengan kulit buah pisang

Jadi ceritanya mau berbagi resep dari ayah saya nih untuk para kamu-kamu yang memiliki masalah jerawat di wajah. Caranya simpel banget kok.

Beli aja pisang. Cukup beberapa buah aja lah, satu sisir juga boleh. Pisangnya jenis apa? Apa aja sih boleh, cuma paling rekomen pisang ambon aja. Trus kamu makan deh buah pisangnya. Lah terus gimana cara ngobatin jerawatnya? Cuma makan pisang aja bisa sembuh gitu?

Eits.. Tenang dulu. Makan pisang memang bisa menyembuhkan, tapi menyembuhkan rasa lapar bukan jerawat.
Nah terus gimana cara nyembuhin jerawatnya?

Oke..Oke.. Jadi begini caranya:
1. Setelah kamu makan pisang, kulitnya jangan dibuang.
2. Cuci muka kamu biar bersih.
3. Oleskan kulit pisang tadi ke wajah kamu secara merata. Terutama bagian ujung kulit pisang yang masih ada sedikit sisa daging pisangnya.
4. Tunggu sampai kering sekitar 4 atau 5 jam (sambil tidur juga bolah, cuma hati-hati ya dikerubutin semut, hehehe). Setelah itu bilas wajah kamu sampai bersih.

Ilutrasi dari: kaskus.co.id


Nah gimana? Enak kan, udah bisa makan pisang, plus jerawat hilang. Hehehe (^w^)

Karena cinta saja memang tidak cukup

"Selain ayahnya, saya yakin diri saya ini lah laki-laki yang paling mencintainya di dunia ini."

Mungkin kalimat ini yang dengan angkuhnya saya yakini mengenai perasaan saya terhadap dirimu.

Jika saja kadar cinta bisa diukur dengan bilangan angka, mungkin saya sendiri akan takjub melihat besaran cinta saya pada dirimu.
Hanya saja, memang itu tidak cukup.



Sebesar apapun yang saya punya, tidak akan mampu menyaingi dirinya.
Kalian, dia dan dirimu lebih lama berproses bersama. Mengarungi kurva naik turunnnya kehidupan ini.
Saling berbagi mimpi dan tragedi.

Sedangkan saya? Tak banyak lagi yang  saya tahu dari dirimu selain dari apa yang kamu ucapkan sesekali melalui telepon.

Merasa kalah karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain itu menyakitkan ya?

Terlebih lagi, sekarang saya sadar bahwa memang cinta saja tidak cukup.

Butuh paras yang apik dan tampan untuk memikat orang yang kau cinta.
Butuh biaya untuk sekedar berjalan bersama diakhir pekan.
Butuh kendaraan untuk bisa pergi dengan orang yang kamu sayang.
Butuh gelar yang tinggi agar pasanganmu bangga menyandingmu.
Butuh berjuta-juta untuk resepsi pernikahan yang akan kalian rencanakan.
Butuh rumah.. Butuh Mobil.. Butuh harta yang banyak., Butuh liburan ke luar negeri.. Butuh dihormati orang lain.. Butuh pujian.. 
Butuh ini.. Butuh itu.. Butuh segalanya...

Dan cinta saja, tidak dapat menggantikan semuanya.

Cinta yang selama ini diagung-agungkan seluruh insan, tiba-tiba terasa powerless dihadapan realita.

Cinta? 
Hah? Benda apa ya itu?

It doesn't matter

Terkadang saya suka merasa miris melihat seseorang yang bekerja hampir puluhan tahun pada sebuah perusahaan dengan jam kerja 9 to 5 (terlebih jika posisinya masih biasa-biasa saja).

Atau yang terpaksa bekerja pada bidang yang tidak disukainya kerena terjebak backgroud pendidikan atau pengalaman kerja sebelumnya.

Atau yang merasa bahwa jadi PNS adalah satu-satunya jalan untuk bekerja dan bertahan hidup.

Dead end Job.



Duh! How Come?

Apa orang tersebut bahagia?
Apa tidak ada hal lain yang mau dilakukan orang tersebut?
Apa itu passion mereka?

Menukarkan hampir 10 jam dari waktu hidupnya tiap hari, lima kali seminggu, 24 hari sebulan untuk bekerja... Somehow its sound so scary for me.

Lalu saya tersadarkan, bahwa sebenernya saya lah yang paling menyedihkan.

Bukan mereka.

Mungkin mereka yang bekerja 9 to 5 dalam bilik kantor tiap harinya itu memang benar benar menikmati apa yang mereka lakukan.
Mungkin mendapatkan penghasilan yang besar dari pekerjaannya memang merupakan target dari hidup mereka.
Mungkin menafkahi keluarga dengan layak adalah hal yang sangat penting bagi diri mereka.
Mungkin membahagiakan orangtua dan keluarga dengan menjadi PNS adalah pencapaian besar dalam hidup mereka.

Yah mungkin hanya memang tujuan hidup saya yang berbeda dengan mereka.

Tidak masalah jika kamu mau menjadi pegawai, pedagang, PNS, freelancher, wirausahawan.
Apapun yang kau lakukan.. apapun pekerjaanmu.. apapun itu..
Selama kau mencintainya, selama kau menikmatinya.. tidak ada masalah.

It doesn't matter as long as you love it. :)


Kost Kostan Jakarta Selatan

Buat kamu kamu yang lagi nyari kostan di jakarta Selatan, terutama di daerah kelurahan Srengseng Sawah, saya ada rekomendasi tempat kost yang enak nih.

Namanya Tempat Kost Pak Ahmad. 
Tempat kost ini khusus bagi kamu-kamu yang masih single atau pasangan yang tidak mempunyai anak kecil. Kenapa begitu? karena tempat ini memperhatikan banget sama ketenangan para penghuninya. Gak kebayang dong malem-malem kebangun gara-gara suara tangis anak kecil.

Letaknya ada di Jalan Haji Sauwih, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Posisinya strategis banget, ada dipinggir jalan raya jadi mudah untuk aksesnya. Cari aja jembatan yang warnanya hijau kayak foto dibawah ini.


Petunjuk arahnya jika menggunakan Google Maps:
-6.347541, 106.813763
atau

6°20'51.1"S 106°48'49.5"E


Tempat ini dekat dengan:
- Kampus ISTN srengseng Sawah
- Kampus Akademi Pimpinan Perusahaan (APP)
- BPPTL (Balai Pendidikan Pelatihan Transportasi Laut)

Untuk harganya sangat terjangkau banget. Biaya sewa kamar kost perbulan saat ini:
Untuk 1 orang: Rp 400.000
Untuk 2 orang: Rp 450.000 

Fasilitasnya:
- Lantai Keramik
- Tempat menjemur pakaian
- Kamar Mandi didalam masing masing kamar

So, ayo ngekost disini, Nanti bisa ketemu sama saya loh! XD

Angkot Jakarta Mahal!

Setelah kenaikan BBM (terima kasih Bapak President!!!) yang berimbas kepada ikut naiknya tarif angkutan umum, rasanya angkutan umum di Jakarta makin tidak layak dijadikan sebagai pilihan sebagai moda transportasi.




Penyebabnya? Ya apalagi? Tarif angkutan umum rasanya menjadi terlalu mahal tanpa diimbangin dengan adanya peningkatan pelayanan mereka.Bayangkan, untuk jarak dekat saja kita harus membayar Rp.4000, Dan yang jauh bisa sampai 7 ribu rupiah. Sangat mahal kan?

Belum lagi perilaku mereka yang tidak pernah berubah, Suka ugal-ugalan, hobi ngetem, nunggunya lama, banyak copet, banyak pengamen, jalannya lambat, kursi rusak, kondisi kotor, dan... Arghhh.. terlalu banyak sebenarnya kebobrokan dari angkutan umum jika harus dituliskan disini. Yang paling membuat saya jengkel sih ya para supir angkutan ini suka seenak hati menyupir mobilnya sangat lambat tanpa memperhatikan bahwa akan banyak penumpangnya yang terlambat sampai ke tempat tujuan.

Yang saya perhatikan, para angkutan umum ini dengan semena-mena selalu memberikan kenaikan tarif sebesar Rp.1000 setiap kali ada kenaikan BBM. Padahal kalau kita hitung, kenaikan BBM yang hanya Rp.2000/liter tersebut seharusnya tidak berimbas dengan kenaikan tarif penumpang sebesar itu. Jelas mereka akan meraup keuntungan yang sangat besar, hal ini saya dengar sendiri dari seorang kondektur bis yang bercerita tentang penghasilannya. Penghasilannya bisa melebihi penghasilan karyawan kantoran, jelas mereka merasa senang jika ada kenaikan BBM. Cih!

Jujur, saya berharap bahwa angkutan umum seperti angkot, mikrolet, kopaja dan metromini jangan dikelola oleh perorangan atau badan swasta, tetapi jadi tanggung jawab pemerintah untuk mengelolanya. Bukankah transportasi itu juga merupakan hajat hidup orang banyak?

Sayangnya, saya sebagai angkoter sejati Jakarta tetap harus berpasrah diri dengan tarif tersebut (ya karena saya tidak punya pilihan lain untuk transportasi... Aaarghhh... harus cepetan bisa naik motot nih) dan berharap semoga ada penurunan harga BBM yang membuat tarif angkutan umum kembali turun.


Sunday, December 14, 2014

Real Densha Otoko, How are you? Where are you?

Densha Otoko,
Sosok fenomenal dari Jepang yang terkenal berkat kisahnya yang awalnya tersebar lewat forum online Jepang dan kemudia diangkat menjadi film dan serial TV disana. Berceritakan tentang kisah seorang Otaku yang berjuang untuk berubah dan mendapatkan cinta yang selama ini hanya bisa dibayangkannya saja.

Kisah yang sangat menarik, mungkin bagi beberapa orang kisah ini akan terasa klise dan membosankan, tapi tidak bagi saya, atau bahkan kami yang mungkin berada diposisi yang sama dan senasib dengan si densha saat itu.  Bahkan ini menjadi salah satu film favorite saya. Saya sendiri menonton filmnya, versi drama TV dan 2 versi komiknya.

Kisah yang sangat hangat, lucu dan menghibur. Sangat direkomendasikan untuk ditonton (terutama buat yang merasa  dirinya sudah hopeless dalam urusan cinta, hehehe)


Kisah ini selalu digambarkan memiliki akhir yang "happy ending". Padahal di forum tempat si densha bercerita ini sendiri kisahnya belum jelas karena si densha tiba-tiba menghilang setelah banyak spammer dan haters yang mem-bash dirinya di forum itu.

Saya sebenarnya sangat penasaran dengan sosok densha otoko yang sebenarnya. Bagaimanakah wujud asli dari pria otaku yang berhasil memperjuangkan cintanya tersebut? Bagaimanakah nasibnya sekarang? Apakah dia masih bersama dengan sang Hermes, pujaan hatinya atau ternyata kisah yang sangat saya idolakan ini berakhir dengan buruk? 
Ya, di dunia nyata ini memang tidak semua dapat berjalan sesuai harapan kita kan?

Hebatnya si densha ini tidak pernah mempublish siapa dirinya sebenarnya. Padahal, saya ingin sekali bisa bercakapa atau setidaknya berkirim email dengan dirinya. Karena mungkin, sekarang ini fase hidup saya sama dengan si densha saat itu. Sedang berada di fase mid-20s, bekerja yang erat kaitanya dengan komputer, introvert, agak sosial phobia dan sedikit agak desperate untuk urusan asmara, gyahahaha XD

Densha, langit disana juga cerah kan? :)

Saturday, December 13, 2014

Japanese fashion style. Trend fashion berpakaian ala orang Jepang for Japanese wanna-be, Gaijin, Weaboo (For Men)

Tidak ada habis-habisnya membahas tentang kultur dan sub-kultur dari negara ini. Termasuk dari sisi fashion. Kali ini saya mau membahas bagaimana penampilan cowok jepang disana dan bagaimana caranya untuk mengaplikasin hal tersebut biar kita bisa kelihatan tampil dengan gaya yang Japanese. Oke, cek this out!

Untuk cowok:

- Strap /  Keychain / Gantungan Kunci yang unik.
Biasa untuk digantungin di HP atau di tas. Pilih bentuk yang menarik, kalau perlu disertai dengan lonceng kecil biar bisa ada bunyinya. Kalau mau lebih simple pakai saja gantungan kunci bentuk karakter-karakter anime dari negeri Jepang sana.



- Kemeja kotak-kotak dengan warna cerah
Disini disebutnya kemeja flanel kali ya. Kemeja kotak-kotak emang kayaknya udah wajib banget buat anak muda disana. Semakin cerah dan nge-jreng warnanya semakin bagus tapi hati-hati jangan sampai keliatan alay, hehehe.



- Baju berlayer / dengan beberapa lapis
Baju yang desainnya berlapis-lapis. Ini keliatan cool banget kalau coco sama yang pakai. Tapi kalau di Indonesia sini kayaknya susah dipakainya. Panas cuuy, hehehe.



- Celana 3/4 a.k.a Celana cungkring (cropped pants)
Meki awalnya celana kayak begini dipakai sama cewek, cowok juga oke kok kalau pakai ini. Untuk sekedar jalan-jalan yang santai. Bisa dipakai barengan dengan boat shoes atau slip-on. Kalau dipakai di Indonesia lumayan juga kalau banjir gak usah gulung-gulung celana lagi, hehehe.



- Kaus kaki yang nge-jreng
Setelah tadi pakai celana yang ngatung, sekarang saatnya menarik perhatian dengan kaus kaki dengan warna dan motif yang ngejegrak. Pakai bareng dengan baju yang unik, dan voila, kamu bakal kelihatan hipster banget. Kalau mau pakai yang begini harus pandai pandai ya, kalau gak cocok bakal keliatan alay banget, hahaha




- Tas jinjing cowok (Mans Tote bag)
Cowok di jepang sana kebanyakan lebih memilih untuk memakai tas jinjing, bahkan pilihannya sangat modis dan terkadang malah jadi terlihat feminim. Sekarang sih udah banyak juga ya cowok-cowok dandy di Indonesia yang pakai tas kayak begini, yah meski kadang terlihat jadi agak kemayu, hehehe



- Celana Bagie
Celana yang lebar dari paha ke bawah ini emang nyaman banget buat dipakai jalan-jalan. Padukan dengan beberapa pilihan style sebelumnya biar kelihatan lebih japanese.




- Rambut mengembang dan nge-jegrag
Dan gak ada yang bisa ngalahin cowok-cowok jepang kalau masalah gaya rambut. Dari mulai warnanya yang ngejreng-ngejreng sampai modelnya yang berdiri kesana kemari dan lancip-lancip kayak jarum. Hmmm,, pasti btuh banyak banget wax/hair spray plus butuh waktu lama ya buat bikin rambut begini. :p


Yap, sekian paduna fashion buat cowok yang mau terlihat tampil dengan Japanese style. Next post untuk para ceweknya. Ja mata ne! (^o^)/